Only you

Only you
KTHU ~ 24.



"cobalah seperti bermimpi!" kata fotografer hye mi.


" ya, benar seperti itu." ucap nya lagi.


"baiklah, sudah cukup sampai disini. kerja bagus untuk semuanya."


"hye mi tunggu!!" teriak pil suk.


"kamu mau kemana hah?. wahaha gimana cerita perjalananmu dengan pacarmu? ceritakan soal malam bergelora itu padaku.!!" kata pil suk.


"maaf membuatmu kecewa, tapi tidak terjadi apa apa kok." jawab hye mi.


"apa.!??" benarkah? bukan nya kalian cuma berdua saja selama dua hari satu malam.!! dan, nggak terjadi apa apa?. tunggu dulu, apa dia punya masalah kejiwaan?!! kok bisa bisanya dia nggak berbuat apa apa saat berduaan saja denganmu." kata pil suk.


"haha, aku rasa aku tidak semenarik itu.!!" kata hye mi.


"apa maksudmu? kamu itu sangat menarik." kata pil suk.


"ya sudahlah. aku ada janji sama pacarku. aku duluan yaaa daaahhh.." hye mi menemui yoo jin de sebuah kafe.


( aku memang bisa memahami situasi yoo jin, tapi kenapa, aku selalu merasa kecewa.!!aku merasa sepertinya hubungan kami nggak berkembang. aku merasa, cuma aku yang ingin melakukan nya. aku merasa bodoh sekali.!! ) gumam hye mi.


"hye mi, kenapa? sepertinya kamu nggak nafsu makan!! apa kamu nggak enak badan? atau ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya yoo jin.


"ah, nggak ada apa apa kok. kurasa aku capek karena syuting hari ini. mungkin karena sudah lama nggak kerja haha. tenang saja yoo jin aku baik baik saja, nggak usah khawatir."jawab hye mi.


yoo jin terdiam melihat hye mi hanya melamun saja. dan mereka berjalan pulang.


"hatchi.." hye mi bersin bersin.


"hye mi, apa kamu kena flu? hawanya mulai dingin. kayaknya sekarang sudah mulai musim gugur. harusnya kamu memakai sesuatu yang lebih hangat." kata yoo jin.


"haha, iya." jawab hye mi.


( cobalah lebih fokus pada betapa besar rasa sukamu padanya. lebih dari rasa khawatir bahwa dia akan meninggalkanmu.) yoo jin tiba tiba teringat ucapan baek hee. dan jangtung nya mulai berdetak kencang. tangan yoo jin hamoir meraih bahu hye mi.


"oh, ada telepon masuk. maaf ya yoo jin tunggu sebentar." kata hye mi menjauh untuk mengangkat telpon nya.


"oh. ok." jawab yoo jin.


"ada apa JB. kemarin kamu ngajak ketemuan, tapi malah nggak angkat telpon dariku. apa terjadi sesuatu.?" tanya hye mi mengangkat telpon dari JB.


"nggak aku lagi sibuk saja. hye mi, mengenai acara jalan jalan kita rencanakan besok aja yuk perginya." kata JB.


"besok?!! kenapa mendadak sekali?." tanya hye mi.


"kurasa aku mulai capek." jawab JB.


"baiklah, aku akan datang di jam itu." kata hye mi.


"ok. sampai ketemu besok." kata JB dan langsung mematikan telpon nya.


( kenapa mendadak sekali. apa terjadi sesuatu? ) gumam hye mi.


"siapa yang menelpon?" tanya yoo jin mendekati hye mi.


"oh, itu si JB. kami punya rencana jalan jalan bersama beberapa teman. dia hampir nggak pernah menyinggung masalah ini lagi, tapi tiba tiba saja dia mengajakku pergi. kedengarannya dia kurang sehat, ada apa ya?." kata hye mi.


"hah.." hye mi kaget dan langsung menoleh ke arah yoo jin.


"jangan ikut jalan jalan itu." ucap yoo jin.


