Only you

Only you
KTHU ~ 51.



( apa - apaan suasana ini? dia belum mengatalan apa pun. jangan - jangan ini pembicaraan soal putus!! benar juga, dia tiba - tiba ingin bicara dan sepertinya akhir - akhir ini dia sering manghindariku. benarlah perasaan nya padaku sudah mulai luntur? tapi, nggak, aku nggak mau.) gumam hye mi.


"hye mi, apakah kamu mau menikah denganku?" tanya yoo jin.


( apa? apa yang dia katakan? me, menikah dengan nya?. tenanglah hye mi, apa dia baru saja melamarku? tapi tanpa cincin dan tanpa ada upacara. ng, nggak bukan itu yang terpenting, aku pikir dia sudah berhenti menyukaiku! tapi kenapa menikah? aku bahagia sekali. tapi aku belum memberitau dia kalau aku ini seorang vampir! benat, aku bahlan belim sempat memberitau apa - apa pada yoo jin, dia masih belum tau tentang identitasku. dia sudah melamar hye mi yang dianggapnya manusia. tapi kalau sampai dia tau kalau aku ini seorang vampir, dia akan.... nggak aku nggak sanggup mengatakan padanya!! ) gumam hye mi yang merasa sangat bahagia dan juga bingung.


"maaf yoo jin, aku nggak pernah memikirkan soal itu. jadi untuk saat ini..." ucapan hye mi disela oleh yoo jin.


"jangan khawatir, aku cuma asal mengatakan nya. tentu saja, kamu kan punya kehidupan sendiri. mungkin, aku cuma ingin memastikan bagaimana sih perasaanmu padaku! maaf ya karena aku sudah mengatakan hal bodoh seperti itu." kata yoo jin dengan sedikit kecewa.


hye mi hanya terdiam setelah mendengar jawaban yoo jin. dia merasa sangat tidak enak, padahal dia ingin. tapi, dia tidak mau kalau yoo jin meninggalkan nya karena dia adalah vampir.


"kalau begitu, hye mi. apakah kamu mau meginap malam ini?" tanya yoo jin.


disisi lain baek hee yang sedang berada dirumahnya mengingat semua yang yoo jin ucapkan.


( "walaupun suatu hari nanti aku akan ditinggalkan, aku nggak sanggup melepaskan nya. dan kalau hye mi sampai harus meninggalkanku dan pergi, saat itu aku akan merelakan nya." kata yoo jin.


"kenapa kamu berpikir seperti itu? apa kamu nggak peduli kalau nanti kamu akan terluka?" tanya baek hee.


"nggak! kalau memang itu yang hye mi inginkan, aku rela." kata yoo jin. ) di ingatan baek hee.


"nggak, jangan hye mi. kumohon!" kata baek hee sambil termenung menatap kearah jendela.


didalam kamar yoo jin;


( apa yang terjadi? padahal sebelumnya dia selalu menolak ku. jadi kenapa dia, apa kami bisa melakukan nya? tapi sekarang, tiba - tiba saja aku jadi ingin merasakan dia.) gumam hye mi.


"yoo jin, pelan - pelan saja. nanti kalau kamu sampai pingsan lagi." kata hye mi.


"aku baik - baik saja kok. kalau kamu juga nggak apa - apa." jawab yoo jin sambil mencium hye mi.


( aku bisa merasakan energinya dari ujung jemarinya, dari bibirnya, dari nafasnya. pikiranku jadi kosong.) hye mi sangat menikmati sentuhan demi sentuhan yang di berikan oleh yoo jin.


"hye mi, aku rela kalau kamu ingin meninggalkanku. walau selama ini kamu hanya memanfaatkanku, walau aku hanyalah alat untuk memenuhi kebutuhan jasmanimu. jadi, hari ini lakulanlah semua yang kamu inginkan." kata yoo jin.


hye mi kaget dan langsung bangun dari tidurnya.


"aku sudah tau tujuanmu mendekatiku sejak awal. dan mencoba menyembuhkan OCD ku, semua yang kamu lakukan hanyalah agar kamu bisa menyentuhku." kata yoo jin dan duduk di tempat tidur.


"yoo jin, apakah kamu baru saja menemui kakaku? apa saja yang sudah dia katakan?" tanya hye mi sambil duduk dersandar ditempat tidur.


"semuanya, bahwa kamu cuma mau mendekatiku agar bisa melakulan kontak fisik denganku, dan bahwa kamu akan meninggalkanku segera setelah kamu tidur denganku." kata yoo jin.


"kamu salah yoo jin!! bukan seperti itu!! ya, awalnya mungkin aku punya tujuan lain. tapi sekarang, aku sungguh - sungguh." kata hye mi dengan tegas.


keadaan bagitu sunyi, yoo jin terdiam dan hye mi pun merenungi semuanya.


( benar awalnya dia benar - benar nggak lebih dari buruan, aku ingin mendekatinya karena dia sangat lezat. dan aku akan bisa menyentuhnya kalau OCD nya sembuh. aku bisa menyentuhnya kalau kami pacaran, aku nggak pernah memikirkan bagaimana perasaan nya, aku hanya melakukan apa pun semauku. tapi sekarang keadaan nya berbeda, aku benara - benar menyukainya. aku dihukum karena selama ini aku begitu egois, pada akhirnya itu salahku sampai yoo jin berpikir seperti ini. kalau aku menceritakan padanya bahwa dulu itu karena aku seorang vampir. sekarang sudah terlambat, kalau dia nggak bisa menerima hal yang kukatakan. maka...) lamunan hye mi buyar saat yoo jin bicara.


"nggak apa - apa. tulus ataupun tidak, itu nggak masalah, aku bisa menerimanya." kata yoo jin menatap hye mi yang mulai meneteskan air mata.


"nggak," hye mi mendorong yoo jin tidur di tempat tidurnya.


"hye mi!" kata yoo jin yang kaget melihat sikap hye mi.


"kalau begitu, kenapa kamu nggak lihat dulu. apakah aku akan tetap di sini atau tidak setelah kita melakukan nya. aku akan membuktikan nya padamh." kata hye mi.


"ah, hye mi tunggu. hentikan hye mi." kata yoo jin. tapi hye mi tidak memperdulikan ucapan yoo jin, dia terus mencium dan menyentuh tubuh yoo jin.


"hentikan,hye mi. hentikan jangan lakukan ini!! aku nggak mau melakukan nya seperti ini." kata yoo jin.


"kenapa? kamu pikir kenapa aku menunggu selama ini! kalau aku cuma ingin main - main, aku nggak akan menunggu. tapi saat kamu bilang kamu nggak mau, aku mundur, aku menunggu dan menahan diri. jadi ketika tiba saatnya kamu membuka diri, itulah saatnya. aku butuh penegasan, sama seperti pasangan lain nya. kamu tau nggak betapa sulitnya aku menghadapi perasaanku sejak bertemu denganmu? semua orang nggak menyetujuinya, dan bilang pacaran denganmu adalah ide yang buruk. tapi aku nggak peduli karena aku benar - benar menyukaimu! hadi tolong izinkan aku membuktikan perasaanku padamu." kata hye mi.


"hye mi!" kata yoo jin yang masih berbaring ditempat tidur.


"aku akan menunjukan nya sendiri padamu." kata hye mi.


hye mi hampir membuka kaos yoo jin, tapi yoo jin menahan tangan hye mi dan kemudian mendorong hye mi berbaring ditempat tidur.


"tunggu hye mi berhenti, ku bilang berheti!!!" kata yoo jin.


"kenapa kamu nggak percaya padaku? apa sekarang perasaan ku nggak berartin apa - apa lagi bagimu, yoo jin?" kata hye mi sambil menutupi wajahnya dan menangis.