
"hati - hati dijalan." kata pil suk.
hye mi melihat shiwan yang mau pulang, tapi hye mi memanggilnya karena ingin minta maaf.
"he, hei. tadi itu kacau sekali, jadi aku nggak sempat mengatakan ini, tapi terima kasih karena sudah menyelamatkan ku." kata hye mi.
"terima kasih, hah? aku cuma menolong karena seorang model kan nggak boleh terluka. jadi itu bukan masalah yang besar kok, jadi kamu nggak perlu begitu. aku cuma nggak mau rugi. tapi kalau terima kasihmu itu tulus, ya sudah aku terima deh." kata shiwan.
"aku mengatakan itu, karena aku nggak mau berhutang budi padamu. ( aku benar - benar nggak bisa menyukainya )" kata hye mi.
"ngomong - ngomong, apa nggak sebaiknya kamu menelpon pacarmu? dia bisa histeris karena kakimu yang terkilir itu." kata shiwan yang berdiri di dekat mobilnya.
( oh, menelpon yoo jin! tapi ini terlalu cepat dari waktu dia menolak ku. aku nggak mau menelpon nya hanya untuk urusan ini.! ) gumam hye mi.
"ng, nggak apa - apa kok, aku naik taksi saja! aku kan bukan anak kecil lagi, jadi aku bisa mengatasinya. masuklah ke mobilmu." kata hye mi.
"biar ku antar kamu pulang, jadi kamu masuk juga ke mobilku." jawab shiwan.
"eh, nggak usah. aku..." kata hye mi.
"nggak usah keras kepala deh! aku tau kalau sebenarnya kamu susah untuk jalan." kata shiwan.
di dalam mobil shiwan;
( rasanya aku merasa berhutang budi lagi padanya.) gumam hye mi.
"sepertinya memang ada masalah, kamu sampai nggak mau menelpon nya setelah kakimu terluka.!" kata shiwan
"eh, bukan begitu. a, aku cuma nggak mau membuatnya menjadi khawatir dengan hal yang nggak penting." jawab hye mi.
"merahasiakan nya karena kamu nggak membuatnya khawatir ya? apa kamu bisa menyebut pasangan yang nggak jujur satu sama lain sebagai pasangan sungguhan? jadi menurutku, kamu juga belum memberitau dia kalau kamu ini vampir. dan kamu masih saja ngomong soal cinta sejati dan sejenisnya! yah, tapi bagaimanapun hasil alhirnya sudah jelas." kata shiwan.
"maksudmu apa?" bentak hye mi dengan kesal.
"cinta antara manusia dan vampir itu nggak mungkin akan berhasil, karena itu adalah hubungan yang memerlukan pengorbanan dari salah satu pihak. jadi hubungan seperti itu, nggak mungkin akan disetujui atau pun berhasil. apa kamu sungguh berpikir dia akan mengerti dan menerimanya, begitu dia tau kamu mendekatinya karena dia adalah buruan? jadi lupakan saja. kalau kamu cuma mau membuang - buang waktumu seperti ini, kamu juga akan..." kata shiwan.
"kamu ini aneh, tadi kamu memanas - manasiku untuk mempererat hubungan kami, lalu sekarang kamu menyuruhku untuk mengakhirinya. sebenarnya apa sih mau mu? " tanya hye mi denga kesal.
"yah, yang mana saja juga boleh." jawab shiwan.
mereka sudah sampai di depan apartemen hye mi, kemudian hye mi turun dari mobil shiwan.
"terima kasih banyak, kamu sudah mengantarku pulang." kata hye mi.
"apakah kamu bisa naik tangga sendiri?" tanya shiwan.
"tentu, aku bisa. itu bukan masalah kok." jawab hye mi.
hye mi kemudian berusaha berjalan untul menaiki tangga dengan kakinya yang sakit.
"bagaimana kalau kita fokus pada satu hal saja." kata shiwan dan mendekati hye mi yang kesakitan.
