
Ayah hye mi mendapat telepon dari kantor kalau ada yang mau datang untul wawancara.
"baiklah, aku akan kesana sebentar lagi. Sampai jumpa!" kata ayah hye mi sambil menutup teleponnya.
"apa kamu mau pergi kesuatu tempat?" tanya ibu hye mi.
"ya, aku akan pergi kekantor sebentar." kata ayah hye mi.
"hari ini ulang tahun hye mi, tahun ini juga kita tidak bisa berbuat apa - apa untuknya! sayang, aku takut kelak aku harus mengucapkan selamat tinggal pada hye mi. Ini sudah tiga tahun, bagaimana kalau dia nggak akan pernah bangun lagi! seharusnya kita mencegahnya untuk tidak melakukan itu." kata ibu hye mi.
"janganlah kita sesali itu, karena itulah yang diinginkannya! tugas orang tua adalah menizinkan anak - anak mereka membuat keputusan yang mereka inginkan. sebesar cinta yang kita simpan! bagi hye mi, yoo jin adalah orang yang ingin dilindunginya, dan lebih berharga dari dirinya sendiri! Kita tunggu sebentar lagi." kata ayah hye mi.
Kemudian ayah hye mi pergi kekantor.
"halo pak, saya tidak akan mengganggu anda terlalu lama." kata gadis itu.
"ya, silahkan masuk!" kata ayah hye mi.
"nama saya Song Yunseo, senang bertemu dengan anda." kata yunseo.
Ayah hye mi begitu terkejut saat malihat gadis itu. Ternyata dia adalah gadis yang pernah dia selamatkan waktu itu.
"saya mendengar anda berencana memperbesar rumah pertolongan bagi anak - anak dan saya ingin membahasnya dengan anda." kata yunseo.
"kamu tumbuh dewasa dengan sangat mengagumkan!" kata ayah hye mi.
"eh, maaf pak, maksudnya?" kata yunseo.
"oh, tidak apa - apa saya cuma bersyukur kalau anak - anak tumbuh dewasa dan menjadi anak yang hebat." kata ayah hye mi.
"kalau begitu, bagaiman kalu kita mulai saja?anda tidak perlu tegang pertanyaannya mudah kok! anggap saja saya seperti anak perempuan bapak." kata yunseo.
"baiklah!" kata ayah hye mi.
Mereka kemudian mulai wawancara, setelah selesai yunseo izin pulang.
"terima kasih karena sudah mengizinkan saya menyita begitu banyak waktu anda, saya senang bisa bertemu dengan anda." kata yunseo.
"aku juga senang bisa bertemu denganmu!" kata ayah hye mi.
Kemudian mereka bersalaman. Ayah hye mi tersentak sejenak saat menyentuh tangan Yunseo.
"eh, tunggu! bolehkan aku memegang tanganmu sebentar?" kata ayah hye mi.
"tangan saya?" kata yunseo bingung.
Yunseo mengizinkan ayah hye mi memegang tangannya lagi.
"iya! begitu rupanya, terima kasib sudah datang menemuiku. Dan terima kasih karena sudah memberiku harapan." kata ayah hye mi dan melepas genggamannya.
JB dan sam dong merayakan ulang tahun hye mi.
"selamt Hye mi, sekarang umurmu sudah 25 tahun. Aku JB, bintang idola yang terkenal datang secara pribadi untuk merayakan ulang tahunmu, kamu terkesab nggak? aku bahkan merilis album solo baru lho! aku akan ikut kompetisi menyanyi dengan topeng, aku sudah tau lah pasti aku yang akan menang!lalu sam dong, sekarang mulai muncul di berbagai acara tv lho! kamu harus melihat aktingnya, lucu sekali." kata JB.
"hei, kenapa kamu nggak bilang kalau kamu sebenarnya juga tampil dan kamu payah sekali!" kata Sam dong.
Mereka mencoba menghibur hye mi yang belum sadar.