"kamu nggak mau aku ikut? tapi, kenapa kamu tiba tiba mengatakan hal itu?. dari dulu aku sudah janji mau ikut, jadi aku nggak bisa tiba tiba membatalkan nya." jawab hye mi.


"tetap saja jangan pergi!! kenapa kamu nggak sadar juga, bagaimana mungkin kamu mau ikut jalan jalan itu. walaupun mereka teman temanmu, mereka itu tetap cowok.!! kata yoo jin kesal.


"oh, nggak JB dan samdong itu sudah seperti anggota keluargaku. nggak apa apa, kami juga nggak ada perasaan satu sama lain kok." jawab hye mi.


"itu kan menurutmu. kamu nggak akan pernah tau apa yang mungkin terjadi." kata yoo jin.


" apa maksudmu dengan terjadi? hingga sekarang kan nggak terjadi apa apa." jawab hye mi.


"kenapa kamu berpikir seperti itu?. kamu boleh saja menganggap mereka teman, tapi tetap saja mereka itu kan cowok." kata yoo jin.


"kamu nggak akan tau, bagaimana mereka akan berubah kalau ada kesempatan, walaupun mereka nggak punya perasaan cinta. nggak peduli siapapun mereka kamu harus..." ucapan yoo jin terpotong oleh hye mi.


" tapi, kamu kan, nggak. waktu bersamamu,


tidak terjadi apa apa. kalau diantara pasangan yang saling mencintai saja tidak terjadi apa apa, apa yang bisa terjadi antara mereka yang hanya teman.!!" hye mi berbicara dengan memalingkan wajahnya.


yoo jin mengepalkan tangan nya saat mendengar ucapan hye mi.


"itu, karena aku..." yoo jin tidak sanggup untuk mengatakan nya.


"lakukanlah semaumu. dari awal kamu kamu juga nggak peduli dengan perasaanku." yoo jin memalingkan wajahnya juga mereka sudah tidak saling pandang satu sama lain.


"bagaimana denganmu?. rasa sukamu padaku bahkan tidak sebesar itu.!!" teriak hye mi yang langsung berlari pergi sambil menangis meninggalkan yoo jin.


yoo jin hanya bisa diam terpaku melihat hye mi berlari pergi.


itu menjadi perdebatan yang besar antar mereka berdua.


( karena beberapa hal aku menjadi marah, aku nggak bermaksud mengatakan hal seperti itu.) gumam hye mi.


"huuu huuu huuu... apa ini? kenapa aku menangis? hiks, hiks." hye mi menangis di dalam kamarnya merasakan kekecewaan nya pada yoo jin.


( sebenarnya aku nggak tau apa kah yoo jin benar benar menyukaiku, sebesar aku menyukainya.!! akulah yang selalu mencoba untuk mendekatinya. rasanya, yoo jin nggak pernah beranjak dari posisinya selama ini.) gumam hye mi yang masihbsaja menangis.


"kenapa hyemi? kamu terlambat. matamu kenapa kok kelihatan bengkak?" tanya JB yang sudah menunggunya didepan mobil.


"nggak apa apa kok, ini cuma.. eh, ngomong ngomong mana samdong? bukannya kalian datang berdua?." kata hyemi.


"ah, dia masih ada tugas. jadi nanti akan nyusul. kita jalan duluan saja." kata JB.


"hei JB. aku sudah lama memikirkannya. dan menurutku ini bukan ide yang bagus. maksudku, acara jalan jalan kita. aku sedikit khawatir lada yoo jin. maafkan aku JB, tapi gimana kalau..." hyemi terdiam saat JB memotong perkataan nya.


"terus, bagaimana denganku?. bagaimana dengan perasaan ku!! perasaan nya sangat penting bagimu, tapi apa kamu tidak peduli kalau aku mengalami masa yang sulit. bukankah kita teman baik, aku ada disisimu setiap kamu membutuhkanku. tapi, kamu tidak mau menemaniku saat aku membutuhkanmu?." kata JB dengan kesal.


"nggak, bukan itu maksudku." kata hye mi.


"kalau bukan itu maksudmu, ayo masuk saja dulu." JB memaksa hyemi.