
"kenapa yang kulakukan tidak bisa menggapaimu? saat semua yang kulakukan dan kukatakan..." ucapan hye mi terhenti saat yoo jin memeluknya.
"maaf, maafkan aku hye mi. bukan begitu, maafkan aku, aku salah, aku cuma memikirkan diriku sendiri. hatiku bimbang, jadi aku menutup mata terhadap perasaanmu. maafkan aku, aku benar - benar menyesal. jangan menangis hyemi, kumohon!!" kata yoo jin sambil memeluk hye mi yang sedang menangis.
"sungguh, aku sula padamu. sungguh yoo jin aku menyukaimu." kata hye mi.
kemudiam yoo jin menenangkan hye mi. yoo jij dan hye mi duduk dan mereka mulai bicara.
"awalnya aku nggak mempercayainya, tapi setelah itu, aku nggak mengerti kenapa kamu tiba - tiba muncul dihadapanku, kenapa kamu bisa suka sama orang seperti aku. lalu kurasa, pada suatu titik aku mulai meragukanmu. aku sungguh menyesal." kata yoo jin.
"kalau begitu, seharusnya kamu tanya dulu padaku." kata hye mi.
"maaf! jangan menangis lagi.!" kata yoo jin.
"sejujurnya aku takut, aku takut kecurigaanku akan terbukti. kamu begitu penting bagiku, aku takut bahwa mungkin aku akan kehilanganmu. itulah sebabnya aku nggak berani bertanya padamu." kata yoo jin.
"kupikir perasaanmu padaku lah yang mulai memudar. karena kamu terus menyingkirkanku, dan membuat alasan kalau kamu sibuk! aku selalu merasa ditolak. selama ini, aku selalu merasa khawatir" kata hye mi sambil menghapus air matanya.
"kenapa bisa begitu? kamu kan orang yang sangat spesial dalam hidupku! yang kukatakan tadi itu sungguhan, nggak apa - apa kalau kamu mau meninggalkanku." kata yoo jin.
"siapa yang akan meninggalkan siapa? kamu lah yang membuatku merasa bimbang. jangan pernah berpikir seperti itu, karena nggak peduli apapun yang terjadi, aku nggak akan pernah meninggalkanmu." kata hye mi.
"maafkan aku hye mi, aku sudah membuatmu menangis, terutama setelah aku bilang nggak akan membuatmu meneteskan air mata." kata yoo jin sambil memeluk hye mi.
"pembohong!" kata hye mi.
"iya, maaf." kata yoo jin.
( kami benar - benar saling menginginkan, jadi kenapa...) lamunan hye mi terhenti.
"yoo jin, aku harus pergi kesuatu tempat." kata hye mi.
hye mi keluar dari rumah yoo jin. dan dia pergi kerumah baek hee.
"masuklah, aku tau kamu pasti akan datang." kata baek hee sambil membukakan pintu.
"kenapa kamu melakukan itu? mengatakan hal - hal seperti itu pada yoo jin. kamu kan sudah bilang sebelumnya, bahwa ini nggak apa - apa. kamu bilang, aku boleh melakukan apa saja yang kumau. didepanku kamu bersikap seakan memahamiku, jadi kenapa kamu lakukan ini dibelakangku? hei, ngomong dong!!" bental hye mi dengan kesal.
"apa kamu bilang?" kata hye mi.
"persis seperti itu. kalau aku bisa memisahkan kalian berdua, aku akan melakukan apa pun untuk menghalangi hubungan kalian." kata baek hee.
"kami ini kenapa sih! kenapa kamu bersikap begini!! dulu kamu nggak seperti ini baek hee, kamu memang suka menggangguku, tapi kamu selalu mendukungku, dan kamu selalu membelaku. jadi kenapa? apa yang nggak kamu suka dari hubungan kami? apa salah kami padamu?! " kata hye mi sambil berteriak kesal pada baek hee.
"itu karena kamu menyukai dia. kamu pikir aku nggak akan tau bagaimana perasaanmu terhadapnya?." kata baek hee.
"yun baek hee." kata hye mi.
"awalnya aku mengira semua itu untuk berburu. dan pacaran demi untuk menyentuhnya itu nggak masalah, itu hal yang bodoh. tapi kalau untuk mu hye mi, aku bisa mengerti!. tapi sampai disuatu titik aku sadar, bahwa alasan nya nggak sedangkal itu. cara kamu menatapnya, berbicara dengan nya, dan bertingkah saat kamu di dekatnya. setelah itu banyak hal pasti akan berubah. aku harus melakukan apa pun semampuku untuk menghentikan hubungan kalian! dia itu manusia, apa kamu pikir aku akan merestui hubungan kalian? sadarlah go hye mi, kenapa kamu begini sih!!" kata baek hee.
"kita itu vampir, kita hidup dengan menyerap energi manusia. yoo jin akan terus kehilangan energinya selama kamu bersamanya. apa kamu pikir hubungan seperti itu akan bertahan lama? walaupun kamu menyebutnya cinta, vampir dan manusia nggak akan pernah bisa bersatu. aku nggak tau kenapa kamu bisa punya perasaan padanya, tapi itu hanya karena energinya terasa sedikit berbeda dari kebanyakan orang. kamu bingung untuk membedakan santapan lezat dengan kepuasan. dan itu nggak akan ada habisnya, jadi jangan sampai kamu terjebak di dalam nya. kamu menikmati perburuan lebih dari semua orang yang lain kan? kembalilah ke kehidupan normalmu hye mi. jadi, sebelum kabar ini sampai ketelinga ayah, maka kita harus..." ucapan baek hee di sela oleh hye mi.
"nggak, aku nggak salah menilai. perasaan yang selama ini kurasakan, dan perasaanku pada yoo jin, itu nyata. ya kamu benar, dulu aku menganggap manusia nggak lebih dari sekedar makanan. dia memang hanya seorang manusia, tapi dia berbeda aku tau itu, tapi aku nggak bisa menipu diriku sendiri. hal yang nggak pernah kurasakan saat bersamanya, kebahagiaan yang luar biasa, dan kelegaan, nggak pernah ada waktu dimana semua itu sekedar mimpi, semuanya itu nyata." kata hye mi sambil mengepalkan tangan nya karena emosi.
"memandang yoo jin hanya sebagai santapan, aku nggak bisa melakukan itu. nggak apa - apa kalau aku nggak bisa menyentuh yoo jin lagi, yang ku inginkan bukanlah energinya, aku akan menceritakan semua nya pada yoo jin." kata hye mi.
"hye mi." kata baek hee merasa sangat terkejut.
"sekarang aku akan menceritakan dengan sejujurnya bahwa aku adalah vampir. dan aku akan berusaha mencari cara agar kami bisa hidup bersama. walau kamu menghalangi, aku nggak akan menyerah." kata hye mi dengan sangat gigih.
"hentikan hye mi! sadarlah!! nggak ada gunanya, kamu nggak akan bisa pacaran dengan manusia." kata baek hee sambil memegang tangan hye mi.
"lepaskan, biarkan aku sendiri!!" kata hye mi.
"dengarkan aku, pada akhirnya hal yang sama akan terjadi seperti waktu itu. semuanya akan menjadi berbahaya.!!" kata baek hee.
hye mi terkejut mendengar ucapan baek hee, dan langsung terdiam.
"apa? sama seperti waktu itu?.. ber, bahaya?! apakah terjadi sesuatu pada diriku?" tanya hye mi.
"nggak, nggak kok. nggak terjadi apa - apa kok hye mi. nggak, bukan seperti yang kamu kira, jadi jangan kamu pikirkan kumohon dengarkanlah kata - kataku, dengan begitu nggak akan terjadi apa - apa. jadi jangan mencoba mengingat apa pun ya." kata baek hee sambil memeluk hye mi.