"hye mi, belum lama ini aku bertemu dengan yoo jin di studio. Dia sekarang jadi lumayan keren, tapi tidak sekeren aku tentunya! dia sangat merindukanmu, jadi kumohon sekarang bangunlah! karena aku juga tidal bisa hidup tanpamu, aku janji tidak akan menyebutmu bodoh lagi, jadi tolong bangunlah!" kata JB.
"suaramunyang berisik itu akan membangunkan nya, idiot! jangan terlalu khawatir, dia akan segera kembali, hye mi kuat kok!" kata sam dong.
"tapi bagaimana kalau dia tidak akan bangun?!" kata JB.
Tiba - tiba hye mi menggerakkan jari tangannya yang membuat JB terdiam dan kaget.
"eh, barusan tangannya..." kata JB.
"JB..!" kata hye mi.
"Baek hee.. huwaaaa... baek hee!" teriak JB karena sangat senang sampai menangis.
"ada apa JB, kenapa kamu berteriak?" kata Baek hee.
Semua keluarga hye mi berkumpul.dikamar hye mi, dan mereka sangat senang karena hye mi sudah sadar kembali.
"hei, benarkah yoo jin sekarang sudah menjadi penulis terkenal?" kata hye mi.
"hye mi, kamu baru sadar dan kamu langsung menanyakan tentang dia, aku jadi sedih huwa...." kata JB.
"aku menanyakannya karena aku mendengar semua yang kamu katakan tadi." kata hye mi.
"hye mi sayang! syukurlah kamu sudah kembali sadar." kata ibu hye mi.
"hye mi, kamu bisa menyentuh Yoo jin lagi, tapi sekarang tidak akan terasa apa - apa." kata ayah hye mi.
Hye mi kemudian langsung pergi menemui yoo jin yang sedang ada acara sesi tanda tangan novel di toko buku.
"siapa namamu?" tanya yoo jin pada seorang fans nya.
"namaku Lee Luna." kata gadis itu.
"terima kasih, ikuti terus bukuku yang selanjutnya ya!" kata yoo jin sambil memberikan tanda tangan di buku itu.
"bisa tolong sebutkan namamu?" kata yoo jin tanpa melihat siapa yang ada didepannya.
"bolehkan saya menyentuh anda sekali saja?" kata hye mi.
"eh, apa yang barusan kamu lakukan?" kata yoo jin kaget.
"eh, jadi yang dikatakan ayah itu benar? sekarang kamu sudah tidak ada rasanya lagi, padahal sebelumnya kamu begitu lezat!" kata hye mi sambil memegang tangan yoo jin.
Yoo jin yang sadar bahwa gadis itu adalah hye mi yang sangat dia rindukan, yoo jin langsung memeluknya.
"nggak, ini bukan mimpikan? ini benar kamu kan hye mi." kata yoo jij sambil memeluk hye mi.
Kemudian Hye mi mau memperkenalkan yoo jin pada keluarganya.
"apa aku sudah kelihatan oke?" kata yoo jin.
"susah kubilang, kamu tidak perlu khawatir. Kamu sudah kelihatan baik kok!" kata hye mi.
"tetap saja aku ingin memberikan kesan yang baik, karena inikan pertama kalinya aku memperkenalkan diriku kepada orang tuamu!" kata yop jin
"mereka akan menyukaimu, ayo kita pergi!" kata hye mi.
Mereka berdua pun bergandengan tangan menuju rumah hye mi.
"pak, bu, kedatangan saya kesini ingin melamar hye mi. Saya ingin menilahinya." kata yoo jin.
"apa? menikahinya! untuk seorang laki - laki yang hampir membuat nyawa putriku dalam bahaya, kamu benar - benar menuntut banyak ya, bukankah begitu? sekarang kamu berani mencoba untuk memilikinya!" kata ayah hye mi.
"pak! te, tenang sebentar!" kata yoo jin yang ketakutan.
"pak?! demi menyelamatkanmu putriku yang lebih berharga dari hidupku itu, hampir...." kata ayah hye mi.
"ayah! akulah yang mau melakukan itu, yoo jin tidak tau apa - apa soal itu." teriak hye mi.
