Only you

Only you
KTHU ~ 20.



"hyemi, apa kamu bersedia melakukan wawancara dengan reporter majalah, sebentar saja.?" tanya pil suk.


"oh, tentu.." jawab hyemi.


"astaga.!! ngapain kamu kemari?." tanya hyemi yang kaget melihat shiwan.


"kerja. gak baik lho kaget begitu saat melihat wajahku.!!" seru shiwan.


"wartawan yang bertugas tiba tiba sakit, jadi aku yang akan mewakilinya. kamu gak tau kalau kami berasal dari penerbit yang sama?" kata shiwan. kemudian mereka duduk untuk wawancara.


"ya sudah, cepatlah aku tidak sudi ngobrol lama lama sama kamu.!" kata hyemi cuek.


"aku dengar kamu akan bertamasya ya?" tanya shiwan.


"kamu ini penguntit ya,? tau dari mana kamu,?" kata hyemi.


"aku gak ada waktu untuk menguntit anak kecil sepertimu. aku tau karna aku mendapat balasan yang menyebutkan bahwa kamu akan bepergian setelah aku meminta agensimu untuk menetapkan tanggal meeting.!" jawab shiwan.


"gak apa apa nih, melakukan perjalanan dalam kondisi seperti itu.?" tanya shiwan sambil menatap hyemi.


"urusi saja urusanmu sendiri, ini gak ada hubungan nya denganmu.!!" teriak hyemi kesal.


"aku cuma peduli padamu, jadi gak usah galak galak begitu." jawab shiwan dengan santai.


"aku ingin menjaga hubungan baik denganmu." kata shiwan.


"kalai begitu, mulailah menjauh dari yoojin.!!" kata hyemi.


"kalau itu sih, gak akan mungkin terjadi." jawab shiwan.


"yah, aku gak tau kenapa kamu terlalu menahan diri, tapi jangan terlalu keras berusahanya. kan sudah kubilang sebelumnya, lebih mudah melampiaskan nya saja.!!" seru shiwan.


"tapi, aku gak mau memaksanya cuma karna keinginanku sendiri." jawab hyemi.


"memaksanya? bagaimana kamu bisa yakin soal itu? manusia kan juga punya insting. wajar saja kalau seseorang ingin memeluk orang yang di sayanginya. kamu gak pernah tau, mungkin saja dia juga menginginkan nya." kata kata shiwan membuat hyemi terdiam sejenak.


( yoojin, menginginkan nya.?? ) gumam hyemi.


acara jalan jalan yoojin dan hyemi akhirnya terlaksana.


"uh, untung cuacanya cerah, aku sudah khawatir katanya akan turun hujan." kata yoojin. tiba tiba melihat hyemi yang sedang memandangi nya.


"kenapa? apa ada sesuatu diwajahku?." tanya yoojin.


"ah, gak. iya ya untung nya cerah.!!" kata hyemi malu.


"ngomong ngomonh hari ini mau kemana sih?." tanya hyemi.


"oh, kamu belum aku kasih tau ya.!! kita akan pergi ke lembah." jawab yoojin.


"di dekat tempat tinggal ku dulu, ada lembah yang tenang. lingkungan nya indah, air dan angin nya terasa sangat sejuk. aku merasa tenang tiap kali ketempat itu. jadi aku ingin mengajakmu kesana. aku ingin membagi tempat yang aku sukai denganmu.!! " kata yoojin sembari tersenyum.


( benar juga, kenapa aku kepikiran yang aneh aneh, padahal dia begitu polos.!! maaf ya yoojin aku sudah berfikiran nakal.!! ) gumam hyemi merasa bersalah.


"aku sudah tidak sabar melihatnya. kita pergi naik bus atau kereta?" tanya hyemi.


"ah,.. itu." jawab yoojin sambil menunjuk ke arah mobil barunya.


"tunggu apa lagi, ayo masuk hyemi." ajak yoo jin.


"yoo, yoo jin dari mana kamu dapat mobil ini??". tanya hyemi yang kaget melihat mobil yoo jin.


"oh, ini aku membelinya. aku fikir tidak membutuhkan nya karna aku jarang pergi keluar, tapi setelah bersamamu, ku rasa aku akan membutuhkan nya. jadi aku beli mobil ini." jawab yoojin dengan senyuman yang sangat manis.


"kamu membelinya? mobil ini kan bukan barang yang bisa dibeli semudah itu.!!" kata hyemi.


"ah, aku jarang menghabiskan uang hingga saat ini." jawab yoo jin.


( orang ini kenapa sih.!! ) gumam hyemi.


"yuk kita berangkat." kata yoojin sambil membukakan pintu untuk hyemi.


"yoo, yoo jin kamu punya sim kan, dan asuransi punya juga?!!" tanya hyemi merasa takut.


"jangan khawatir percaya saja padaku.!!" kata yoo jin dengan percaya diri mengemudi mobilnya.


"hyemi, bangun. kita sudah sampai." kata yoo jin membangunkan hyemi yang ketiduran.


( aku tidak siap mempertaruhkan nyawaku dalam perjalanan ini. ) gumam hyemi sambil turun dari mobil.


mata hyemi terpana dengan pemandangan yang indah setelah turun dari mobil, lembah yang hijau dan tenang.


