
"aku sudah lama memikirkan nya, aku tidak pernah bekerja sama dengan orang lain, jadi setelah memikirkannya berulang ulang, lalu aku sadar, aku tidak bakal bisa sembuh kalau aku terus begini. jadi aku mencoba membiasakan diri dengan berusaha lebih keras, agar bisa melangkah maju." kata yoojin yang sedang berdiri.
"sebenarnya semua ini berkat dirimu, kamu sudah membantuku mengatasi semua masalahku. maksih ya!!" ucap yoojin sambil memegang tangan hyemi.
"ah, iya sama sama". kata hyemi wajahnya yang mulai memerah.
"jadi jangan terlalu khawatir dengan diriku." kata yoojin tersenyum.
( bukan yoojin, bukan itu yang aku khawatirkan. tapi kalau kamu berterimakasih oadaku dengan wajah seperti itu, aku tidak bisa melarangmu ). gumam hyemi dalam hati.
"jadi kapan kamu bisa??." tanya yoojin.
"ah, minggu depan". jawab hyemi.
"baiklah, aku akan mengosongkan jadwal ku di hari itu." kata yoojin.
"ah, baiklah". kemudian hyemi pulang kerumahnya.
"aku tidak bisa mengingatkan yoojin untuk berhati hati, karna cowok itu adalah vampir. yoojin sudah berusaha keras dengan caranya sendiri,,, dan mereka berdua adalah cowok pasti mereka bakal jarang bersentuhan." kata hyemi yang khawatir. ( ini... ini tidak benar, seharusnya aku tidak mengizinkan dia.!! ) gumam hyemi dalam hati.
"baiklah sebentar lagi aku sampai," sihwan yang sedang bicara ditelefon.
"maaf,,, bisa bicara sebentar??. karna kita sama2 vampir ada yang ingin ku sampaikan padamu!!." kata hyemi yang tiba tiba menghadang sihwan di jalan.
"baiklah, katakan". kata sihwan.
"dia itu punya masalah OCD dan maniak kebersihan, aku serius." kata hyemi.
"lalu, kenapa kamu katakan ini padaku?"kat sihwan.
"sekedar informasi, jika kamu mengincar dia sebaiknya menyerah sajalah. ku ulangi sekali lagi, jangan pernah menyentuhnya." ancam hyemi pada sihwan.
"menarik, rupanya bukan aku yang kamu khawatirkan. apa ini obsesi khusus terhadap mangsa tertentu?? atau,,, kamu punya perasaan sama manusia." kata sihwan dengan tatapan dan senyuman yang sinis.
"pe..pe,, perasaan,??? itu ngaco.!!" jawab hyemi.
"lalu, kenapa??" tanya sihwan.
"aku bukan suka padanya..!! kata JB itu perbuatan yang sangat bodoh kalau di lakukan!!" kata hyemi.
"hhmmm,, melihat kamu yang belum menyadarinya, jadi kamu belum memiliki gejala itu.." kata sihwan sambil berjalan meninggalkan hyemi.
"tunggu... gejala apa yang kami maksud.." tanya hyemi.
"apaaa.. jadi kamu gak tau apa apa tentang itu?" sihwan berhenti dan mendekati hyemi, sihwan berbicara dengan memegang dagu hyemi.
"kamu in cantik, tapi sayang kamu masih anak anak. dan.. obsesimu padanya, membuatku makin panasaran padanya. aku tidak yakin ini peringatan atau nasehat, tapi aku akan melupakan apa yang kamu ucapkan tadi." kemudian sihwan pergi meninggalkan hyemi.
"tu..tunggu, kan masih banyak mangsa diluar, jadi kmu bisa pergi mencari mangasa yang lain." tariak hyemi.
"gimana yaa!! sebenarnya, dia itu tipeku.." kata sihwan sambil berjalan.
( apa... ap,,apa yang barusan dia bilang.) gumam hyemi dalam hati dengan kesal.
"kenapa... kenapa aku harus melawan cowok untuk merebutkan yoojin." kata hyemi sambil berjalan pergi ke studio.
"kalau dia vampir, bukankah wajar untuk mengincar lawan jenis!! aku tau energi yoojin sangatlah lezat!! tapi kenapa,? dari semua orang.." lamunan hyemi terhenti dengan fikiran nya yang kacau.
