
hyemi tidur dan bermimpi, didalam mimpinya hyemi melihat ayam yang semakin besar.
"aku ada di mana? kenapa pakaianku seperti ini lebay banget. apa aku di lokasi syuting?" kata hyemi.
"wah ada ayam, tapi kenapa ada ayam disini,? bodo amat lah kebetulan juga aku lagi lapar." kata hyemi sambil mau memakan ayam itu. tapi ayam goreng itu lari dan terus lari.
"hei ayam awas aja kalau kamu ketangkap ayam gorengku akan aku makan habis kamu nanti". kata hyemi mengejar ayam nya dan akhirnya tertangkap ayam itu.
"nah akhirnya kamu ketangkap kan, tapi kenapa ayamnya tambah besar". tiba2 ayam itu berubah menjadi yoojin.
"apa kamu masih menganggap aku sebagai ayam? apa aku masih makananmu?" tanya yoojin yang semakin mendekat.
"yoojin apa yang kamu katakan?." kata hyemi yang gugup.
"siapa aku bagimu?" tanya yoojin yang tambah mendekati mendekat dan hampir mencium hyemi. dan akhirnya hyemi terbangun.
"waaaaaaa..... hah ternyata cuma mimpi, tapi apa arti mimpi itu? kenapa ayam bisa berubah menjadi yoojin???" kata hyemi dan mengambil hp nya.
"hai sudah bangun, mau sarapan bareng?". tanya yoojin dalam pesan nya.
hyemi pergi ke apartemen yoojin.
"kamu terbangun karna aku yaaa?". tanya hyemi yang duduk dimeja makan.
"tidak aku memang sudah bangun dari tadi, aku masak pasta silahkan dicoba. biasanya kamu sarapan apa?". tanya yoojin.
yang ada difikiran hyemi sekarang:
( orang lewat, 1 2 3, tukang cat kuku dll)
"aku sarapan apa saja yang ada." kata hyemi tersenyum.
"oh iya hyemi apa kamu sudah bisa masak?".
"aku masih belum bisa masak, aku sangat oayah dalam urusan dapur haha". dalam fikiran hyemi: ( aku tidak perlu masak kalau untuk makan ).
"aku mau makan masakan kamu lagi lain kali." kata yoojin sambil menyantap pasta.
"asal kamu tidak keberatan makan mie instan". jawab hyemi.
"apa pun masakan kamu pasti enak." puji yoojin.
"biar aku bantu cuci piring, kamu kan sudah masak jadi gantian aku yang cuci piring." kata hyemi sambil mencuci piring.
"biar aku saja kamu duduk aja gak usah repot2." kata yoojin sembari mengambil piring di tangan hyemi, dan menyentuh tangan hyemi.
"hyaaaa... maaf aku tidak sengaja menyentuh tanganmu, baiklah aku akan duduk saja." seru hyemi salah tingkah.
( kenapa jantung ku berdegup kencang lagi saat menyentuhnya, apa karna mimpi odoh tadi malam?) gumam hyemi dalam hati.
"dengar ya hyemi, kamu bilang suka kalau bersentuhan? jadi apa yang kamu inginkan dariku?" tanya yoojin dengan serius sambil cuci piring...
"maksud kamu apa?" kata hyemi bingung.
"iya apa yang kamu inginkan dariku?" tanya yoojin lagi.
( apa yang aku inginkan darinya??? kalau aku mengatakannya apa dia akan mengizinkanku ) gumam hyemi dalam hati.
"hyemi..." panggil yoojin yang mengagetkan lamunan hyemi.
"a aa..ku mau tangan, ya aku mau menyentuh tanganmu itu aja." kata hyemi gugup.
"iya benar cuma itu saja hehe jadi kamu tidak usah berusaha keras." kata hyemi tersenyum..
"baiklah kalau gitu ayo kita berpegangan tangan." kata yoojin.
"baiklah." jawab hyemi dan mereka bergandengan. kemudian hyemi kembali ke apartemen nya.
