
Aku terkejut sejenak, aku diam dan aku bertanya lagi padanya. Sikap dia sungguh sangat menyebalkan, aku semakin geram padanya.
"Ok, aku tidak masuk tapi sebaiknya kamu segera bersiap-siap untuk pergi denganku sesuai perjanjian kita kemarin," ucapku.
Cowok itu masuk ke dalam rumahnya tanpa memperdulikan aku yang menunggu di luar. Kesabaranku seakan di uji oleh cowok yang menjadi incaranku sekarang. Aku harus bersabar demi mendapatkan apa yang aku inginkan.
Selang beberapa menit, cowok itu keluar dengan baju hem berwarna biru muda, sangat cocok dengan kulitnya yang putih. Aku hampir terperangah melihat cowok yang ada di hadapanku saat ini.
"Ayo aku sudah siap, kita mau jalan kemana?" Suara cowok itu memecahkan lamunanku.
"Ikuti aku saja, nanti juga kamu tau." Aku sedikit membuatnya penasaran.
Kata kakak aku bisa menyembuhkan penyakit OCD itu kalau orang nya sendiri yang ingin sembuh. Tapi aku akan berusaha menyembuhkannya dengan caraku sendiri. Semoga dengan begini bisa mengurangi kegilaannya terhadap kebersihan.
Aku mengajaknya kekebun binatang, tentu dia sangat kaget dan merasa jijik. Tapi aku sengaja melakukannya supaya dia bisa sedikit menghilangkan penyakit kebersihannya itu.
"Ini dia tempatnya, gimana baguskan? mereka sangat lucu dan menggemaskan," ucapku sambil memegang kelinci yang sangat lucu.
"Apa? kamu gila ya! kenapa kamu bawa aku ketempat ini?" cowok itu terkejut, marah dan matanya melotot padaku.
Aku sedikit tertawa melihat tingkahnya yang sangat aneh. Semua peralatan yang ada di dalam tasnya dia pakai untuk menutupi tubuhnya. Aku sungguh tidak bisa menahan tawaku, aku sengaja menggodanya agar dia mau menyentuh kelinci yang aku pegang saat ini.
"Ya ampun, coba deh kamu pegang kelinci ini kamu pasti suka," kataku sambil memberikan kelinci padanya.
"Aku tidak mau!" bentak cowok itu padaku.
Tapi aku masih bersikeras untuk membujuknya agar dia terbiasa dengan hewan yang imut ini. Aku memaksanya agar mau menyentuh kelinci itu.
"Kamu harus mau atau kamu tidak akan mendapat buku itu lagi." Aku sedikit mengancam cowok itu agar dia mau melakukan apa yang aku inginkan.
"Oke, aku akan mencobanya." Dengan sangat terpaksa cowok itu mengayunkan tangannya pada kelinci lucu yang ada di tanganku saat ini.
Perlahan-lahan tangannya hampir menyentuh kelinci itu. Tapi belum sempat dia menyentuh kelinci itu, dia langsung melarikan diri dan menujauh dari kandang kelinci yang kami datangi.
"Hei, kamu mau kemana?" aku berteriak dan langsung mengejarnya.
Dia tidak mau berhenti, cowok itu terus berlari. Aku sampai kewalahan mengejarnya, aku tidak tau namanya makanya sangat susah bagiku memanggilnya. Tapi aku terus berteriak memanggil cowok itu, akhirnya dia berhenti di kursi drkat taman.
"Aku sudah bilang kamu tidak boleh seenaknya memegangku apalagi menyuruhku menyentuh kelinci kotor itu." Cowok itu kesal dan sangat marah padaku.
Aku tau mungkin aku keterlaluan padanya, tapi aku hanya ingin membantunya. Apa mungkin caraku yang salah, aku tidal tau. Tapi aku hanya tau kalau aku ingin segera memyentuhmya lagi.
