Only you

Only you
KTHU ~ 55.



( satu - satunya manusia yang mau menerima ku apa adanya, itu membuatku sangat bahagia. tapi pada akhirnya, kamu hanyalah manusia. kenangan masa kecilku, dan orang - orang yang dekat denganku, semua direbut oleh manusia! salahnya karena kamu juga manusia song sam dong! aku nggak mau disakiti oleh manusia lagi. aku, aku nggak suka manusia.) gumam JB yang duduk di bar.


"yo, lihat siapa ini! kebetulan sekali bertemu denganmu di sini nak!" kata shiwan.


"apa - apaan, ngapain kamu kesini." bentak JB.


"aku ada perlu menemui seseorang! tapi lihatlah siapa yang bicara. duduk di bar seperti ini, tidak pantas untukmu! anak - anak seharusnya dirumah minum yakult." kata shiwan mengejek JB.


"kalau dipikir - pikir, apakah ini pertama kalinya sejak...? apakah kisah cintamu yang tak terbalas itu akhirnya berakhir?" kata shiwan.


"apa urusan nya denganmu? urus saja urusanmu sendiri, kamu nggak tau apa - apa." kata JB dengan kesal.


"tentu saja itu nggak ada hubungannya denganku. aku bahkan nggak tertarik soal hati seorang anak yang bahkan nggak bisa mengontrol emosinya! ngomong - ngomong, harga dirimu pasti terluka karena pujaan hatimu direbut oleh manusia." kata shiwan.


"bisa sampai jatuh cinta pada manusia, si go hye mi itu pasti sudah gila. seharusnya kamu menyerah saja, atau jangan - jangan kamu sudah menyerah? dia bukanlah orang yang bisa kamu hadapi juga!" kata shiwan.


"jangan sembarangan bicara mengenai hal yang sama sekali nggak kamu ketahui! kalau pada saat itu kamu bisa memburu jin yoo jin dengan benar, semuanya nggak akan seperti ini!! kalau saja kamu melakukannya, semuanya pasti alan berjalan dengan semestinya. itu adalah oerasaan yang kusimpan baik - baik selama bertahun - tahun, dan tiba - tiba saja manusia itu merebut semuanya!! aku kahilangan dia gara - gara manusia. manusia,,, sekarang aku nggak mau lagi berhubungan dengan mereka." bentak JB mengeluarkan semua emosinya.


"ini cukup menghibur!. benar, manusia itu cuma segerombolan orang bodoh yang menyerahkan diri mereka tanpa tau bahwa mereka itu sebenarnya buruan." kata shiwan sambil mendekati JB.


"mungkin tanpa diduga kita bisa lebih akrab! karena aku juga sudah sangat kesal pada manusia sama sepertimu! kalau perburuanku berhasil, aku juga akan bersikap baik padamu. karena berteman dengan seseorang yang memiliki pikiran yang sama, itu bukanlah ide yang buruk!" kata shiwan.


"jangan terlalu sombong, pada akhirnya kamu ini nggak ada bedanya! kamu sudah mengincar jin yoo jin, tapi nggak ada hasilnya. jadi apa yang membuatmu berbeda dariku?" kata JB.


"hmm, apa itu yang kamu pikirkan? semuanya akan berakhir seperti yang kurencanakan. aku nggak seperti dirimu, aku nggak begitu bodoh untul menyerang ke kepala dulu! kamu tidak seharusnya bertindak emosional kalau menginginkan sesuatu. aku cuma sedang menunggu celah, sebuah kesempatan yang nggak akan pernah datang dua kali. dan jika saatnya tiba, aku akan memperoleh hasil yang terbaik dalam genggamanku." kata sam dong sambil tertawa.


"apa? apa yang kamu bicarakan?!" kata JB.


"anak sepertimu nggak akan mengerti. aku pergi dulu, waktuku terbatas." kata shiwan.


"kamu ini sebenarnya siapa sih? muncul tiba - tiba dan bicara nggak jelas, lalu meremehkanku seakan - akan kamu tau semua yang sudah terjadi. siapa yang kamu korbankan sehingga kamu menjadi raja? " kata JB.


