Only you

Only you
KTHU ~ 61.



"aku menyakitinya baek hee, apa yang akan dia lakukan? dia mungkin terluka, dia mungkim juga sedang menderita. tapai kalau aku tetap bersamanya, aku akan membahayakan nyawanya! baek hee, apa yang kulakukan rasanya sakit sekali, hatiku sangat sakit baek hee!" kata Hye mi yang terus menangis.


"Hye mi, nggak apa - apa. kamu melakukan hal yang benar demi keselamtan yoo jin. maafkan aku hye mi, maaf kalau aku membiarkan masalah ini terlalu lama! semuanya akan indah pada waktunya. mari kita lupakan itu hye mi, anggap saja semua itu tidak pernah terjadi, anggap saja itu adalah mimpi yang sangat sedih!" kata baek hee sambil memeluk hye mi.


Didalam mimpi yoo jin.


"Yoo jin! sedang apa kamu kesini sendirian disini?" kata hye mi.


"Hye mi?." kata yoo jin yang sedang duduk di kursi taman.


"yoo jin, kenapa kamu melongo begitu? kayak habis lihat hantu saja! eh, coba lihat apa yang kamu lakukan? oh, kamu membaca buku lagi? apa buku iti seseru itu? lihat aku yoo jin, kok bisa - bisanya kamu membaca buku saat pacarmu yang cantik ada disini!" kata hye mi sambil memeluk yoo jin dan tersenyum.


"kamu benar, aku bermimpi kamu meninggalkanku, dan aku merasa sangat terluka." kata yoo jin.


"eh, yoo jin! itu benar - benar nggak masuk akal. memangnya aku mau pergi kemana?" kata hye mi.


"ya, kamu selalu disini, disisiku!" kata yoo jin.


"tentu saja! aku akan selalu disini, disisimu. sekarang dan selamanya." kata hye mi.


Yoo jin terkejut dan terbangun dari mimpinya.


( rasanya, aku ingin hidup didalam mimpi selamanya. karena saat aku terbangun, aku nggak sanggup menanggungnya, rasanya sakit sekali! aku nggak bisa menerima kenyataan pahit ini, seakan nggak ada yang berubah.) gumam yoo jin.


Tiga hari sudah berlalu selama itu yoo jin selalu berusaha menghubungi hye mi lewat telpon dan sms, tapi selama itu juga hye mi tidak membalas atau mengangkat telpon dari yoo jin.


( perpisahan itu, seperti kecelakaan lalu lintas! terjadi tanpa ada peringatan. Dia mengatakan padaku kalau dia telah pergi! hal itu mengacaukan hidupku, dan meninggalkan luka yang nggak akan sembuh sepenuhnya. aku masih belum terima, kalau kami nggak akan pernah bertemu lagi!) gumam yoo jin.


"hye mi, aku nggak tau apa yang harus kulakukan selarang. tanpamu, hidupku tidak berarti apa - apa lagi. katakan kalau semua itu cuma bercanda hye mi, katakan kalau kamu nggak benar - benar akan pergi meninggalkanku! kembalilah hye mi, kembalilah padaku! aku nggak peduli kalau kamu bilang kamu nggak suka padaku, semua itu nggak masalah, tapi tetaplah bersamaku meskipun cuma sesaat! aku ingin menemuimu hye mi, aku rindu padamu! " kata yoo jin sambil merenung dan menangis.


Tiba - tiba yoo jin mendengar langkah kaki dirumah hye mi, yoo jin mengira itu adalah hye mi, yoo jin langsung berlari membuka pintu rumahnya.


"hye mi, hye mi! apa kita bisa bicara?" kata yoo jin.


yoo jin kaget ternyata bukan hye mi, melainkan baek hee.


"hai, yoo jin. lama tak bertemu! aku nggak akan menanyakan bagaimana kabarmu!" kata baek hee.