"tunggu dulu.. bagaimana kalau orientasi seksualnya menyimpang.???. yah aku rasa vampir juga ada yang begitu sih.." gumam hyemi. dan tiba2 ada yang mendekapnya dari belakang.
"gggrrrr..." kata JB.
"apa apaan sih, dasar mesum..!! kata hyemi. memukul JB.
"kamu ini bikin kaget saja, apa yang membuatmu kemari." tanya hyemi.
"pekerjaan, aku ada pemotreran pakaian musim gugur. mereka sedang memotret samdong sekarang." kata JB. dan mereka duduk bersama.
"enak ya bisa santai di atas sini, aku dengar kamu lagi ada di sini, jadi aku datang menemuimu." kata JB.
"aku bisa saja masuk saat kamu berganti pakaian, tapi aku tidak melakukan nya. aku cowok baik kan.!!" seru JB yang sedang mengejek hyemi.
"iya, maksih banyak." kata hyemi.
"hyemi..." JB menarik hyemi dan ingin menciumnya.
"dengar, kamu ini dari dulu memang cowok yang mesum!! apa kamu fikir, kamu gak terlalu tua untuk lelucon seperti ini." kata hyemi sambil menutup mulut JB.
"entah kenapa, aku lihat kamu sedikit tertekan, jadi aku fikir mungkin..." kata JB.
"mungkin apa?? ini serius, kamu harus berhenti melakukan hal itu pada semua orang." kata hyemi sambil berdiri.
"hiks... apa bibi flo mengunjungimu kenapa kamu begitu tegang??" tanya JB sambil memegang hidungnya. ( aduh hidungku, sisi pemotretanku kan belum selesai.) kata JB dalam hati.
"diam... aku lagi banyak pikiran, jadi jangan macam2 denganku." kata hyemi dengan tegas.
"apa?? banyak pikiran?" kata JB heran melihat hyemi.
"kenapa?? ada apa??". tanya hyemi sambil menoleh ke arah JB.
"tidak apa apa cuma penasaran saja, kamu itu kepikiran apa." kata JB. dan akhirnya hyemi bercerita kepada JB.
"apaaa???. vampir lain!!".JB kaget dengan cerita hyemi.
"ya! dia sangat aneh, dia langsung menemuiku saat melihatku. lebih parahnya lagi dia mengincar cowok !!" kata hyemi kesal. JB hanya diam mendengarkan cerita hyemi.
"dia bilang, yoojin itu tipenya atau semacam itulah. apa menurutmu itu masuk akal, hah?!. kamu kan tau betapa berat usahaku menyembuhkan O.C.D nya itu, dan sekarangvtiba tiba saja cowom itu muncul..!!" kata hyemi dengan kesalnya dia kepada sihwan.
"trus kenapa.??" tanya JB
"apa??." jawab hyemi.
"menginginkan manusia yang lezat itu kan hal yang wajar untuk seorang vampir. dia cuma ingin berburu mangsa kok." kata JB.
"ta...tapi..!" belum sempat hyemi bicara JB memutuskan pembicaraan nya.
"dan kamu, menemuinya karna ingin memburunya. bukan kah itu yang kamu bilang." kata KB sambil menatap ke arah hyemi.
"jadi tidak peduli apa pun yang vampir itu lakukan, kamu cukup mengurus perburuanmu saja." lanjut JB yang bersikap serius. hyemi hanya diam menatap JB.
"apa aku salah??. apa ada alasan lain, kenapa vampir lain tidak boleh menyentuh yoojin?." kata JB lagi.
"se...sebenarnya gak ada alasan sih," kata hyemi.
"trus... kenapa?" tanya JB.
"aku gak tau... tapi,, gimana ya aku mengatakan ini, seperti... aku tidak mau membagi makan siangku yang sudah aku buat dengan susah payah..." jawab hyemi sambil menunduk.
"sungguh kekanak kanakan, dasar bodoh.." kata JB sambil menjitak kepala hyemi.
"aku tidak bodoh!!!" teriak hyemi.
"berhentilah memikirkan yang tidak penting, dan pergilah ketempat yang ku temukan kalau kamu ada waktu." kata JB.
"tempat apa.??" tanya hyemi.