"wow. sudah lama banget aku gak pergi ke tempat seperti ini." kata hye mi.


"wah, bagian dalamnya juga nyaman dan rapi. sepertinya masih ada lantai dua, nanti aku naik ah..." kata hyemi yang kagum dengan isi rumah itu. kemudian yoo jin menutup pintu rumah itu.


"apa kamu sudah memesan tempat ini sebelumnya? bukan nya kita perlu chek in dulu? apa gak ada orang yang menunggu tempat ini.?" kata hyemi sambil celingak celinguk.


"ah, jangan khawatir. tempat ini milik ku." kata yoo jin.


"apa??!!." teriak hye mi kaget.


"dulu ayahku biasa memakai tempat ini, tapi sekarang tempat ini milik ku.!" kata yoo jin.


"yoo, yoo jin kamu ini tergolong orang kaya ya!!" kata hyemi.


"gak kok, aku cuma pekerja keras. ayahku meninggal muda, cuma ini warisan yang aku terima. ibu tiriku mendapatkan sisanya." kata yoo jin sambil menaruh koper nya.


"oh, begitu. tapi kenapa kamu tinggal di kota, dan gak disini saja? kalau aku jadi kamu, aku akan memilkh tinggal disini." kata hyemi.


"karena banyak sekali serangga diluar sana." jawab yoo jin dengan santai.


"oh, begitu.." kata hyemi.


"lihat lihat nya nanti aja, ayo kita jalan jalan di luar sebelum gelap.!" kata yoo jin.


"ayo, aku mau banget." kata hyemi gembira.


"jalan ke sungainya dekat kok, suara air nya luar biasa. waktu kecil aku sering kesini bersama orang tuaku. aku senang sekali main air.!!" seru yoo jin sambil berjalan ke arah sungai.


" masa kecilmu tidak terbayang olehku. aku gak percaya kalau kamu bisa main air di sungai. sekarang aku merasa, kamu alan menuang obat desinfektan ke air." kata hyemi.


"aku cuma anak kecil biasa sebelum orang tuaku bercerai." kata yoo jin.


"eh, ngomong ngomong kamu masih berhubungan dengan ibu kandungmu?" tanya hyemi.


"yah, kadang kadanga kami saling mengirim e-mail. sejak hari kami bertemu. dia mengirimiku buku dongeng terbarunya. yah, kebanyakan dia menunjukan kesalahan dalam penulisan bukuku, dan kemungkinan dari karyaku.!!" kata yoo jin.


"apa??!!" kata hyemi.


"haha.. dia memang begitu. dia dulu suka mengejek ku kalau aku membuat karangan. ah, ngomong ngomong bagaimana ceritamu waktu masih kecil??!" tanya yoo jin.


"ah, aku gak terlalu ingat tentang masa kecil ku. pasti aku lupa, karena aku ini pelupa." jawab hye mi.


"aku berani bertaruh kamu pasti bandel banget.!!" ejek yoo jin.


"yah, orang tuaku sangat keras terutama padaku. jadi mungkin aku cukup bandel waktu kecil." kata hyemi.


"oh, selain yun baek hee. kamu juga punya saudara laki laki?" tanya yoo jin.


"adik laki laki, nama nya ragi." jawab hye mi.


"ragi?? namanya unik banget." kata yoo jin.


"karena aku anak tunggal, kadang kadang aku iri dengan orang yang punya adik atau kakak." kata yoo jin.


"tapi kalau kamu punya, rasanya bikin capek. kami sering bertengkar kalau lagi kumpul bertiga." kata hyemi.


yoo jin memandang hyemi yang sedang tertawa lepas.


"wow, indah banget..!!" kata hyemi yang kemudian bermain air.


"suara airnya menyenangkan bukan? lebih dingin disungai ini dari oada dipantai saat musim panas." kata yoo jin.


"aku suka sungai dan pantai, tapu keluargaku cuma pernah mengajak ku kepantai." kata hyemi.


"sudah lama sekali sejak aku pergi ke tempat seperti ini.!! selain untuk keperluan pemotretanku." kata hyemi.


"kemarilah yoo jin air nya jernih banget."


"oh, sudahlah. aku sudah cukup puas hanya dengan memandangnya." kata yoo jin yang masih berdiri di pinggiran sungai.


"gak masuk akal. kalau sudah kesini ya harus main air. nih rasakan!!" hyemi menyiram yoo jin dengan air.


"aduh, tunggu hyemi." teriak yoo jin menghindarinya.


"hahaha. gimana, lebih segar dari memandanginya kan?" kata hyemi.


"uh, kamu ini kejam banget ya..!!" seru yoo jin sambil mengusap air dirambutnya.


"aku kan gak bawa handuk.." kata yoo jin.


( aku kena serangan pada saat gak siap. ada apa sih ini,? dia kan cuma manusia, kenapa bisa ganteng banget sih..!! tenangkan dirimu hyemi, jangan lakukan hal hal bodoh. ) gumam hyemi sambil memegang dadanya yang mulai berdegup kencang.


"hahaha.. begitu ya? kita keseberang yuk." ajak hye mi yang tidak tahan melihat pesona ketampanan jin yoo jin.