Only you

Only you
KTHU ~ 41.



"tapi senang rasanya bisa ngobrol denganmu setelah sekian lama." kata ibu hye mi.


"aku ingat waku masih tinggal di sini, aku sering membantu ibu kapan pun aku bisa. aku merasa, aku lebih santai saat bersamamu ibu." kata hye mi.


"ayah..!!" dia keras ya?" kata ibu hye mi.


"katakan padaku kenapa ayah selalu ingin tau. aku kan sekarang sudah dewasa dan bisa bertanggung jawab terhadap masa depan ku sendiri. kalau dia terus begini, aku nggak akan bisa menikah." kata hye mi.


"mereka semua sangat peduli padamu hye mi, karena itulah mereka bersikap seperti itu. karena mereka nggak mau kamu sakit, mereka juga nggak mau kamu terluka." kata ibu hye mi sambil merajut syal.


"tapi tindakan ayah yang seperti inilah yeng membuatku sakit dan terluka." jawab hye mi.


"hei, bagaimana dengan kehidupan cintamu? apa kamu sudah punya pacar?" tanya ibu hye mi.


"pa, pacar? aku nggak punya yang seperti itu.!!" jawab hye mi dengan gugup.


"ah, jadi kamu punya! apakah itu JB?" tanya ibu hye mi.


"nggak, JB itu..." ucapan hye mi terhenti.


"hei bu. apakah vampir nggak boleh pacaran dengan manusia?" tanya hye mi.


"apa?" ibu hye mi kaget mendengar pertanyaan hye mi.


"ah, itu. jadi ada vampir ditempat kerjaku, dan kurasa dia naksir sama manusia." kata hye mi.


"berhibungan dengan manusia tertentu bisa berbahaya." jawab ibu hye mi.


"berbahaya?" kata hye mi.


"zaman dahulu kala, sat leluhur kita masih minum darah manusia, kita diburu karena dianggap ancaman bagi mereka. para vampir yang berhasil bertahan hidup telah berevolusi. tapi tetap saja kita tidak bisa hidup tanpa bergantung pada manusia." kata ibu hye mi.


hye mi terdiam mendengarkan cerita ibunya.


"itu juga berlaku kalau manusia sampai tau kehadiran kita, mereka mungkin akan menganggap kita sebagai ancaman. jadi menjalin hubungan yang lama dengan satu manusia tertentu, berarti suatu saat penyamaran kita akan terbongkar." kata ibu hye mi.


"tapi katakanlah mereka tau, dan mungkin mereka bisa menerimanya." kata hye mi.


"omong kosong apa ini?! suka manusia? diakan vampir" kata ayah hye mi yang tiba tiba datang.


( eh, ayah.) gumam hye mi kaget.


"tetap saja kita berbagi dunia yang sama dengan mereka. artinya, perasaan bisa muncul dan tak seorang pun yang bisa menyalahkan nya." kata hye mi.


"tentu saja tidak! di dunia ini pasti ada keseimbangan. alasan kenapa vampir dan manusia bisa tinggal bersama - sama, adalah kerana tidak ancaman dalam batasan masing - masing. tapi segera, setelah suatu ikatan terjadi, batasan itu akan runtuh." jawab ayah hye mi.


"akhir - akhir ini vampir muda jadi dekat dengan manusia lebih dari yang diperlukan untuk memangsa, tapi itu semua sia - sia. menjalin hubungan dengan manusia, meski tujuan nya untuk bermburu energi, sama sekali nggak bisa ditolerir. mereka itu cuma mangsa, mangsa! hye mi, jangan kamu berpikir untuk melakukan itu, paham.!" kata ayah hye mi.


"aku mengerti jadi tolong berhentilah!" kata hye mi dan langsung beranjak pergi.


"kamu mau kemana? kamu harus laporan dulu.!" kata ayah hye mi.


"apa aku nggak boleh belanja di supermarket sendirian?!" teriak hye mi dan pergi.