"ada apa denganku kenapa aku bilang cuma ingin menyentuh tangannya, padahal ini adalah kesempatan bagus agar bisa menyerap energi nya lebih banyak." gerutu hyemi sendiri.
"dasar hyemi bodoh, kapan lagi coba dapat kesempatan yang baik seperti ini, walaupun menyentuh tangan nya sudah cukup. tapi aku masih ingin menyerap energinya lebih banyak lagi". kata hyemi kesal dengan diri sendiri.
"tapi kenapa aku berfikir ingin mencium nya? apa karna mimpi tadi malam?. masak iya aku mau memcium ayam". kemudian hyemi berfikir.
"sejak aku dan yoojin pergi ketaman bersama, aku selalu merasa canggung. ya mungkin itu alasan nya, tapi tetap saja aku tidak pernah membayangkan berciuman dengan orang lain." hyemi diam sejenak dan berkata "tapi bagaimana ya rasanya berciuman?" kata hyemi dan pergi mandi.
hp hyemi berdering ada pesan yang masuk.
"hyemi bisa keluar? aku ada di dalam mobil dibawah apartemen kamu." isi pesan dari JB.
"ok." jawab hyemi, kemudian hyemi langsung turun menemui JB.
"jadi habis kejadian tempo hari di taman bermain, manager ku marah banget sama aku dan samdong, akhirnya aku dan samdong dihukum gak boleh pergi keluar." kata JB.
"la terus kok kamu bisa keluar sekarang?" tanya hyemi.
"kebetulan hari ini aku dapat kelonggaran boleh keluar asalkan tetap di dalam mobil, aku cuma mau mastiin kamu baik2 saja kan?". kata JB.
"iya aku baik2 saja kok, JB aku mau tanya apa kamu..." hyemi ragu bertanya kepada JB tentang ciuman.
"tanya aja sih ada apa?".
"apa kamu pernah berciuman?" tanya hyemi.
"wah ada apa nih? apa sudah waktunya ya... aku dah nunggu lima belas tahun lho untuk ini, sini yayangmu akan memberimu ciuman." jawab JB sambil mengejek dan mendekai hyemi.
"hei, apaan sih kamu. jangan ambil kesempatan dalam kesempitan yaaa.." teriak hyemi. tiba2 JB terdiam dan bicara serius.
"jangan jangan kamu sudah ciuman sama manusia ya?". tanya JB sambil memandang hyemi.
"ya gak lah masak iya aku ciuman sama makanan aku sendiri". jawab hyemi tertawa.
"terus kenapa kamu tanya begitu?".
"aku cuma penasaran aja kayak apa sih rasanya ciuman,". kata hyemi.
seketika raut wajah JB menjadi serius.
"kita menyerap energi manusia dengan menyentuh kulit mereka secara langsung, tapi saat kamu berciuman, kamu cuma menyentuh sebagian kecil dari tubuhnya, gak lebih baik sih. bergandengan tangan lebih efisien dari pada berciuman. jadi bergandengan tangan saja sudah cukup." kata JB menatap hyemi.
"dan hyemi, berciuman itu cuma untuk orang yang kamu sukai. jadi jangan mencium dengan buruanmu dasar bodoh." kata JB mengelus kepala hyemi.
"si, siapa yang bilang aku akan menciumnya, aku gak bakal, aku gak mau menciumnya. kan aku sudah bilang aku cuma penasaran saja." kata hyemi,.
setelah turun dari mobil JB, hyemi terus merenungkan ucapan JB.
"seseorang yang kamu suka..!!. iya berciuman itu berbeda dengan sentuhan, seperti menunjukan rasa cinta. pasti aneh banget kalau aku sampai mencium buruanku kan?." gumam hyemi.
"iya aku ini vampir, dan buruan ya cuma buruan, mencium ayam? tidak akan." saat hyemi sedang bergumam hyemi dikagetkan suara laki2 dibelakangnya.