
"aku senang sekali, terimakasih sudah mau menemani kami keliling di pameran buku." kata yoojin.
"sama sama, ini sudah kewajibanku. kalau begitu aku pamit ya, sampai jumpa dilain waktu. ah, hati hati ya". shiwan kemudian pergi.
"hati hati sama apa?." tanya yoojin bingung
(si, si brengsek itu...) gumam hyemi.
"hyemi, masuk yuk."
"ah, oke."
( lakukan saja, lakukan saja. ) kata2 shiwan masih berdengung ditelinga hyemi.
( lakukan apa? sampai sekarang kami cuma berpegangan tangan..!! ) gumam hyemi dengan wajah yang memerah.
"ting tong, ting tong." pagi hari yoojin mengirim pesan pada hyemi.
"sudah bangun, mau sarapan bareng.?" kata yoojin dalam pesan nya. hyemi yang membaca pesan itu wajah nya mulai memerah.
"makasih tapi aku sudah sarapan, lain kali aja ya." jawab hyemi membalas pesan yoojin.
"hah, sudah sarapan? tumben." kata yoojin membaca pesan hyemi dengan heran.
hyemi yang sudah bersiap siap untuk pergi ke lokasi pemotretan, kaget saat membuka pintu .
"astaga, yoo..yoojin". kata hyemi kaget yoojin ada di depan pintu rumahnya.
"hyemi, kamu mau pergi kerja?. aku mau ke toko buku, mau jalan bareng?. siapa tau searah." tanya yoojin dengan senyuman.
"maaf ya, aku buru buru banget nih, sampai nanti yaa!!" kata hyemi yang langsung pergi meninggalkan yoojin.
"ah, sepertinya dia sibuk sekali." kata yoojin.
( tapi setelah hari itu kenapa..) gumam yoojin sambil memikirkan tingkah hyemi beberapa hari terakhir. ( setiap aku tanya dia...).
"hyemi, mau makan malam bareng.?"
"aku sudah makan."
"hyemi, mau jalan jalan?".
"ntar ya.."
" hyemi, "
"aku sibuk nih."
yoojin terdiam sejenak. kemudian yoojin pergi ke klinik yun baek hee.
"kenapa? apa kamu gak suka konselingku?." tanya baek hee yang melihat yoojin sedang melamun.
"maaf, oh, tidak aku hanya sedang kepikiran hal lain." kata yoojin.
"aku senang mendengar O.C.D mu mulai membaik. sepertinya kamu sudah mulai nyaman pergi keluar. jangan sungkan kalau ada yang mau kamu tanyakan, tanyakan saja. tapi kalau tidak ada pertanyaan, aku rasa cukup sampai disini dulu." kata baek hee sambil merapikan buku2 nya.
yoojin sempat terdiam sejenak, dan mulai bicara.
"eh, aku sedang berfikir, kalau terjadi sesuatu pada go hye mi." kata yoojin.
"apa maksudmu dengan bilang terjadi sesuatu pada adik ku?." sahut baek hee kaget.
"akhir akhir ini, dia jadi sedikit aneh,, kadang kadang aku merasa, dia menjauh dariku." yoojin bercerita pada baek hee apa yang terjadi pada hye mi.
hyemi mengajak samdong bertemu di kafe.
"kamu sedang menghindarinya?" tanya samdong
"iya, karna aku gak tahan memandang wajahnya. dengan memandangnya wajahnya saja perasaanku menjadi aneh. tangan ku mulai meraihnya tanpa aku sadari. aku jadi takut pada diriku sendiri, bagaimana kalau aku melakukan kesalahan??." kata hyemi yang sedang bingung.
"aku gak bisa cerita pada kak baek hee atau pun JB... aku bingung makanya aku ceritakan ini padamu." kata hyemi
"aku mengerti..!!" jawab song sam dong dengan wajah yang serius.
"karna aku bukan kamu, aku tidak tau seberapa parahnya gejala itu, tapi kamu tau kan, menghindarinya dengan kamu mengindarinya itu tidak akan menyelesaikan masalah.!!". jawab samdong.
