Only you

Only you
OY ~ 6.



"Yoojin, ikan mas itu aku yang memberinya untuk kamu." Akhirnya aku mengatakan yang sebenarnya pada Yoojin kalau aku yang membelinya.


"Apa? jadi ikan ini dari kamu? untuk apa kamu memberikan ini," tanya Yoojin.


"Ya, supaya kamu tidak kesepian. Kamu tau nggak, kalau kamu lagi sedih, kamu bisa bercerita dengan ikan ini," ucapku.


Yoojin tersenyum, yang menandakan dia menerima hadiah dariku. Meskipun awalnya dia tidak menyukai ikan mas yang aku berikan, tapi sekarang dia mau menerimanya.


Selesai makan malam, aku duduk disofa ruang tamu. Yoojin pun ikut duduk di sampingku sambil menikmati kopi buatannya.


"Hyemi, aku mau mengatakan sesuatu sama kamu." Yoojin mulai berbicara lagi.


Aku tidak mau berpikir salah untuk yang kedua kalinya. Aku mendnegarkan ucapannya terlebih dulu sebelum menyimpulkannya.


"Ya," ucapku.


"Go Hyemi, aku menyukaimu." Yoojin memberanikan diri mengatakan itu padaku.


Terlihat jelas kalau dia gugup saat mengatakan perasaannya padaku. Aku kaget sekaligus senang mendengar pengakuan Yoojin padaku.


Kesempatanku untuk menyentuh Yoojin makin banyak kalau aku bisa menjadi pacarnya. Aku merasa melayang di atas awan karena kegirangan. Lamunanku buyar saat Yoojin kembali bertanya padaku.


"Hyemi, kamu mau jadi pacarku?" Yoojin menatap lekat padaku.


Tanpa berpikir panjang, aku langsung menjawab pertanyaan Yoojin. "Iya aku mau," ucapku sambil tersenyum.


Dia pun membalas senyumanku. Entah apa yang dipikirkan Yoojin, dia tiba-tiba terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. Aku yang penasaran langsung bertanya padanya.


"Ada apa?" tanyaku.


"Meskipun kita sekarang sudah pacaran, aku berharap kamu bisa mengerti keadaanku sekarang. Kamu jangan sentuh aku sembarangan dulu, aku butuh waktu." Yoojin mengatakannya dengan tatapan ragu.


Mungkin dia takut aku marah saat dia mengatakan itu padaku makanya dia ragu untuk jujur. Tapi aku mengerti meskipun sedikit ada rasa kecewa dalam hatiku.


"Iya, tenang saja. Ya udah aku mau pulang dulu, besok aku kabari kita akan pergi kemana." Aku melangkahkan kaki keluar rumah Yoojin.


Yoojin mengantarkanku sampai di depan pintu rumahnya. 'Hyemi, maafkan aku. Aku akan berusaha menjadi pacar yang terbaik untukmu.' batin Yoojin sambil melihatku masuk kedalam rumahku.


***


Keesokan harinya aku bersiap-siap kerumah Yoojin, aku ingin mengajaknya ke bioskop. Tapi tiba-tiba JB dan Samdong datang dan memaksa untuk ikut denganku. Aku yang tidak ingin kencan pertamaku di ganggu oleh mereka, akhirnya menyuruh mereka agar tidak ikut dengan kami.


"Yoojin, kita berangkat sekarang yuk." Ajakku sambil menggandeng tangan Yoojin.


Yoojim masih membiarkan aku menggenggam tangannya. Aku sangat menikmatinya meskipun hanya berpegangan tangan, tapi energinya sudah cukup untuk mengenyangkan rasa laparku.


Sesampainya di bioskop aku dan Yoojin menikmati film yang sudah ada. Tapi, itu bukan seperti apa yang diharapkan olehnya. Kita berdua menonton film Vampire yang berlumuran darah. Mungkin dia merasa jijik melihatnya.


"Yoojin, kamu nggak apa-apa kan?" Aku mencoba bertanya padanya saat film sudah selesai.


"Aku nggak apa-apa kok, hanya sedikit merasa enek aja. Aku nggak suka sama Vampire." Kata-kata Yoojin menusuk hatiku sesaat.


Aku menyadari kalau aku juga seorang Vampire. Tapi aku tidak meminum darah manusia, jadi aku berbeda dengan vampire yang di benci olehnya.


Yoojim tiba-tiba berhenti dan meraih tanganku, aku sedikit terkejut dan memandang langsung ke arah Yoojin. Wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku, Jantungku berdegup sangat cepat.


"Maaf, aku masih belum bisa." Yoojin melepaskan tanganku dan memalingkan wajahnya.