"aku adalah orang yang lebih hebat darimu. aku nggak sepertimu, aku nggak meledak -ledak saat berada didekat manusia, dan aku nggak hidup dengan mengandalkan kontak fisik dengan manusia untuk berburu. apa kamu tau?! aku berperan sebagai pemimpin editor saat jabatan seperti itu membuatku susah untuk berburu? karena untuk diakui seseorang itu sangatlah susah." kata shiwan.


"apa - apaan sih kamu?!" kata JB.


"aku akan menceritakannya padamu, hanya padamu! nggak bakal ada yang tau, apa penyebab kematian seorang manusia yang dibunuh oleh vampir. artinya kamu nggak akan ditangkap oleh polisi untuk selamanya. walaupun ini bukan sesuatu yang akan diketahui vampir biasa sepertimu." kata shiwan


( apa? ) gumam JB.


"shiwan apakah kamu sudah lama menunggu?" kata seorang perempuan.


( apa itu artinya?... mungkinkah dia?! ) gumam JB.


Hye mi mendatangi sekolah cheongsol.


"catatan sekolah yang kamu minta ada disini. disini dikatakan kalau kamu pindah kesekolah ini saat semester pertama kelas dua, lihatlah!" kata pengurus tata usaha sekolah sambil memberikan catatan sekolah pada hye mi.


"eh, iya terima kasih." kata hye mi.


"benar, dipidah ke SDcheongsol saat kelas dua. mungkin aku masih muda, tapi kalau lingkunganku berubah aku pasti akan mengingat sesuatu tentang itu. aku nggak ingat pernah ganti dan pindah sekolah? aku bahkan bisa mengingat jelas ada gurita yang menempel dikepalaku saat masih TK." kata hye mi.


( tapi kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun dari masa ini, seakan - akan masa itu telah dibuang.) gumam hye mi sambil melihat fotonya di sekolah cheongsol.


"oh sial, aku lupa mensilent hp ku. aku harus menjaga sopan santunku disekolah." hye mi kaget saat hp nya berdering dan ternyata yang menelpon nya adalah ayah hye mi.


tapi hye mi mematikan hp nya dan nggak mengangkat telpon dari ayahnya.


dirumah hye mi;


"dia nggak akan mau menjawab. semenjak hari itu, dia juga mengabaikan semua telponku. maaf ayah, alu keceplosan!" kata baek hee.


"nggak perlu menyesal, kita harus lebih fokus dengan apa yang bisa kita lakukan." kata ayah hye mi.


"jadi apa hye mi sudah mengetahui segalanya?" tanya ibu hye mi.


"dia mungkin masih belum ingat semuanya, karena dia sudah menghapus semua kenangan dalam dirinya. ingatannya hilang untuk bisa melarikan diri dan mengatasi kesedihan yang sangat mendalam akibat peristiwa yang mengejutkan itu." kata baek hee.


"hye mi terbangun tanpa mengingat apa pun. kecuali ada katalisator yang kuat, mungkin dia nggak akan mampu mengingatnya." kata ayah hye mi.


"sayang, kurasa sebaiknya kita beri tau dia sekarang. masalahnya juga nggak akan selesai dengan sendirinya karena kita merahasiakannya dari hye mi. hye mi harus menghadapi semuanya, hal yang terjadi hari itu juga tentang dirinya sendiri!" kata ibu hye mi.


"tapi kalau itu terjadi." kata ayah hye mi.


"apa yang sedang kalian bicarakan? apa yang terjadi pada hari itu? apa yang terjadi pada hye mi?" tanya shiwon.


( itu terjadi tak lama setelah hye mi masuk sekolah,) orang tua hyemi menceritakan kejadiannya pada shiwon.


"baiklah hye mi, hadap kesini! ah, putriku cantik sekali. baiklah ini dia, cheese!" kata ayah hye mi sambil mengambil foto hye mi kecil di sekolah TK cheongsol.