
"menurutmu, apa terjadi sesuatu antara yoojin dan hyemi?" kata baek hee. JB terdiam mendengar pertanyaan baek hee.
"kamu benar benar sudah membuang waktu baek hee. kamu ini persis induk ayam yang terlalu sensitif." kata JB yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"itu gak mungki, hyemi kan bukan anak anak lagi,." kata JB.
"tapi kan, kamu tau hyemi itu..." baek hee belum sempat melanjutkan pembicaraan tapi JB sudah menjawabnya.
"kamu tau kan, aku selalu disampingnya jadi kamu gak usah khawatir deh, santai saja." kata JB kemudian langsung mematikan ponselnya.
padahal JB merasa tidak senang mendengar yoojin dan hyemi semakin dekat, tapi JB mencoba menyembunyikan nya.
dirumah hyemi menatap cermin dengan sangat lama didalam kamarnya.
"fiuh, yang aku lihat hanyalah wajah yang canti. bagaimana bisa aku melihat isi hatiku melalui sebuah cermin." kata hyemi yang gelisah.
"sebagai mangsa atau sebagai cowok, bagaimana caraku memutuskan nya? ( berhentilah berfikir dari satu sisi ) itu bukan hal yang bisa diputuskan dengan melempar sebuah dadu seperti main ular tangga. aduh,,, aku gak tau deh." hyemi barfikir panjang sambil tiduran di kasurnya.
"aku tidak bisa terus menerus menghindarinya sperti ini. ( apa yang ingin kulakukan dengan yoojin,?) gumam hyemi.
tiba tiba ponsel hyemi berdering yang membuyarkan semua lamunan nya.
"halo.." kata hyemi.
"halo, hyemi kamu mau datang ke pesta klub?" tanya JB.
"pesta klub?!!" sahut hyemi.
"ya, akan di adakan di moontribe.!! kamu ingat, tahun lalu juga di adakan kok, itu cuma buat vampir selebriti." kata JB.
"gak, aku gak mau berangkat. aku lagi gak mau pergi dengan vampir vampir lain, masih banyak hal yang mengganggu pikiranku." jawab hyemi.
"itulah sebabnya kamu harus datang. kamu butuh udara segar, kamu gak bisa berfikir jernih karena kamu terlalu sering menghabiskan waktu dengan manusia" bujuk JB.
"sudahlah, pokoknya kamu harus ikut!! kalau kamu tidak datang, nanti aku jemput, dan aku culik saat kamu tidak pakai apa apa." teriak JB dari ponselnya, dan langsung mematikan ponselnya.
" hei!! hei, tunggu dulu." kata hyemi. tapi JB sudah mematikan ponselnya.
"hyemi jadi ikut". tanya samdong.
"tentu, aku akan membawanya." jawab JB.
"kamu juga ikut kan?" tanya JB.
"apa kamu sudah gila?. ngapain aku ikut, kan isinya vampir semua. itu bukan tempat yang cocok untuk manusia". jawab samdong.
JB terdiam dan berpikir sesuatu saat mendengar kata kata samdong.
( me, menjauhlah dariku!! ini cuma masalahku sendiri gak ada hubungan nya dengan kamu.) kata kata hyemi yang teringat oleh yoojin waktu sedang membuat novel.
( dia kenapa sih, sejak hari itu, dia gak menghubungiku.) gumam yoojin.
"yoojin, ada kesalahan ketik nih. gak cuma satu tapi tiga dalam satu kalimat." kata shiwan mengoreksi ketikan yoojin.
"eh, maaf ya. aku kurang fokus menulis." jawab yoojin.
"apa ada yang mengganggu fikiranmu? hari ini kamu terlihat gelisah." tanya shiwan.
"maaf ya, kita akhiri saja hari ini,," kata yoojin.
"baiklah kalau begitu." kemudian shiwan pergi.
di perjalanan shiwan berpapasan dengan JB.
( dia gak oernah seperti itu, kenapa dia terus menjauhi diriku. apa dia gak suka lagi padaku.? ) gumam yoojin sambil terlentang diatas tempat tidurnya.
"ting tong, ting tong" JB membunyikan bel rumah hyemi. tiba tiba yoojin keluar dari rumah nya.
"ah, yoojin. lama gak jumpa.!!" kata JB dan mulai menghampiri yoojin yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya.
"ada apa? salah alamat lagi?" tanya yoojin.
" gak, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. jangan kamu pikir idol itu tidak punya otak ya..!!" kata JB sambil tetsenyum.
"ini tempat yang benar kok, aku kemari untuk menemuimu." kata JB.
"ada apa?" tanya yoojin dengan sikapnya yang jutek.
"ah, jangan jutek begitu donk." jawab JB sambil tersenyum.
"aku fikir kita tidak dalam situasi dimana kita bisa ngobrol akrab." kata yoojin.
"apa, jadi kamu masih dendam padaku gara gara ucapan ditaman bermain itu?. aku cuma menggodamu saja kok. lupakanlah ucapanku itu." kata JB.
"aku lagi gak pengen ngobrol dengan mu sekarang. langsung saja katakan kamu mau apa, dan pergilah." cetus yoojin.
"yah, aku cuma mampir untuk menjemput hyemi sih. pengen tau kamu akan datang kepesta itu atau tidak." kata JB yang mulai basa basi.
"pesta??!!" kata yoojin heran.
"apa.?? jadi hyemi tidak memberitaumu.!! setiap tahun kami mengadakan pesta dengan para selebriti. malam ini aku mengajak hyemi. kalau mau kamu bisa ikut sebagai tamuku di moontribe perempatan gangnam." ajak JB yang sebenarnya cuma ingin menjebak yoojin.
"aku fikir hyemi sudah memberitaumu, ternyata gak yah. aku fikir O.C.D mu tidak serius, tapi mungkin sebaliknya." kata JB
"mungkin benar, dia sudah sadar lagi." kata JB yang terus memanas manasi yoojin.
"apa, apa maksudmu?" tanya yoojin kesal.
" kamu pikir aja sendiri." kata JB dan berlalu pergi menunggu hyemi dibawah apartemen nya.
kemudian yoojin pun menutup pintunya.
"astaga, cantik sekali.!!" kata JB yang melihat hye mi berjalan menuju mobilnya.
"hyemi, katanya kamu gak pengen datang, tapi kok kamu berdandan seperti ini, hah?. alu suka banget belahan itu.." JB mengejek hyemi dan melihat belahan dadanya.
"aku tidak bisa datang kesana pakai celana olahraga kan? aku ini kan model." jawab hyemi.
"ngomong ngomong apa kamu menjemputku karena takut aku tidak datang?" tanya hyemi.
"yah, karna alasan tertentu sih. masuklah tuang putri." JB membukakan pintu mobilnya untuk hyemi.
"tapi disana jangan lama lama ya," kata hyemi."tenang saja aku tau kok." kata JB sambil tersenyum mengenakan sabuk pengaman nya.
"tapi siapa tau kalau di sana seru.!!!" kata JB melirik hyemi.
"oh, iya samdong nanti nyusul. dia masih menggarap lagu terbaru kami." kata JB sambil menyetir mobilnya.
"apa? samdong datang juga?. ngapain, diakan manusia??" jawab hyemi.
"untuk menjaga aku lah, aku yang mengajaknya." kata JB.
"kamu seharusnya berhenti memaksa dia." kata hyemi sambil melihat ponselnya.
"memaksanya??, aku tidak pernah memaksanya. hubungan kami ini atas dasar saling menguntungkan. karna aku menyanyikan lagu yang dia buat." jawab JB.