
"tentu saja aku masih berhati hati, tapi dalam hal tertentu." kata yoo jin.
"kamu mengalami gejala tertentu?" kata baek hee.
"maaf, maksudnya apa?" jawab yoo jin.
"katakanlah setelah kamu bersentuhan, apa kamu merasakan perubahan rasa pada tubuhmu? atau ada reaksi di area tertentu.!" tanya baek hee.
"aku nggak tau, aku perlu menjelaskan hal seperti itu dengan detail." jawa yoo jin.
"oh, bukan. bukan itu maksudku." kata baek hee.
"yah, saat kami pertama kali berciuman, aku tiba tiba saja pingsan, mungkin karena kaget." kata yoo jin.
"hei yoo jin, boleh aku tanya sesuatu padamu? perasaanmu pada hye mi apakah benar benar tulus.! aku penasaran bukan sebagai doktermu, tapi sebagai kakak hye mi. seberapa serius perasaanmu terhadap hye mi? kamu pernah mengataka sebelumnya kan! untuk menyembuhkan ini, kamu butuh sesuatu yang besar untuk memotivasi dirimu." kata baek hee dengan wajah serius.
"bagiku, itu adalah hye mi. dia adalah sumber motivasiku yang terpenting, yang bisa membuatku mengubah kebiasaan buruk ku. mungkin ini pemikiran yang bodoh, tapi suatu hari nanti aku ingin menikah dengan hye mi. hidup berkeluarga dan bahagia selamanya. setulus dan seserius inilah perasaanku padanya.!" jawab yoo jin.
"pertemuan nya sudah selesai sampai bertemu di depan rumah sakit" pesan dari yoo jin.
"ah, bagus sekali. aku akan segera kesana." jawab hye mi setelah membaca pesan yoo jin.
"hye mi, apa kamu sudah lama menunggu?" tanya yoo jin.
"nggak aku baru saja tiba, sepulang kerja aku langsung ke sini. bagaimana terapinya, lancar?" kata hye mi.
"ya, kamu beneran nggak mau mampir sebentar?" tanya yoo jin.
"kalau aku masuk kesana, bisa jadi aku nggak akan keluar lagi." jawab hye mi.
"hahaha itu terlalu berlabihan." kata yoo jin.
"kamu mau mampir makan malam sebelum pulang?" tanya yoo jin.
"ya, sempurna!" jawab hye mi.
yoo jin memandangi hye mi sambil berjalan dan menggandeng tangan nya, seakan takut kehilangan.
"bodoh sekali!! memiliki keluarga? kalau dipikir betapa dalam perasaan nya terhadap hye mi, kasihan yoo jin. inilah alasan nya pacaran dengan manusia itu merepotkan sekali. dan apa yang sedang hye mi rencanakan? kalau yoo jin sebaik ini padanya, dia harus mengakhirinya. mengapa sampai melakukan kontak fisik sejauh ini, kalau cuma energinya yang terus hye mi serap." kata baek hee.
baek hee tidak sengaja melihat ke arah jendela. dia kaget melihat hye mi dan yoo jin sedang bergandengan tangan. baek hee melihat hye mi tersenyum lepas bersama yoo jin seakan dia sangat bahagia dab nyaman bersama yoo jin.
"hah, hye mi. nggak mungkin kan kamu..." kata baek hee.
"hari hari semakin singkat. musim gugur nggal berlangsung lama, jadi mungkin sebentar lagi akan datang musim dingin." kata yoo jin sambil berjalan pulang bersama hye mi.
"hei hye mi." kata yoo jin.
"iya." jawab hye mi.
"bolehkan aku mencium mu?" tanya yoo jin.
hye mi mendengar pertanyaan yoo jin merasa kaget dan terhenti sejenak tidak menjawab apa apa.
( benar, aku bahagia. aku bisa merasakan kehangatan energi yoo jin.) gumam hye mi.