"jangan begitu sayang, hye mi kan sekarang sudah siuman. Dan mereka mengaku, kalau mereka saling mencintai! aku setuju, dia tampan dan berbakat, dia akan menjadi pemandangan yang baik!." kata ibu hye mi.
"ibu, kamu benar - benar memahamiku!" kata hye mi.
"pemandangan apa?! memangnya aku tidak cukup ya!!" kata ayah hye mi.
"aku tidak pernah mengatakan itu, aku cuma bilang, akan lebih bagus kalau punya satu lagi!" kata ibu hye mi.
"ngomong - ngomong apa tidak apa - apa ya? kamu kan masih manusia, jadi akan seperti apa nanti kalau kamu jadi keluarga? mari kita coba rasakan, bagaimana pun juga kami semuakan vampir!" kata Shiwon sambil menyentuh tangan yoo jin.
"jangan sentuh! cuma aku yang boleh menyentuhnya. Dia tidak punya kekebalan terhadap vampir lain!" kata hye mi sambil memeluk yoo jin.
"oh, lezat! jadi kamu tidak bisa menyerap energi dari yoo jin lagi? karena kamu sudah membagi energimu dengannya?" kata Shiwon.
"benar! jadi kami bisa bersentuhan semau kami sekarang. Dan yang seperti itu adalah kekuatan cinta!" kata hye mi yang masih mendekap yoo jin.
"aku benar - benar tidak mengira ini akan terjadi, kurasa ayahpun tidak menduganya! bahwa kamu bisa membangun kekebalan kalau kamu membagi energimu dengan manusia." kata Baek hee.
"benar! itu sebuah anugerah." kata ibu hye mi.
"cuma sekali seumur hidupmu, dan cuma dengan satu orang. Keinginan untuk menyelamatkan seseorang, walaupun itu mempertaruhkan nyawamu sendiri. Keinginan yang melampaui segala spesies, mungkin itulah yang membuat keajaiban terjadi." kata baek hee.
"hei kamu, kuharap kamu sudah yakin! apa kamu sanggup membuat hye mi bahagia meski apa pun yang akan terjadi di masa depan? apa kamu yakin, kamu akan dapat menjaga keselamatannya, walaupun itu mempertaruhkan nyawamu sendiri?" kata ayah hye mi.
"aku yakin! aku benar - benar mencintai hye mi, aku bahkan akan lebih menyayangi dan mencintainya lagi dari sekarang! bagiku, hye mi adalah dunia ini, langit diatas dan hangatnya sinar mentari, aku mencintainya. Tidak, yang aku rasakan untuknya tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata cinta! Selamanya, aku selamanya padanya." kata yoo jin dengan sangat percaya diri.
Yoo jin dan hye mi pun kembali kerumah yoo jin.
"tadi aku lebih gugup dari di sesi tanda tanganku." kata yoo jin sambil duduk disofa.
"hahaha, kamu melakukannya dengan baik sayang! itu salah satu rintangan yang harus diatasi!" kata hye mi.
"apa menurutmu mereka menyukaiku?" kata yoo jin.
"hei, kamu mendapat persetujuan dari mereka! ibu benar - benar mengagumimu. sekarang mereka kan sudah setuju, kita hanya perlu mencari tempat dan menentukan tanggalnya." kata hye mi.
"benar! entah mengapa aku masih tidak percaya, kalau aku bersamamu dan bjsa menggenggam tanganmu sesering yang kumau! saat aku pertama kali bertemu denganmu, aku tidak kepikiran kalau kita akan berakhir seperti ini." kata yoo jin sambil menggenggam tangan hye mi.
"yah, kamu cukup berhati - hati saat itu. Awalnya aku tidak hisa menyentuhmu karena OCD-mu itu! aku takjub pada kegigihanmu menjaga jarak. Haha, aku sungguh tak bisa memahami ide untuk membuat kontak fisik saat itu, kurasa itu berarti akulah satu - satunya perempuan yang berhasil melewati jawak itu dan menggenggam tanganmu! Itu benar - benar sebuah kehormatan." kata hye mi.