"dimana hye mi? dimana hye mi, baek hee? dia nggak mengangkat telpon atau pun membalas pesan dariku. ada yang harus aku bicarakan dengannya!" kata yoo jin.


"apa maksudmu? kenapa dia nggak akan datang kesini lagi?" kata yoo jin.


"aku datang untuk mengambil barang - barangnya. kontraknya juga sudah dipindah tangan! dia nggak akan pernah datang kesini lagi yoo jin. jadi, lebih baik lupakan saja dia." kata baek hee.


"kenapa, kenapa baek hee?! apa terjadi sesuatu pada hye mi? kenapa tiba - tiba dia jadi aneh sekali. apakah itu karena aku? dimana dia sekarang? ada yang ingin kukatakan padanya, jadi kumohon beri tau aku!" kata yoo jin.


"yoo jin! tolong, jangan mencarinya lagi. semakin kamu melakukan ini, itu akan semakin berat untukmu! begitulah kalau orang pacaran, kalian bertemu dan jatuh cinta lalu karena alasan apa pun kalian akan berpisah dan menjadi orang asing. begitulah kehidupan! kamu pacaran seperti jutaan orang lainnya, hanya saja ini yang pertama bagimu, karena itulah terasa berat. yang harus kamu lakukan saat ini adalah, kamu harus tersenyum dan bertahan. dan mulai lagi saat kamu bertemu seseorang yang baik." kata baek hee.


"bagaimana bisa aku melakukan itu? baek hee, kamulah yang paling tau apa arti hye mi untukku!aku mau bicara dengannya sekali lagi, katakan baek hee, dimana hye mi, dimana dia?! dia adalah segalanya bagiku. kumohon, sekali ini saja!" kata yoo jin.


"yoo jin! tolong jangan begini, hye mi juga sedang mengalami masa yang sulit. tolong biarlan saja dia, bagi hye mi sekarang ini kamu adalah beban yang sangat besar. terimalah saja yoo jin!" kata baek hee.


"nggak, aku nggak bisa menerimanya! dia bilang, dia adalah seorang vampir, kata hye mi dia adalah seorang vampir. aku berada dalam bahaya kalau aku berada didekatnya, dia bilang itulah alasan kami nggak bisa bersama! bagaimana bisa aku menerima itu?" kata yoo jin.


"mau percaya atau tidak, itu terserah kamu. intinya kalian berdua sekarang sudah putus titik!" kata baek hee.


Baek hee pergi menuju mobilnya yang berada dibawah apartemen.


"untuk saat ini aku cum mengambil seperlunya saja. nanti kita telpon jasa pindahan untuk mengambil sisanya. ayo pergi!" kata baek hee yang duduk di mobil.


"sekarang, semuanya sudah berakhir, sudah selesai!" kata hye mi yang sedari tadi berada didalam mobil baek hee.


yoo jin masuk kedalam rumahnya dan merenungi semua kesedihannya.


( aku selalu menunggu, sejak pertama kami bertemu, sampai sekarang pun selalu seperti saat ini! aku selalu saja menunggu hye mi, dan hye mi yang selalu mendekatiku duluan. dia selalu menghampiriku dengan senyumannya itu dan tinggal bersamaku! ) gumam yoo jin.


"hye mi! kalau kamu benar - benar ingin sembunyi, diamlah disana. kali ini akulah yang akan menghampirimu!" kata yoo jin sambil mengepalkan tangannya.


Distudio pemotreran.


"dari tadi aku nggak bisa menghubungi hye mi." kata pil suk.


"oh, tadi kakaknya menelpon. dia mengatakan kalau hye mi sedang punya masalah, dan nggak akan bisa dihubungi. dia bilang suruh menghubunginya saja kalau ada masalah yang penting." kata sekreraris pil suk


"benarkah? kira - kira kenapa ya?" kata pilsuk.


"ah, kalau itu saya kurang tau juga. karena kakaknya cuma bilang begitu." kata sekretaris itu.