Aku tau, sulit baginya untuk bisa mengimbangi diriku yang selalu ingin menyentuhnya. Aku sedikit kecewa, tapi aku berusaha sabar. Aku tidak ingin dia mengetahui kekecewaanku.


"Ah, ya sudah jangan dipaksakan. sudah malam, ayo kita segera pulang." Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya kita berdua berjalan sampai tepat di deoan rumahku. Aku langsung berpamitan padanya dan masuk ke dalam rumahku. Yoojin pun masuk ke dalam rumahnya.


***


Pagi hari yang sangat cerah adalah waktunya untuk kembali bekerja. Aku langsung membersihkan diri dan memakai baju biasa untuk pergi ke studio pemotretan.


Setibanya di tempat kerja aku langsung ganti pakaian seksi untuk berfoto, karena aku bekerja sebagai foto model. dan aku berkeinginan menjadi model majalah dewasa yang terseksi.


"hyemi, aku daftarin kamu di majalah impian kamu," kata kim pil suk, dia adalah produserku.


"Yang benar kamu?" Aku sangat senang karena Pil Suk sudah mendaftarkanku tanpa aku memintanya.


"Makasih ya Kim kamu memang tau apa yang aku mau," kataku yang kemudian memeluk Kim.


"Hyemi, sudah mau pulang?" tanya JB yang menghampiriku tiba-tiba.


Aku terkejut mendengar suara JB yang menyapaku dari belakang. Aku menoleh ke belakang dan benar, dia ada di belakangku. Entah apa yang dia lakukan di studio pemotraten ini.


"JB, hai kamu kok ada di sini?" tanyaku.


"Aku ada syuting di dekat sini dan tidak sengaja melihat model cantikku ada di sini ya sudah aku samperin," kata JB tersenyum.


"JB JB JB ... aku senang sekali aku sudah terdaftar di majalah impianku, dan lusa aku bisa ikut lomba foto modelnya, semoga aku bisa menang." Aku senang dan memeluk JB, tanpa aku sadari Yoojin ada di dekat pintu melihatku memeluk JB.


Aku langsung melepas pelukanku pada JB saat menyadari ada dua mata memandangku. Yah, mata Yoojin yang menatap tajam melihatku memeluk sahabatku.


"Yoojin, kenapa kamu kesini?" tanyaku.


"Kenapa? apa aku tidak boleh kesini? biar kamu bisa bersama dengan dia," kata Yoojin dengan kesal menunjuk JB.


Aku tau ada kecemburuan yang tersirat dimata kekasihku itu, tapi aku bisa apa, semuanya terjadi begitu cepat. Aku juga hanya menganggap JB hanya sahabat, jafi tidak masalah bagiku jika hanya memeluk sahabatku sendiri.


"Yoojin ada apa denganmu kenapa kamu sangat kesal, aku dan hyemi kan sahabat dia cuma berbagi kebahagiaannya bersamaku itu saja," ucap JB.


Yoojin seakan tidak mau mendengar penjelasan apa pun dari JB. Dia langsung menarik tanganku untuk menjauh dari JB.


"Aku kesini hanya ingin menjeputmu," kata Yoojin.


Belum sempat aku menjawab perkataan Yoojin, Pilsuk sudah kembali memanggilku karena jadwal pemotretanku belum selesai.


"Hyemi jangan pergi dulu, kamu harus foto untuk majalah dewasa itu," ujar Pilsuk.


Aku sedikit terkejut, aku pikir pekerjaanku yang belum selesai. Ternyata aku harus ikut oemotretan majalah dewasa itu secara mendadak.


"Apa? tapi kamu bilang fotonya besok lusa." Aku masih tidak percaya jika aku harus melakukan pemotretan itu sekarang.


"Iya tapi baru saja produser majalah itu minta untuk foto di kumpulkan hari ini," kata Pilsuk panik.


Dengan terpaksa aku harus melakukan pemotretan itu, aku meminta Yoojin untuk mrnungguku. Aku pergi untuk berganti pakaian sesuai pemotretan.


Yoojin menungguku di sofa sambil meminum orange juice yang sudah aku pesankan untuknya. Aku sedikit gugup harus berpakaian selsi di hadapan Yoojin. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah tuntutan dari majalah.


"Hyemi, ada masalah." Pilsuk menjadi panik seketika.


"Kenapa lagi?" tanyaku.


"Model prianya tidak ada, dia sudah pulang," ucap Pilsuk.


Terpikirlah untukku mengajak Yoojin menjadi model pria untuk menjadi pasanganku. Entah dia mau atau tidak, tapi aku akan berusaha membujuknya. Aku menghampiri Yoojin di sofa itu.


"Yoojin bantu aku, jadi model pria," kataku.


.


.


.


.


.


MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...


**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...


DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...


NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...


TERIMA KASIH ...


IG : Blue Flower