"hmm, mungkin aku baru mengatakan ini padamu sekarang, tapi ada gadis lain yang pernah berpegangan tangan denganku." kata yoo jin.
"apa?! maksudmu, aku bukan yang pertama?" kata hye mi.
"haha, kamu akan terkejut bahwa aku adalah pria dengan masalalu yang misterius! mungkin itu terjadi saat aku SMP. Aku mampir kerumah sakit dimana ayahku dirawat, dan aku melihat seorang gadis melalui pimtu yang agak terbuka. Dia gadis kecil yang pucat dan mungil, nafasnya pun dangkal. Waktu itu aku masih punya OCD, tapi entah kenapa, aku ingin memegang tangannya untuk menyemangatinya! untuk mengatakan agar dia tidak menyerah. Aku tidak begitu ingat wajahnya, karena itu sudah bertahun - tahun yang lalu, tapi dia sangat cantik, mungkin aku harus mencarinya sekarang!" kata yoo jin menggoda hye mi.
"apa?! kamu membuatku seakan - akan aku yang pertama, kamu menipuku!" kata hye mi.
"oh, tapi awalnya kamu menganggap aku sebagai buruan, kamu menyimpanku dengan nama ayam di hp mu! JB yang bilang padaku." kata yoo jin.
"em, a, aku tidak ingat!" kata hye mi.
"kamu tau, aku selalu penasaran kenapa harus aku dari sekian banyak manusia? apa aku selezat itu?" tanya yoo jin.
"kalau di ingay lagi sih, bukan cuma lezat, tapi ini rasanya seperti aku telah disembuhkan! mungkin sejak awal kita adalah penyelamat bagi satu sama lain." kata hye mi.
"nah, sekarang bagaimana kalau kita tidur? karena hari ini kan sudah selesai." kata yoo jin sambil mencium bibir hye mi.
"oh, ya ampun! bagaimana kamu bisa menahannya selama ini?" kata hye mi.
"itu membuatnya setimpal dengan lamanya aku menunggu. Karena sekarang, kita bisa bersentuhan semau kita." kata yoojin.
Mereka pun pergi kekamar yoo jin, untuk melanjutkan apa yang belum terselesaikan.
Di Tokyo Jepang. JB mencari kan kado untuk ulang tahun Sam dong. Tidak sengaja JB berpapasan dengan Shiwan.
"oh, hai! coba lihat siapa ini? kukira kamu kemana setelah keluar dari penerbit. Aku tidak mengira akan berpapasan dengamu disini." kata JB.
"memangnya kita cukup dekat ya! sampai merasa begitu senang saat kebetulan bertemu? disana sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan, jadi aku pindah kerja dibidang komik!" kata Shiwan.
"tampaknya kamu baik - baik saja, dan itu agak membuatku kesal! kamu sudah tidak berkeliling membunuh orang - orang lagi kan?" kata JB.
"hmm, sepertinya aku sudah tidak berminat! sejak saat itu, semua yang kukejar rasanya tidak ada artinya dan hampa. Dan ngomong - ngomong, apa yang terjadi pada mereka? memikirkan kalau Jin Yoo Jin bisa melaluinya, dia lumayan beruntung!" kata Shiwan.
"mereka baik - baik saja, berbanding terbalik dari apa yang kamu rencanakan untuk mereka. Hye mi menyelamatkannya, dia membagi energinya." kata JB.
"apa? seorang vampir membagi energinya dengan manusia?" kata Shiwan terkejut.
"sepertinya kamu bisa meski hanya sekali dalam seumur hidupmu, memberikan energimu pada manusia. Tentu saja dengan resiko membahayakan nyawamu sendiri! tapi dia mengambil resiko itu dan berhasil menyelamatkannya. Mereka akan segera menikah, mereka bisa melakukan kontak fisik sebanya yang mereka mau. Energi manusia itu sudah tidak bisa lagi terserap, karena dia memiliki sebagian energi vampir!" kata JB.