
"huh, tolong dukung aku saja, ok. kalau kamu nggak tau masalahnya." kata hyemi
"eh maaf." jawab yoo jin
"hmm. apa itu, apa kamu berlatih?" tanya hye mi.
"yah, begitula. bukan apa - apa kok, ini cuma karena aku ingin melatih kekuatanku." jawab yoo jin.
"ehm... soal kemarin, aku minta maaf. aku merasa, aku sudah mengecewakan mu. seharusnya aku lebih memahami kondisi tubuhku, tapi aku nggak bisa melanjutkan aoa yang ingin kulakukan. yaitu, ingin menjadi dekat denganmu se segera mungkin!!" kata yoo jin.
wajahku mulai memerah saat mendengar yoo jin berkata seperti itu.
"hei, nggak apa - apa kok. nggak perlu ada yang disesali, itu sudah terjadi. itu sama sekali nggak menggangguku! aku senang karena kamu mengambil langkah yang pertama. karena aku bisa merasakan kalau kamu juga menginginkanku. jadi, kapan pun aku beraedia.!!" kata hye mi.
tiba tiba yoo jin menarik tangan hye mi dan membawanya kedalan kamarnya.
"eh, yoo jin. tu, tunggu." kata hye mi.
"hari ini aku nggak bakalan pingsan lagi ditengah tengah. jadi kalau kamu izinkan aku ingin memelukmu." kata yoo jin yang sudah berada diatas tubuh hye mi.
"ok. aku suka ini." jawab hye mi.
( ah, lihat. mengakhiri hubungan..? itu konyol. aku benar - benar menyukai dia, dan aku juga mendambakan nya. aku ingin lebih dekat dengan nya. ) gumam hye mi.
"ah, yoo jin." kata hyemi.
"hye mi, hp mu berbunyi." kata yoo jin.
"biarkan saja, nanti aku telpon balik." kata hye mi.
tapi hp hye mi terus saja tidak berhenti berdering.
"aku nggak tau siapa kamu, tapi sekarang aku lagi sibuk. nanti aku telpon lagi!!" hye mi mengangkat hp nya.
"ini ayah. pulang sekarang juga.!!" kata ayah hye mi.
"hye mi ada apa? siapa yang menelpon?" tanya yoo jin.
"yoo jin, maaf. tapi aku harus pergi sekarang juga!" kata hye mi.
"apa?" kata yoo jin.
"tolong do.akan aku agar kembali dengan selamat!" kata hye mi.
"kamu mau kemana?" tanya yoo jin kaget saat hye mi berkata seperti itu.
"aku pulang." kata hye mi memasuki rumah orang tuanya.
"dari rumahmu kesini kan cuma butuh waktu 15 menit, tapi kenapa kamu malah menghabiskan waktu setengah jam? jelaskan putri bungsuku sayang." kata ayah hye mi yang sudah membawa tongkat ditangan nya.
"be, begini. tadi aku lagi diluar, bertemu teman - teman. jadi aku harus pulang dulu sebelum pergi kesini." jawab hye mi ketakutan.
"teman apa? teman SD? teman SMP atau teman kerja? jadi siapa namanya?." tanya ayah hye mi.
"jangan terlalu menekan dia sayang.! senang nya bisa bertemu langsung denganmu. setelah sekian lama hanya melihat foto - fotomu di majalah." kata ibu hye mi.
"hua! ibu. ayah memarahiku bahkan sebelum aku masuk rumah." kata hye mi berlari memeluk ibunya.
"jangan terlalu memanjakan dia sayang. baek hee bilang hye mi jadi tidak bertanggung jawab setelah keluar dari rumah dan dia perlu disadarkan." kata ayah hye mi.
seketika raut wajah hye mi menjadi muram.
"baek hee!!!" kata hye mi dengan wajah muram.
"aku akan mencari tau kenakalan apa yang kamu lakukan sejak kamu pergi dari rumah.!" kata ayah hye mi.
"itu nggak benar, aku nggak membuat kenakalan. dan aku baik - baik saja kok." kata hye mi.
"diam! dan isi ini." ayah hye mi memberikan selembar kertas pada hye mi.
"apa ini?" tanya hye mi.
"a, ayah!!" kata hye mi.
"dan satu lagi. selama seminggu ini, kamu akan tinggal disini dan pergi kerja dari sini." kata ayah hye mi.
"apa? ini nggak adil." kata hye mi.
"oh, kalau kamu nggak mau, ayah bisa saja ke tempatmu." kata ayah hye mi.
"lu, lupakan itu. ayah aku akan menuruti kemauanmu." kata hye mi.
di dalam kamar hye mi mengirimi pesan kepada yoo jin.
"yoo jin, aku terjebak dalam penjara." kata hye mi.
"apa? penjara?" kata yoo jin.
"ayahku memenjarakan ku dirumah. kurasa mungkin seminggu lagi aku baru bisa pulang kerumah." kata hye mi.
"apa terjadi sesuatu? apakah kamu dihukum?" tanya yoo jin.
"bukan begitu, tapi aku nggak yakin aku bisa sering memberi kabar juga. maaf yoo jin, aku tiba - tiba saja meninggalkanmu. jangan khawatirkan aku." kata hye mi.
dirumah yoo jin;
"jadi dia pulang! ayahnya pasti galak sekali. fiuh.. nggak bisa bertemu dengan nya selama 1 minggu, apakah aku akan baik - baik saja.?" kata yoo jin.
( waktunya benar - benar nggak tepat. aku benar - benar ingin memeluknya, padahal iti waktu yang pas sekali untuk mengenal lebih dekat.) gumam yoo jin sambil membayangkan hye mi tidur dihadapan nya.
"ah, aku membayangkan apa sih!! be, benar juga. kalau sudah terlanjur begini... lebih baik aku kerja." kata yoo jin.
dirumah orang tua hye mi;
"duh, apa apaan sih? aku diseret kemari untuk diawasi oleh ayah selama seminggu penuh. benar - benar waktu yang tidak menguntungkan." kata hye mi.
( padahal semua sudah berjalan dengan lancar, benar semua ini... salah baek hee ) gumam hye mi.
"apa yang kamu ceritakan pada ayah? kenapa aku harus tinggal disini selama seminggu?!!" hye mi menelpon baek hee.
"itu karena kamu tidak mau mendengarkan ku. berhubung kamu mau melakukan nya semau mu, jadi aku juga akan melakukan semau ku." jawab baek hee.
"sudah, biarkan aku sendiri. aku bisa mengurus semuanya.! kenapa sih, kamu seperti ini?!" kata hye mi dengan sangat kesal.
"aku tidak perlu mendengarkan ini lagi, jaga sikapmu selama dirumah." baek hee langsung menutup telpon nya.
"tu, tunggu baek hee...!!" kata hye mi.
"baek hee kenapa sih, apa dia pikir aku akan diam saja?!" kata hye mi.
"serahkan laporan mu." kata ayah hye mi..
"iya ayah." jawab hye mi kemudian memberikan selmbar kertas pada ayahnya.
"jadi, selain ditempat kerja, kamu nggak berburu ditempat lain lagi?" kata ayah hye mi yang membacar laporan hye mi.
"i, iya ayah." jawab hye mi ketakutan.
"nggak ada buruan pribadi juga?" tanya ayah hye mi.
"i, iya tentu saja." jawab hye mi.
"laporan ini, isinya bukan tipuan semua kan?" tanya ayah hye mi.
"bu, bukan" jawab hye mi.
"emh.. sebutkan tiga aturan vampir." kata ayah hye mi.
"a, a, apa saja itu?" tanya hye mi.