"ya tuhan, kamu ini menyebalkan." kata shiwan sambil menggendong hye mi.
"aku melakukan nya karena bakal menyusahkan kalau sampai ada yang patah atau apa lah, akibat kejadian hari ini. aku cuma akan mengantarmu sampai ke depan pintu, jadi diamlah!" kata shiwan.
"tu, tunggu! tapi tetap saja ini kayak..." ucapan hye mi terhenti saat melihat yoo jin di atas tangga.
"oh, yoo, yoo jin. apa kamu mau keluar rumah?" tanya hye mi dengan gugup.
"aku cuma mau buang sampah." jawab yoo jin yang melihat hye mi di gendong oleh shiwan.
"oh, buang sampah, benar juga!" kata shiwan.
"jangan salah sangka! tadi ada kecelakaan jadi di, dia itu..." kata hye mi.
"tadi terjadi kecelakaan di lokasi pemotretan. peralatan lampu diatas jatuh, dan kaki hye mi terluka karena dia berada tepat dibawahnya saat pemotretan. sebagai orang yang bertanggung jawab atas pemotretan hari ini, aku merasa dia nggak seharusnya pulang kerumah sendirian, jadi aku mengantarnya pulang." kata shiwan sambil menurunkan hye mi.
"aku harap kamu nggak salah faham. walau tentu aku tau kalau kamu bukan orang yang seperti itu. kalau begitu, semuanya kuserahkan padamu, aku pergi dulu." kata shiwan yang melihat yoo jin masih diatas tangga.
"terima kasih sudah mengantarku pulang." kata hye mi.
"jaga dirimu, dan berjuanglah untuk kedua hal itu." kata shiwan dan dia langsung pergi.
yoo jin membawa hye mi masuk kedalam rumah hye mi, dan mengobati kaki hye mi yang terkilir.
( canggung sekali! apa dia kesal? dia nggak ngomonh sepatah kata pun.) gumam hye mi.
"yoo jin, kamu nggak jadi membuang samoah gara - gara aku." kata hye mi.
tapi yoo jin tetap saja terdiam dan tidak menjawab pertanyaan hye mi.
"sudah, sampai di sini saja, setelah ini kita bisa membuang nya bersama - sama." kata hye mi dengan gugup karena yoo jin tetap terdiam.
"nggak apa - apa." jawab yoo jin dengan beraikap dingin sambil mengobati kaki hye mi.
"kalau begitu besok aku akan membantumu." kata hye mi.
"kenapa kamu nggak meneleponku? kamu bahkan nggak bisa jalan. kenapa kamu nggak memintaku untuk menjemputmu?." tanya yoo jin dengan dingin.
"i, itu. aku nggak mau mengganggu pekerjaanmu. dan itu bukan masalah yang besar, aku nggak mau membuatmu khawatir." jawab hye mi.
"yang lebih membuatku khawatir adalah, bahwa kamu pulang kemari dalam pelukan laki - laki lain. sudah selesai besok pergilah kerumah sakit." kata yoo jin yang mengemasi kotak p3k nya.
"oke, terima kasih." jawab hye mi.
"kalau punya es nanti malam kompres dan pijatlah sebelum tidur." kata yoo jin.
hye mi melihat yoo jin yang berdiri jauh darinya. hye mi mengingat semua ucapan shiwan waktu dimobil.
"hei, yoo jin. apa pendapat mu kalau aku bilang bahwa aku ini sebenarnya orang yang berbeda? katakan lah aku punya rahasia yang selama ini kusembunyi kan dari mu, atau kalau aku sebenarnya agak berbeda dari yang selama ini kamu kenal? bagaimana perasaanmu?" tanya hye mi.
"kenapa? apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" kata yoo jin.
"nggak sih, aku bukannya menyembunyikan darimu, tapi yah, sebenarnya aku ini..." ucapan hye mi terhenti saat yoo jin menyela pembicaraan nya.