Only you

Only you
KTHU ~ 45.



"disini ada semak - semak, ini tempat persembunyian yang sempurna! dan dibawah batu ini tidak akan terlihat. atau diatas pohon itu." hye mi sibuk mencarikan tempat persembunyian mayat untuk cerita novel yoo jin.


"dia sama sekali tidak mau mendengarkanku." kata yoo jin yang berdiri memperhatikan tingkah hye mi.


"yoo jin, di sini juga bagus daun - daun nya ditumpuk disini, kamu nggak akan bisa melihat apa yang ada dibawah." kata hye mi.


tiba - tiba hye mi terpeleset.


"aaaaa..." teriak hye mi.


"hye mi, apa kamu terpeleset? apa kamu terluka?" tanya yoo jin menghampiri hye mi dengan panik.


"yoo jin, ketemu!! lihat, disini ada lubang besar yang tetutup oleh dedaunan yang gugur. kalau disini, agak dalma sedikit nggak ada yang menyangkanya! lihat kan, apa yang aku bilang, kamu akan terbawa suasana dan ide nya langsung muncul begitu saja!!" kata hye mi.


"hahaha, kamu itu lagi ngapain sih?" tanya yoo jin sambil tertawa.


"eh, kenapa kamu malah tertawa?" tanya hye mi.


yoo jin menarik hye mi naik, dan mengajak bya duduk dibangku. kemudian yoo jin memberikan obat pada luka hye mi.


"nih, hati - hati. kamu itu model, tubuhmu adalah hartamu yang no 1. digunung juga bisa berbahaya" kata yoo jin.


"ngomong - ngomong, aku selalu penasaran isi tas yang selalu kamu bawa itu, ternyata peralatan p3k ya." kata hye mi.


"ini cuma kebiasaan, dan ternyata hari ini berguna kan? nah, sekarang sudah selesai. kita turun yuk!" kata yoo jin.


"maaf, aku hanya ingin membantumu. walaupun hanya sedikit yang bisa ku lakukan. aku ingin mengurangi ke khawatiranmu." kata hye mi.


( ya, benar. dia nggak akan begitu.) gumam yoo jin sambil menatap hye mi.


"hye mi, apa kamu tau pepatah ini? kamu tetap bisa menolong, walau pun nggak melakukan apa - apa." kata yoo jin.


mereka akhirnya pulang, dan di apartemen;


"malasih ya, berkat kamu semua ke khawatiranku sudah hilang!" kata yoo jin.


"aku senang karena akhirnya masalahmu nggak tambah rumit." kata hye mi sambil tersenyum.


"beristirahatlah, jalan - jalan tadi oasti membuatmu capek." yoo jin membuka pintu rumahnya.


"eh, tu, tunggu yoo jin." hye mi menghadang yoo jin yang mau masuk kerumahnya.


"kita sudah lama nggak berkencan, jadi jangan cepat - cepat pulang dulu! ini kan masih sore." kata hye mi.


"tinggal lah lebih lama, kita belum menyelesaikan yang sudah kita mulai. jadi, apa kamu mau menemaniku malam ini?!" tanya hye mi.


mendengar perkataan hye mi yoo jin menjadi terdiam dan kaget.


"apakah kamu mau menginap bersamaku malam ini?" tanya hye mi.


"hye mi, kurasa aku agak capek hari ini. hari ini kan kita naik gunung, aku juga harus fokus menyelesaikan pekerjaanku. kita masih punya banyak waktu kan? kita juga bakal bertemu setiap hari! pelan - pelan saja." kata yoo jin dan langsung masuk rumahnya.


dirumah hye mi;


"ah, kupikir fantasi cinta yang menarik sudah menungguku saat aku kembali. aku juga sudah lama menahan keinginanku!!" kata hye ki kemudian hye mi mandi.


( sepertinya aku terlalu berharap, sekarang keluargaku nggak akan ikut campur, dan aku juga tau bahwa walaupun bersama manusia, kalau kita bisa mengontrolnya dengan cukup baik, pasti tidak akan timbul masalah apa - apa. kupikir kami bisa bersama - sama lagi tanpa rasa khawatir.) gumam hye mi sambil mandi.


"siapa yang mengira dia bakal sesibuk ini, aku nggak bisa ngomong apa - apa karena ini masalah pekerjaan. aku ingin segera memeluknya, aku ingin kami lebih kelihatan seperti sepasang kekasih betulan." kata hye mi.


"ah, biarin deh, nggak perlu buru - buru seperti yang dia bilang! kami masih punya banyak waktu." hye mi kemudian ganti baju.


dirumah yoo jin;


"nggak, apa sih yang aku pikirkan? seperti orang bodoh saja. hye mi, hye mi nggak akan melakukan itu." kata yoo jin.


( akhirnya aku menghindarinya. aku percaya pada hye mi, dan perasaan yang dia tunjukkan padaku benar - benar tulus, itu saja sudah cukup. tapi, ada sisi lain dari diriku yang berbisik, "apakah kamu sungguh berpikir bahwa apa yang kamu lihat itu benar? pikir deh! kenapa dia mau memilih orang seperti dirimu, bukan kah itu aneh? bagaimana kalau sejak semula dia cuma ingin mempermainkanmu?") gumam yoo jin dan sisi lain dari dirinya yang bertentangan.


"nggak mungkin, nggak mugkin, nggak mungkin!! karena untul membuatku membuka diri padanya kan butuh usaha keras dan waktu yang lama sekali. dengan nya lah aku melalui itu. tapi bagaimana kalau aku ditelantarkan lagi..." kata yoo jin dengan pikiran nya sendiri.


keesokan harinya di studio pemotretan hye mi;


"mari kita mulai wawancaranya sekarang. ini bukan pertanyaan yang sulit, jadi jangan terlalu lama memikirkan nya. tujuan kami adalah berusaha agar para model lokal kita lebih dikenal. jadi katakan saja apa yang sedang terlintas dibenakmu." kata pewawancara itu.


"oh, baik." jawab hye mi.


"nona hye mi, kamu terpilih menjadi model pertama diseluruh negeri untuk menjadi duta parfum ux. bagaimana perasaanmu?" tanya pewawancara itu.


"rasanya seperti mimpi. inilah yang inginku lakukan sejak aku memulai karir modeling. jadi aku merasa ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa, dan aku bertekad untuk bekerja semaksimal mungkin!" jawab hye mi.


"aku melihat fotomu dengan model pria, suasananya luar biasa. apa dia pacarmu?" tanya pewawancara itu.


"ah, pada saat itu kami hanyalah teman." jawab hye mi.


"pada saat itu, artinya sekarang sudah berbeda kan?" tanya pewawancara itu.


"iya, itu terjadi begitu saja haha" jawab hye mi.


"wah, bisakah kita menceritakan hal itu dulu, agar suasananya jadi lebih akrab." tanya pewawancara itu.


"hah, sepertinya kamu bersemangat sekali." jawab hye mi.


"ceritakan padaku dong." tanya pewawancara itu.


" yah, sekarang kami memang sudah pacaran." jawab hye mi.


hye mi menceritakan semuanya pada pewawancara itu.


"bagus sekali, terima kasih untuk wawancaranya. kamu yang akan tampil pertama dan ini akan jadi awal yang baik untuk kita." kata pewawancara itu.


"sama - sama. aku juga senang diwawancara. eh, ini akan dicetak kapan?" kata hyemi.


"em, ya setelah kami selesai mewawancarai semua model. mungkin dalam 2 atau 3 bulan lagi." kata pewawancara itu.


"nanti kalau sudah terbit aku minta dikirimi ya." kata hyemi.