
"nggak sih, aku bukannya menyembunyikan darimu, tapi yah, sebenarnya aku ini..." ucapan hye mi terhenti saat yoo jin menyela pembicaraan nya.
"bersamamu aku, aku menyukai hubungan kita yang sekarang, hye mi yang kulihat. aku suka hye mi yang aku kenal saat ini. jadi, kalau ada sisi lain dari dirimu yang belum ku ketahui, aku nggak tau." kata yoo jin.
"ah, i, iya benar juga. maaf aku sudah menanyakan hal yang sangat bodoh." kata hye mi.
"sudah larut malam aku pulang dulu, kamu beristirahatlah!" kata yoo jin.
"ya, kamu juga yoo jin. makasih ya!" jawab hye mi.
yoo jin pergi dari rumah hye mi, dia pulang dengan memikirkan pertanyaan hye mi tadi.
dirumah baek hee;
"bagaimana perkembangan hye mi? nggak apa - nih membiarkan nya begitu saja." ayah hye mi menelpon baek hee.
"jangan terlalu khawatir ayah, aku sedang mengurusnya. mereka akan segera putus" jawab baek hee.
"baiklah kalau begitu." ayah nye mi menutup telpon nya.
( ya, mereka akan segera putus. segera!! ini adalah pilihan terbaik bagi kalian hye mi.) gumam baek hee.
selang beberapa menit yoo jin menelpon baek hee. dia mengajak baek hee bertemu di klinik besok pagi.
keesokan harinya diklinik baek hee;
"masuklah." kata baek hee menyambut yoo jin.
"maaf, semalam aku sudah menelponmu begitu larut." kata yoo jin.
"nggak apa - apa kok, yah walaupun aku sedikit kaget menerima telpon malam - malam darimu." jawab baek hee.
" kamu ingin menemuiku untuk membicarakan soal hye mi kan? kamu bisa mendiskusikan nya dengan ku. aku memang mengharapkanmu untuk datang." kata baek hee.
"aku telah memikirnya masak - masak beberapa waktu ini. waktu itu kamu mengatakan padaku bahwa hye mi cuma sedang berburu, bahwa dia mendekatiku hanya karena ingin berhubungan fisik.! kalau di ingat lagi, seperti yang kamu katakan. apa saja yang sudah dia katakan dan dia lakukan, sama sekali bukan hal biasa." kata yoo jin mengingat semua kenangan bersama hye mi.
"tiba - tiba dia bilang suka padaku saat dia sama sekali belum mengenalku. dan dia kadang - kadang juga menindasku untuk melakukan hal - hal tertentu seperti di kebun binatang. lalu saat dia bilang ingin membantuku menyembuhkan OCD ku. mungkin semua itu dia lakukan atas alasan pribadinya." kata yoo jin.
"apa kamu sudah bicarakan ini dengan nya?" tanya baek hee.
"belum, aku tidak sanggup kalau ternyata dia mengatakan bahwa itu benar! kalau memang hal itu benar aku akan..." ucapan yoo jin di sela oleh baek hee.
"kamu sudah melakukan yang terbaik yoo jin, aku tau betapa menderitanya kamu selama ini. dan mungkin nggak ada yang berubah. mungkin sekarang kamu bisa mulai mengakhiri hubunganmu dengan hye mi." kata baek hee.
"kenapa!! kenapa kamu mengatakan nya padaku. hye mi kan keluargamu, dia adalah adik yang kamu sayangi. kalau memang untuk kebaikannya, kamu kan bisa diam saja. jadi kenapa?" tanya yoo jin dengan sangat emosi.
"aku hanya merasa kamu nggak sepantasnya untuk ditinggalkan lagi. jadi karena itulah aku nggak bisa tinggal diam! karena nanti hidupmu akan hancur berantakan. aku tau hye mi sangat berarti bagimu, tapi dia itu bukan tipe orang seperti yang ada dibayanganmu. akan sulit meninggalkan nya, tapi sekarang kamu harus melindungi dirimu sendiri lebih dari segala sesuatu, utamakan dirimu dulu sebelum kamu terluka lebih dalam, jadi lebih baik kalau kamu mengakhirinya." kata bael hee.
"aku senang, akhirnya aku tau. karena seperti yang kamu bilang, sebaik nya bersiap - siap dan mengetahui bahwa kamu akan ditinggalkan dari pada nggak sama sekali. aku memang merasa sangat terluka sejak kamu memberitauku. aku benci pada diriku sendiri karena nggak percaya padanya, namun sebagian diriku masih tetap menaruh curiga padanya. aku sering bertanya pada diriku sendiri, bagaimana kalau yang dikatakan padaku itu memang benar, apa aku akan mampu meninggalkan dia? sayang nya kurasa aku nggak akan sanggup!" kata yoo jin.
"tapi..." kata hye mi.
"walaupun suatu saat nanti aku akan ditinggalkan, aku nggak sanggup melepaskan dia." kata yoo jin.
kemudian yoo jin pergi dari klinik baek hee..
hye mi pergi ke klinik otorpedi - kuat. untuk memeriksakan kakinya.
"kamu bisa pijat disana" kata suster.
"nggak terlalu parah kok, jadi besok kamu pasti sudah baikan. untungnya kamu segera menanganinya setelah kejadian. sekarang jangan bergerak dulu, berbaringlah sebentar." kata dokter.
"baiklah terima kasih" kata hye mi yang berbaring di tempat tidur klinik.
"wah, syukurlah ini nggak akan memengaruhi jadwalku. apa sebaiknya aku memejamkan mataku selama dipijat? semalam aku nggak bisa tidur." kata hye mi.
( aku nggak nyangka yoo jin akan berkata seperti itu kemarin. benar, bagi kebanyakan orang, menerima sisi lain seseorang itu memang sulit. kasus samdong sih pengecualian. jadi kalau kuceritakan hal yang sebenarnya padanya, dan dia nggal bisa menerimanya, maka ini akan menjadi akhir kisah cinta kami! nggak, aku nggak mau itu terjadi, aku benar - benar nggak mau. tapi apakah aku nggak akan pernah bisa menceritkannya padanya? bahwa aku ini seorang vampir.) gumam hye mi.
setelah selesai pengobatan kaki hye mi langsung barjalan pulang. saat baru keluar dari klinik hye mi memdapat pesan dari yoo jin.
"ada sesuatu yang mau aku katakan. datanglah!" isi pesan yoo jin.
"sesuatu yang ingin dia katakan? apa, ini membuatku penasaran" kata hye mi.
hye mi kemudian berjalan pulang. sesampainya di apartemen, dia langsung menuju rumah yoo jin.
"apa kamu sudah menemui dokter?" tanya yoo jin.
"iya, katanya nggak apa - apa karena cepat mendapatkan pertolongan pertama. aku sudah nggak terlalu sakit saat berjalan, jadi seharusnya aku akan segera sembuh. jadi, kamu ingin membicarakan apa?" kata hye mi.
"masuklah dulu, mau minum teh nggak?" kata yoo jin.
"oh, iya boleh." jawab hye mi.
kemudian hye mi duduk disofa, dan yoo jin datang dengan membawa dua gelas teh dan duduk di samping hyemi.
( apa - apaan suasana ini? dia belum mengatalan apa pun. jangan - jangan ini pembicaraan soal putus!!)