"Oke! Aku minta maaf, ini semua kesalahan ku. Tapi ngomong-ngomong, aku belum tau siapa namamu?" tanyaku pada cowok itu.
"Namaku Jin Yoo Jin," jawab cowok itu dengan nada cueknya.
Aku sedikit menggodanya agar dia tidak canggung lagi padaku. Aku tersenyum sambil duduk di sebelahnya.
"Nama yang bagus, tapi kenapa kamu sangat suka kebersihan? ada kala-Nya orang pasti suka kotor, bukan?"
Dia tidak menjawab pertanyaanku, tatapannya masih penuh dengan amarah. Aku hanya bisa diam waktu itu karena memang ini kesalahanku. Akhirnya dia mengajakku pulang dan mengakhiri perjalanan ini.
Dijalan Aku bertemu sahabat masa kecilku. Namanya JB. Dia sama sepertiku, JB juga seorang Vampire. JB yang melihatku langsung menyapa dan mendekatiku.
"Hyemi ...." JB memanggilku sambil tersenyum.
"JB kamu di sini juga?" kataku membalas senyumannya.
"Ya begitulah nasib artis terkenal mau santai nggak bisa harus sembunyi dari fans terus," ucap JB sambil tertawa.
JB mengira Yoojin adalah kekasihku. Aku jelas mengelak karena memang dia bukan kekasihku meskipun aku mengincar dia sebagai makananku.
JB lalu mengajakku ke kafe tempat biasa aku dan teman-temanku nongkrong. Aku mengajak Yoojin tapi ya seperti biasa, dia menolaknya dan dia memilih untuk pulang sendirian.
"Ayo ke kafe tempat kita nongkrong, Hyemi mau ikutan nggak?" ajak Samdong
"Bolehlah, aku juga lagi malas pulang." Aku pun langsung menerima ajakan Samdong dan JB.
Aku, JB dan Samdong berjalan menuju kafe. Sesampainya di kafe aku hanya memesan satu orange juice. Tapi JB dan Samdong memesan makanan ringan untuk cemilan sambil menikmati pemandangan di dekat tempat kami duduk sekarang.
"Teman kamu aneh ya Hyemi, diajak salaman tidak mau sombong sekali dia. Eh, tapi kayak ada yang menggoda dari dia, boleh dong bagi-bagi." ejek JB sambil melontarkan senyuman manisnya padaku.
"JB, kamu jangan coba-coba berpikir untuk menyentuh dia ya! Dia itu punya ku," ucapku sedikit mengancam pada JB.
Meskipun begitu sahabatku yang satu ini masih saja tetap menggodaku. Aku yang seperti biasa acuh tak acuh padanya, mengiyakan saja apa yang dia katakan.
"Ya siapa coba yang tidak menginginkan barang bagus seperti itu," kata JB.
Akhirnya aku geram pada JB, dan aku menyidir hubungannya dengan Samdong.
"JB, bukannya kamu sudah punya pasangan kamu sendiri." sindirku pada sahabatku sambil melirik Samdong.
Tapi sahabatku yang kocak ini malah mengiyakan apa yang aku katakan. Aku hanya bisa tertawa menanggapinya.
"Ah kamu bisa aja, dia tidak akan pergi dariku," kata JB sambil melirik ke arah Samdong yang sedang asik makan cemilan.
Aku tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sahabatku itu. Samdong hanya diam mendengarkan aku dan JB membicarakan dirinya.
"Hmm, iya-iya tau Samdong kekasih setia kamu hahaha." ejekku pada mereka berdua.
Tiba-tiba JB menjawab perkataanku dengan gassannya. Aku tambah terpingkal-pingkal oleh jawabannya sahabatku yang semakin menjadi-jadi.
"Gila kamu Hyemi, aku masih normal tau. Aku masih tetap cinta sama kamu dari dulu sampai sekarang," ucap JB sambil merangkul tubuhku dari belakang.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower