Only you

Only you
KTHU ~ 43.



"besok aku akan mampir, jadi aku bisa menjeput hye mi dan membawanya pulang. bagaimana keadaan nya?" kata baek hee.


"dia baik - baik saja untuk beberapa hari ini, dan sekarang dia sudah kembali seperti biasa. ngomong - ngomong apa kamu sudah memeriksanya? apa hubungan nya dengan manusia itu beneran serius?" tanya ayah hye mi.


"sepertinya begitu, aku akan mengurusnya. jangan khawatir, jangan terlalu menekan nya bersikaplah sewajarnya. kita kan nggak amu dia mengingat kenangan itu,hye mi nggak boleh sampai tau." kata baek hee.


dikamar hye mi;


"oh, aial kancingku!" hye mi mencari kancung nya yang jatuh dibawah tempat tidurnya.


"kemana ya? kenapa sih sampai kancingku pun ikut membuatku repot." hye mi memasukan lengan nya dibawah kasur.


"ah, ketemu. jauh sekali sih jatuhnya hampir saja hilang." kata hye mi tidak sengaja mengambil foto yang ada dibawah kolong tempat tidurnya.


"hah, apa ini. apakah ini aku? ini kapan ya? hmm.. SD cheongsol? apa, aku nggak pernah sekolah di sekolah dengan nama itu. kenapa aku ada disana?" kata hye mi sambil melihat fotonya yang masih kecil didepan sd cheongsol.


di tempat JB;


JB terdiam mengingat ucapan baek hee yang waktu itu dia bicarakan dengan nya.


"JB, maaf ya. tapi mereka meminta kamu merekam ulang refrain nya." kata lee.


"oh, oke. bagian refrain yang mana?" kata JB.


"di bagian bonus lagu" kata lee.


"hah, kupikir bagian itu sudah aku nyanyikan dengan baik." kata JB.


samdong yang memperhatikan JB dan lee hanya terdiam saja.


JB kemudian mengulangi menyanyikan bagian refrain lagunya.


( tak kan berubah perasaanku, pada dirimu meskipun kita jauh. takkab berubah kerinduan ini, cepatlah kembali sungguh aku rindu kamu!!.) isi bait lagu yang di nyanyikan JB.


"oke, bagus. bagus sekali." kata produser JB.


"kamu kelihatan sehat. kamu sudah sembuh ya? sebenarnya suara kamu terlalu bagus untuk lagu pop." kata produsernya JB.


"ah, itu bukan apa - apa kok. itu hal yang biasa." jawab JB.


"lirik dalam bonus lagunya juga bagus banget, kamu sangat pandai menulis lirik." kata produser itu.


"ah, terima kasih. jadi bagian ku sudah selesai kan? aku mau istirahat dulu." kata JB.


"ok, baiklah." kata produser itu.


di teras studio rekaman;


"JB kita harus bicara." kata samdong.


"soal apa?" kata JB.


"apa kamu baik - baik saja?" tanya samdong.


"apa?" jawab JB.


"kamu pikir aku nggak sadar! akhir - akhir ini kamu kelihatan aneh. sejak hari itu...." kata samdong.


"apa? kamu sendiri yang marah - marah, jadi aku penasaran, apa yang mau kamu bicara kan dengan ku. jadi kenapa aku yang kamu bilang aneh?. aku sudah melakukan bagianku dan mempersiapkan album comeback. aku selalu tersenyum dan selalu ramah seperti biasanya kok. aku harus bagaimana lagi agar terlihat normal?." kata JB sambil tersenyum.


"JB..!!" kata samdong.


"tunggu..!!" kata samdong dan memegang tangan JB. tapi JB menepis tangan samdong.


"jangan bawel, seakan - akan kamu tau semua yang sedang terjadi saja. kamu itu cuma manusia." kata JB dengan sinis.


dirumah yoo jin;


"selesai! bersih - bersih rumah yang pertama kalinya dalam beberapa bulan, dan rasa nya lega sekali, seperti beban berat telah diangkat. aku merasa benar - benar segar." kata yoo jin yang selesai membersihkan rumahnya.


"dan besok..aku harus mempersiapkan semuanya untuk besok. bagus tinggal satu hari lagi dan kami akan berkumpul kembali." tiba - tiba yoo jin mendapat telpon dari baek hee.


di kafe star;


"yoo jin, di sini." kata baek hee.


"ah, lama nggak bertemu ya dok, ini pertama kalinya kita bertemu diluar klinik." kata yoo jin.


"iya, maaf kalau aku memanggilmu kesini tiba - tiba. aku tau kamu pasti sedang sibuk dengan pekerjaan, terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk datang kesini." kata baek hee.


"nggak apa - apa kok. aku cuma sedang bersih - bersih. aku sudah lama nggak bersih - bersih! aku bukan nya kumat gila kebersihan atau apa, sekarang aku sudah lebih baik!." jawab yoo jin.


"kamu nggak perlu panik begitu. karena aku memintamu datang kesini bukan sebagai doktermu, melainkan sebagai kakak nya hye mi." kata baek hee.


"apa? apa maksudmu, apa terjadi sesuatu padanya?" tanya yoo jin kaget.


"seharusnya aku menceritakan nya padamu sejak awal, tapi sulit sekali untuk mengatakan nya. tapi aku tetap merasa sebaiknya kamu tau, apa kamu tau kenapa dia mau jadi pacarmu?" kata baek hee.


"apa maksudmu? itu karena kami saling menyukai." jawab yoo jin.


"kamu nggak pernah berpikir kalau ada alasan lain nya ya?" kata baek hee.


dirumah keluarga hye mi;


"ini hapemu, kamu jangan merasa lega dulu karena kami membiarkanmu pulang. kalau terjadi sesuatu, kami akan segera memanggilmu lagi. mengerti!." kata ayah hye mi.


"iya, aku mengerti!" jawab hye mi.


"kabari kami kalau sudah sampai, kalau peekrjaanmi berat istirahatlah, oke!" kata ibu hye mi.


"datang kesink lagi ya kak." kata shiwoon


"baiklah, aku pergi sekarang. nanti aku kabari." kata hye mi kemudian menaiki mobil baek hee.


di depan apartemen;


"aku yakin kamu disini bukan untuk mendengarkan ucapan terima kasih sudah mengantarku, jadi aku langsung pergi saja." kata hye mi.


"apa kamu sudah membuat keputusan? kamu pasti tau, kenapa aku mengantarmu kerumah!" tanya baek hee.


"oh, kalau maksudmu apa aku sudah memutuskan mengenai seberapa sering aku akan memberi makan kucing liar! ya, tentu saja." kata hye mi kemudian turun dari mobil baek hee.


"apa sebaik nya aku putar balik?" kata baekhee.


"aku nggak berniat putus hubungan dengan yoo jin." jawab hyemi.


"hye mi, kamu ini benar - benar!" kata baekhee.


"kenapa shiwoon boleh, sedangkan aku nggak? aku sudah tau dia berpacaran dengan manusia untuk berburu. dan ayah juga tau, tapi beliau nggak bilang apa - apa. ini nggak adil, cuma aku yang disuruh putus. aku diberi tau kalau ayah sekeras ini padaku, karena waktu kecil aku nakal dan terlibat banyak masalah. ya, aku tau kalian begini karena khawatir tentang aku. tapi aku kan sekarang sudah dewasa, kalian nggak perlu seprotektif ini padaku. aku bisa menjaga diriku sendiri. akan kubuktika padamu bahwa apa pun yang pernah kulakukan waktu kecil, nggak akan pernah terjadi lagi."