
"emh.. sebutkan tiga aturan vampir." kata ayah hye mi.
( a, a, apa saja itu? ). gumam hye mi.
"ja, jadi seorang vampir harus sadar akan identitasnya. manusia itu nggak lebih dari sekedar buruan. kita nggak boleh bersimpati pada mereka. saat berburu hindari kontak fisik yang nggak perlu." kata hye mi.
"baiklah, jadi ingat. jangan lupakan itu. soal yang dikatakan baek hee benar atau tidak, akan aku putuskan minggu depan!." kata ayah hye mi.
"kalau sampai tertangkap basah, bersiap lah untuk mengemas barang - barangmu dan pulang." kata ayah hye mi dan keluar kamar hye mi.
"iya..." jawab hye mi ketakutan.
"ah, bagaimana caranya agar aku bisa bertahan selama seminggu. aku benar - benar mampus kalau ayah sampai tau aku pacaran dengan manusia. dan kalau aku tinggal disini, mungkin aku tidak akan bisa menemui yoo jin lagi!!" kata hye mi.
"sepertinya baek hee belum menceritakan apa - apa pada ayah. jadi, aku nggak bileh sampai ketauan. bertindak sewajar mungkin, jadi aku nggak akan membuat mereka curiga." kata hye mi.
"aku pulang..." kata shiwoon.
"kak, kakak sudah pulang! kok bisa sih, kamu nggal pernah pulang, sudah lama sekali." kata shiwoon memeluk hye mi.
"a, apa. kamu nggak mungkin... shiwoon kan?" kata hye mi kaget melihat adiknya menjadi sangat tampan.
"shiwoon, kamu beneran shiwoon!! apa yang terjadi, belum lama ini kan kamu terlihat seperti..." kata hye mi.
"hei kak, itu zaman dulu tau." jawab shiwoon.
"aku sudah kuliah, dan aku mengubah total penampilanku dan mengecat rambutku. sekarang aku kelihatan memenuhi syarat untuk menjadi seorang vampir." kata shiwoon dengan sangat percaya diri.
"apa yang membuatmu kemari kak! aku bahkan tidak pernah melihatmu, sejak kami minggat.!" tanya shiwoon.
"ayah memanggilku." jawab hye mi.
"belakangan ini ayah sudah mulai tenang, apa dua mulai lagi?!" kata shiwoon.
"nggak tau, katanya aku nggak boleh pergi selama seminggu." jawab hye mi.
"dia nggak akan sekeras itu padamu, sekarang kamu juga sudah dewasa, jadi jangan khawatir. kalau sampai hal itu terjadi padamu, aku akan membelamu." kata shiwoon.
"terima kasih." kata hye mi.
"aku mau pergi kuliah dulu," kata shiwoon.
"aku juga mau pergi pemotretan!" kata hye mi.
"tunggu, hye mi aku akan ikut denganmu.!" kata ayah hye mi.
"kenapa ayah mengikutiku ketempat kerja sih!!" kata hye mi.
"aku perlu memeriksa semuanya selama seminggu ini kan?" kata ayah hye mi.
"ayah!! ini keterlaluan.." kata hye mi.
"dan berikan hp mu padaku" kata ayah hye mi.
"ini kan kehidupan pribadi aku." bentak hye mi.
"ayah, itu agak..." shiwoon mencoba membela hye mi.
"apa ada dari kehidupan pribadimu yang nggak boleh kulihat? kalau kamu nggak punya sesuatu yang kamu sembunyikan, maka berikan padaku." kata ayah hye mi.
hye mi memberikan hp nya kepada ayahnya dengan sangat berat hati.
"aku akan memberikan nya padamu kalau ada telpon." kata ayah hye mi.
"bagus, kita cut dulu. kerja bagus semua..." kata photografer hye mi.
"hye mi, sebentar. siapa itu? dia selalu mengawasimu sejak kita mulai pemotretan. hati - hati mungkin dia punya niat buruk." kata pil suk.
"eh. kenapa dia di sini?" tanya pil suk.