"aku tau, tapi, aku tidak tau harus bagaimana?! sepertinya aku berubah menjadi orang mesum. kenyataan bahwa aku tidak bisa menguasai diriku sendiri membuatku takut.!! parahnya lagi, sejak cowok itu mengatakan hal bodoh semacam ( lakukan saja ) i, itu membuatku makin terganggu. a, aku gak pernah membayangkan melakukan hal semacam itu dengan manusia." hye mi menceritakan perasaan nya yang kacau kepada shiwan berharap samdong ada solusi untuknya.
"hyemi, apa kamu benar benar menyukai cowok itu?. tanya samdong.
"su, suka!! te, tantu saja aku manyukainya sebagai mangsa." jawab hyemi yang salah tingkah mendengar pertanyaan samdong.
"bukan itu maksudku bodoh." samdong terdiam sejenak.
"yah, menurut ku apa pun gejalamu, atau seberapa parah pun itu, hal yang harus kamu lakukan adalah menyadari bagaimana sesungguhnya perasaan mu padanya." kata samdong.
"pe, perasaanku.!!" kat hyemi tercengang.
"nah, sampai saat itu tiba. nyanyikan lah lagu kebangsaan dengab sekhidmat mungkin!!" kata samdong yang sedang membodohi hyemi.
"lagu kebangsaan??!! apakah itu akan berhasil??" tanya hyemi dengan sangat polos mempercayai kata2 samdong.
"tentu saja." jawab samdong sambil tertawa.
kemudian mereka segera meninggalkan kafe karna sudah malam.
( menyadari perasaan ku padanya? mengahadapi perasaanku? tapi bagaimana caranya? ) gumam hyemi sambil berjalan di depan rumahnya.
"eh, hye mi." sapa yoojin.
"yoo, yoojin apa yang sedang kamu lakukan disini?" kata hyemi yang kaget tiba tiba yoojin muncul di hadapan nya.
"aku sedang mencari udara segar sekalian menunggu kamu hyemi." jawab yoojin.
"eh, begitu ya..!!" kata hyemi terdiam.
"hyemi, apa semuanya baik baik saja?" tanya yoojin.
"apa? kenapa memang nya?" jawab hye mi.
"akhir akhir ini susah sekali menemuimu, dan kamu juga tampak gelisah. aku jadi mengkhawatirkan kamu." kata yoojin.
( astaga, lagi lagi jantungku berdebar keras sekali.!! kalau seperti ini bisa bisa aku melakukan nya lagi ). gumam hyemi dengan wajah yang mulai memerah.
"apa pun yang mengganggupikiranmu katakan saja padaku," yoojin mulai mendekati hyemi.
"tu, tunggu dulu diam di tempat!!" teriak hyemi yang reflek melihat yoojin mulai mendekat.
"ah, itu, maksudku, aku gak apa apa. itu cuma masalahku. yoojin kamu gak ada hubungan nya dengan hal ini, jadi jangan khawatir." muka hyemi mulai memerah.
"ah, maaf ya aku lelah sekali selamat malam.!!" kata hyemi dan langsung masuk rumahnya.
"hyemi..." yoojin memanggil hyemi, tapi hyemi tidak menghiraukan nya dan langsung menutup pintunya dengan keras. yoojin terdiam melihat tingkah hyemi saat ini.
hyemi yang berada di dalam rumahnya mulai menyanyikan lagu kebangsaan seperti saran shiwan.
"hingga, hinga hari di mana gunung baekdu layu, dan air laut timur mengering, datang,.." hyemi menyanyikan nya dengan jantung yang berdetak keras dan wajah memerah.
( apa vampir memang mempunyai gejala gejala ini saat menyukai seseorang?, apa terjadi sesuatu pada hyemi?. yah, akhir akhir ini tingkah lakunya memang sedikit aneh ). gumam baek hee yang sedang memikirkan hyemi.
tiba tiba ponsel yun baek hee berdering.
"halo baek hee.. ini dari si ganteng JB!!" lata JB.
"JB, apa kamu punya waktu?" tanya baek hee.
"ya, kenapa? mendengar suaramu dimalam hari membuat ku berdebar debar." kata JB merayu baek hee.
"ada sesuatu yang mengganggu pikiran ku." jawab baek hee.
"ah, kenapa? kamu penasaran sama ukuranku ya..! "gurau JB.
"gak sama sekali.!! mungkin aku sudah buang buang waktu memikirkan yang tidak2, tapi ini soal hyemi." kata baek hee yang sedang serius.