
"aku kan sudah mengajakmu jalan jalan, sebelum aku merilis album terbaruku. tunggu,,kamu gak lupa kan? katanya kamu mau pergi, kamu gak boleh mengingkari janji." kata JB sambil mencubit pipi hyemi.
"gak,, aku gak lupa. aku akan pergi." kata hyemi sambil melepaskan cubitan JB.
( duh aku benar benar lupa. aku juga janji menemani yoojin. sepertinya aku bakalan pergi jalan jalan dua kali.) kata hyemi dalam hati.
"ya sudah aku pergi dulu ya..." kata JB berpamitan.
"ah, baiklah. semoga harimu menyenangkan." kata hyemi sambil melambaikan tangan nya.
"kamu juga, periksa jadwalmu kapan kamu bisa nanti kabari aku.." teriak JB sambil berjalan.
"oke nanti ku kabari lagi." kata hyemi.
"kalau difikir2 JB benar juga. sebenarnya,,, itu sama sekali gak masalah." gumam hyemi sambil berjalan pulang.
"gak masalah, selama aku masih bisa menyentuhnya. tapi apa ya, yang sedang aku cemas kan??. gak tau kenapa, tapi aku gak mau ada orang lain yang menyentuh.." saat hyemi dalam lamunan nya tiba2 hyemi melihat sihwan yang mau menyentuh yoojin.
( ya tuhan..!!! apa yang dia lakukan ) hyemi berteriak dalam hatinya dan langsung menerobos ditengah yoojin dan sihwan.
"hye...hyemi." kata yoojin yang kaget, karna tiba tiba hyemi ada di dekatnya.
"hahaha...yoojin, kamu baik baik saja kan? kamu pasti terkejut, ya.!!" kata hyemi tersenyum.
"aku senang sekali bisa bertemu denganmu. hahaha.." lanjut hyemi sambil menatap ke arah sihwan.
"hihihi.. " sihwan hanya tersenyum melihat tingkah hyemi.
"sebenarnya aku ingin membersihkan daun yang menempel dirambutmu. tapi,,, karna cewek mu sudah datang jadi aku serahkan saja padanya." kata sihwan.
"baiklah, sampai jumpa lagi ya,," lanjut sihwan sambil berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
"daun!!" yoojin heran dan meraba rambutnya.
( gak,, ini gak boleh terjadi. aku gak rela ada orang lain yang menyentih yoojin.) gumam hyemi.
"kamu benar benar membuatku kaget," kata yoojin.
"hahaha,,, aku juga sih. aku pikir kamu cukup sering menemuinya hari ini juga..." kata hyemi.
"kami tadi ke toko buku untuk riset." jawab yoojin. sambil berjalan.
"apa kamu gak masalah,? tadi dia tampak terlalu dekat denganmu. kamu gak merasa..." pembicaraan hyemi terputus.
"aku meras lebih baik dari sebelumnya, dan sepertinya dia baik." kata yoojin.
"hari ini dia membawakan ku detergen lho..!! kan aku diam diam hobi koleksi detergen. kok dia bisa tau ya.." kata yoojin tersenyum.
"apa?? dia tau seleramu." kata hyemi kaget.
"meskipun begitu kamu harus hati hati pada orang yang belum kamu kenal dengan baik.." lanjut hyemi memperingati yoojin.
"hati hati padanya??." kata yoojin
"maksudku kalau ada orang yang tiba tiba baik padamu. mungkin saja dia punya niat tertentu. jadi sebaiknya kamu hati hati.." kata hyemi.
"aku gak akan melakukan nya lagi." kata yoojin.
hyemi berhenti berjalan dan berfikir ( ah, jadi begitu.. akulah yang sudah membuatnya berubah. apa yang harus kulakukan sekarang.?? haruska aku meninggalkanya begitu saja?) gumam hyemi dan lanjut berjalan ( ah.. aku gak tau aku bingung sekali..) tanpa sadar hyemi sudah memeluk yoojin dari belakang.