"kamu tau nggak, hye mi. aku ingin memelukmu. aku menginginkanmu hye mi, aku bukan bermaksud ingin melakukan sesuatu sekarang juga. tapi saat aku sudah siap, aku akan menghampirimu." kata yoo jin
sesampainya dirumah hye mi mengingat ucapan yoo jin dijalan tadi! dia membersihkan diri dan langsung menuju tempat tidurnya.
"apa maksud perkataan itu? sama sepeti yang kuinginkan?! oh, ya ampun! sekarang aku harus bagaimana? yoo jin adalah ciuman pertama ku dan pacar pertamaku. ka, kapan hal itu akan terjadi? aku jadi groegi. akhirnya kami akan menyatakan perasaan cinta seperti yang lainnya." hye mi memeluk bantalnya dan wajahnya mulai memerah.
"nggak aku nggak sanggup melihatnya.! rupanya hal seperti itu terlalu berlebihan."yoo jin menyetel video pasangan di laptopnya. dan dia langsung mematikan nya saat melihat kejadian yang berlangsung divideo itu. kemudian dia mulai membaca buku rahasia pria dan cara membahagiakan wanita.
"oke, kalau begitu kita membaca buku saja." yoo jin membaca bukunya.
"ke, kenapa semuanya dijelskan dengan gambar secara detail!! apa yang harus kulakukan, kalau dari halaman pertama saja sudah seperti ini.!! teriak yoo jin langsung menutup buku bukunya.
"aku harus bagaimana? nasi sudah menjadi bubur. tapi aku tidak pernah memikirkan hal yang berhubungan dengan ini." kata yoo jin yang tiduran di lantai dengan buku buku yang berserakan.
( rupanya hye mi punya banyak pengalaman. dia adalah ratunya teknik yang membuat pria bertekuk lutut padanya.! dia pastu nggak akan puas dengan seseorang yang nggak berpengalaman sepertiku.!! apa aku akan bail baik saja.?! ) gumam yoo jin.
"ting tong" bel rumah yoo jin berbunyi.
"hm, ada pengantaran paket!" yoo jin membuka kan pintu.
"oh, ada apa kamu kemari?" tanya yoo jin ternyata yang datang adalah shiwan.
"kebetulan aku lagi disekitar sini, jadi sekalian mampir. maaf, sekalian aku ingin tau tentang kemajuan naskahnya juga. karena sepertinya kamu sibuk sekali akhir akhir ini!" jawab shiwan.
"oh, begitu ya!" kata yoo jin dengan wajahnya yang mulai pucat.
"silahkan masuk." kata yoo jin.
"perusahaab sudah menunggu nunggu. begitu pekerjaan disini selesai, kami akan memulai promosi. jadi aku ingin melihat progresnya. karena ini novel thriller, mereka bilang mungkin waktu yang paling tepat untuk menerbitkan nya adalah musim panas besok." kata shiwan.
"yah, perkembangan nya berjalan lancar. jangan khawatir!" kata yoo jin.
"rupanya aku mengganggu waktu pribadimu.!!" kata shiwan melihat buku yang dibaca yoo jin tadi terbuka dan gambarnya terlihat oleh shiwan.
yoo jin langsung membersihkan buku buku itu.
"ah, nggak kok. nggak sama sekali. ini bukan seperti seperti yang kamu pikirkan." kata yoo jin dengan malu.
"boleh aku melihat sampai mana bukunya?" kata shiwan.
"ah, iya kalau kamu mau menunggu sambil membacanya." kata yoo jin. yoo jin terdiam sejenak mengingat video yang dia lihat tadi belum di matikan olehnya. dan shiwan sudah membuka laptopnya saat yoo jin menoleh.
"tu, tunggu dulu itu..." wajah yoo jin sangat pucat saat shiwan sudah melihat video itu.
"aku rasa masa pubertasmu datangnya agak terlambat." kata shiwan.
"semua cowok suka nonton begituan, jadi tenang lah kamu nggak perlu malu.!" kata shiwan.
"eh, sebenarnya... a, aku menonton nya bukan untuk hiburan. tapi untuk mempelajari nya." kata yoo hin dengan wajah memerah.