"jangan terlaluk keras sayang, hye mi sekarang sudah dewasa!" kata ibu hye mi.


"aku tau. tapi aku tidak bisa melepaskan nya begitu saja." kata ayah hye mi.


di perjalanan pulang dari supermarket;


"ah, ayah dan baek hee bisanya hanya mengoceh seenak nya saja! dan mereka nggak mau mendengar apa yang ingin ku sampaikan. apa kalian pikir aku nggak paham, bahwa manusia adalah mangsa.!" kata hye mi dan membayangkan wajah yoo jin.


"yoo jin, dia juga manusia. tapi, apakah manusia dan vampir tidak bisa bersama? huh, aku jadi bingunh sekali." kata hye mi.


hye mi berhenti saat tidak sengaja dia melihat shiwoon bersama wanita.


"eh, itu kan shiwoon, dia bersama manusia, apa itu teman nya? dia harus hati - hati, dia bisa kepergok ayah. saat sedang akrab seperti itu! eh.. " hye mi melihat shiwoon mencium teman manusianya itu.


"hati - hati dijalan." kata shiwoon.


"kamu juga shiwoon, nanti ku telpon" kata cewek itu.


"ok.." jawab shiwoon.


saat shiwoon berjalan pulang dia melihat hye mi yang sedang mengawasinya dari tadi.


"eh, hye.. hye mi." kata shiwoon kaget.


"shiwoon, kita harus bicara." hye mi mengajak shiwoon duduk ditaman.


"apa yang terjadi, cewek tadi itu manusia kan? bagaimana kalau kamu ketauan ayah!! dia bilang jangan melakukan apa pun yang lebih dari memegang tangan saat kamu berburu. tapi kamu menciumnya, dan umur kamu masib 20, berarti kamu melakukan nya lebih dulu dibanding aku." kata hye mi.


"jadi, kamu lebih kaget sama yang mana?!" jawab shiwoon.


"pokoknya terlalu banyak kontak fisik, bagaimana kalau dia menyalah artikan maksudmu!!" kata hye mi.


"nggak apa - apa kok, karena kami memang pacaran." jawab shiwoon.


hye mi sangat kaget mendengar pengakuan shiwoon kalau dia pacaran denga manusia.


"pa, pacaran dengan manusia?!" kata hye mi.


"iya, itu terjadi begitu saja. dia satu fakultas denganku, aku memburunya beberapa kali dan energinya enak! jadi, maksudku semua orang juga melakukan nya." jawab shiwoon.


"ta, tapi. kalau begitu, itu lebih buruk lagi. kalau ayah tau, dia akan murka!! walaupun untuk berburu, memiliki hubungan dengan manusia tertentu itu..." ucapan hye mi diputus oleh shiwoon.


"kak,.." kata shiwoon.


"ayah belum tau kan? jangan sampai ayah tau kalau kamu..." kata hye mi.


"dia tau kak, dia sudah tau kalau aku pacaran dengan manusia." jawab shiwoon.


"a, pa..?" kata hye mi dan langsung terdiam.


"ayah memintaku untuk tidak memberitaumu." kata shiwoon.


"tunggu dulu..! apa yang kamu bilang tadi?." kata hye mi.


"apa maksudmu ayah tau? kamu taukan, aku sedang memikirkan hal - hal yang terjadi selama ini, dan aku selalu merasa begitu aneh. tentang betapa ayah dan baek hee begitu ketat terhadapmu. dan padaku, mereka cuma bilang kalau aku terus menyerap energi dari satu orang, itu bisa membebani mereka, jadi aku harus berhati - hati. semua yang mereka katakan padaku hingga saat ini, semuanya BOHONG. kenapa harus aku!!" kata hye mi dengan sangat kesal dan menangis.


dirumah yoo jin;


"semuanya sudah selesai, dan aku sudah mengirim salinan naskahnya." kata yoo jin.


"ah , biar ku periksa dulu kecepatan mu bekerja beberapa hari terakhir ini, sungguh mengagum kan." kata shiwan.