"hyemi...um hyemi..." kata yoojin membuyarkan lamunan hyemi dan sadar kalau dia sudah memeluk yoojin.
"ah, waaaaaa... yoo... yoojin maaf,, maafkan aku..!!" teriak hyemi dan mulai mundur melelaskan tangan nya dari yoojin.
"a..aku ke..kehilangan keseimbangan dan terpeleset." kata sia gugup.
"ah.. begitu ya.. lain kali ha...hati hati". ucap yoojin dan mulai berjalan lagi dengan wajah memerah.
( a..apa itu tadi, ada yang tidak beres. tanpa sadar aku sudah memeluk yoojin.) gumam hyemi.
"apa aku tadi lapar??. walaupun aku tidak banyak berburu, tapi akhir akhir ini aku sudah banyak menyerap energi dari pekerjaanku." kata hyemi yang sedang duduk di kamarnya dan memikirkan kejadian tadi.
"ini aneh sekali... tetap saja!! bagaimana mungkin aku bisa tiba tiba memeluknya tanpa kusadari. ah,,, memikirkan nya saja sudah membuatku merasa malu." kata hyemi aambil memeluk gulingnya.
"aku kan gak tetsihir sesuatu.." hyemi terdiam sejenak.
( tapi waktu itu... sepertinya tubuhku bergerak dengan sendirinya... seperti,,, kena hipnotis.) gumam hyemi, dan tiba2 hyemi mengingat kata2 shiwan.
"karna kamu masih belum sadar, mungkin kamu belum memiliki gejala itu," kata2 shiwan yang di ingat hyemi.
"tunggu dulu.." hyemi berfikir dan kemudian pergi menemui kakanya di klinik.
setibanya di klinik baek hee memarahi hyemi.
"kenapa kamu gak kasih tau aku..." kata baek hee sambil memiting hyemi..
"kamu menggenggam tangan nya. tidak kah kamu tau, seharusnya kamu menceritakan hal hal semacam itu padaku. hah.. apa kamu menghina kakakmu ini ya !!" kata baek hee kesal.
"aku memegang tangan nya cuma sekali !! cuma sekali..!! ngapain harus lapor semua padamu sedetail itu..." teriak hyemi yang berusaha melepaskan tangan baek hee.
"kamu fikir, kamu sudah di luar jangkauan ayah, karena kamu sudah keluar dari rumah.?? kamu salah." kata baek hee dengan tatapan nya yang tajam.
"kamu tau kamu bisa dipaksa oulang sewaktu waktu. dan ini adalah tugasku untuk mengawasimu supaya kamu gak kena masalah lagi." kata baek hee yang masih memiting tangan hyemi.
"aku kan tidak oernah terlibat masalah sebelumnya,!!! kenapa sih semuanya mengawasiku dengab ketat begini..?? aku kan sudah dewasa." teriak hyemi.
"siapa bilang kamu sudah dewasa??. bahkan dadamu saja belum tumbuh. jadi diamlah dan segera laporkan padaku kalau terjadi apapun." kata baek hee sambil melepas pitingan tangan nya.
"ughh.. iya baiklah. !!" kata hyemi yang kesakitan.
"ngomong ngomong perkembangan nya semakin bagus, dan sekarang dia sudah sanggup menggenggam tanganmu hyemi. ayam yang kamu sudah lama dambakan." kata baek hee.
"eh, apa. jadi dia tidak perlu datang konsultasi lagi??" tanya hyemi.
"yah.. karna dia ingin menyembuhkan O.C.D nya, aku akan terus membantunya. toh dia masih klien ku juga." jawab hyemi dengan santai.
"ngomong2 apa kamu keberatan? kamu tidak oerlu yang lain lagi kan??. kamu bilang kamu sudah puas selama kamu bisa berpegangan tangan kan." tanya baek hee.
"ah,, ya. be,, benar." kata hyemi kemudian terdiam dan menggigit bibirnya sendiri.
"eh kak, apa ada gejala2 tertentu pada kaum vampir saat kita menyukai seseorang??." kata hyemi bertanya pada baek hee dengan penasaran.