"aku sedang diawasi." jawab hye mi.
"apa kamu melakukan hal yang buruk?" tanya pil suk.
( apakah dia benar - benar akan menempel padaku sepanjang waktu.? dia nggak berhak mengambil hp ku. hp itu ada kode kuncinya, dia nggak akan bisa membuka nya.) gumam hye mi.
"hyemi, siapa itu ayam" tanya ayah hye mi dari belakang.
"waaa..." hye mi kaget.
"ini masuk saat kamu sedang pemotretan. AKU KANGEN PADAMU. ??" kata ayah hye mi.
"i, itu... ( ah, yoo jin.) dia itu pemilik restoran ayam yang sering aku kunjungi. hahaha" jawab hye mi dengan gugup.
"restoran ayam?" kata ayah hye mi.
"aku selalu kesana tiap hari, ayam nya lezat sekali! tapu akhir - akhir ini aku jaranga kesana. jadi dia menyuruhku datang!!" jawab hye mi.
"hmm, kalau susah selesai ayo kita pulang." kata ayah hye mi dengan wajah seram.
( syukurlah namanya aku simlan sebagai ayam. tapi ini terlalu berbahaya, kalau aku tertangkap sekali lagi. aku akan bilang pada yoo jin supaya nggak menghubungiku, tapi bagaimana caranya, aku nggak hapal no hp nya.) gumam hye mi.
saat membaca ayah hye mi memasukan hp hye mi dikantong nya, saat tidur masih didekapnya.
"i, ibu. hp ku dimana ayah menyimpan nya?" tanya hye mi.
"dia menyimpan nya dikantong plastik dan membawanya mandi." jawab ibu hye mi.
"sudah menyerah saja. kamu nggak akan menemukan celah." kata shiwoon.
"ini jahat sekali!! aku kan nggak melakukan tindakan kriminal." kata hye mi sambil menangis di dalam kamarnya.
"iya, aku tau. aku sungguh merasa dia itu terlalu keras padamu. apa sebaiknya aku coba memintanya." kata shiwoon.
"nggak usah deh, itu akan memperburuk keadaan. kalau begitu tinggal satu cara lagi." kata hye mi.
"kamu membuatku merasa gelisah" kata shiwoon.
"kamu akan mampir kerumahmu?" kata ayah hye mi.
"iya, aku nggak bawa banyak barang karena buru - buru. dan ada beberapa barang yang aku butuhkan. seperti pakaian juga. semuanya ada disana, jadi aku harus pergi mengambilnya." kata hye mi.
"ya sudah, ayo kita berangkat." kata ayah hye mi.
( sudah ku duga!! ) gumam hye mi.
di rumah yoo jin;
"hye mi nggak menjawab telpon nya. dan nggak membalas pesanku dari kemarin.. apa terjadi sesuatu? apa dia dipaksa menikah oleh ayahnya? nggak itu nggak mungkin, aku nggak boleh berpikiran jelek." kata yoo jin dan melihat aksesoris hp nya tiba tiba menyala.
"aku cuma mau mengambil baju saja, jadi kamu tunggu saja disini." kata hye mi.
"memangnya kamu menyembunyikan harta karun ya dirumah mu?" tanya ayah hye mi.
"nggak, kamu bahkan mengambil hp ku. aku cuma sebentar kok." kata hye mi sambil membuka pintu rumahnya.
"hmm. baiklah, kamu punya waktu 10 menit," kata ayah hye mi.
"hmm. baik lah!" kata hye mi.
( bagus aku punya waktu beberapa menit, kalau aku nggak bisa menelepon aku harus mengatakan nya langsung. akua akab meninggalkan pesan diterasnya atau apalah!!) gumam hye mi sambil membuka pintu rumahnya.
"hye mi, kamu sudah pulang? aku sudah khawatir karena kamu nggak bisa dihubungi. apa kamu tai berapa lama aku menungg....gu." kata kata yoo jin terhenti saat melihat ayah hye mi bersama hye mi.