
Yoojin terkejut mendengar permintaanku. Diaingin menolak permintaanku, tapi dia tidak bisa melakukannya. Akhirnya dia mengikuti apa mau ku.
"Baiklah, aku harus apa," tanya Yoojin sambil menaruh gelas di meja.
"Kamu cuma tiduran saja dan buka kancing kemejamu, selanjutnya aku yang akan melakukan samuanya." Aku memperjelas apa yang harus dia lakukan.
Terpancar jelas ada sedikit keraguan dimatanya. Aku tau, dia masi tidak siap jika aku harus menyentuh bagian tubuhnya yang lain. Tapi aku harus apa, ini adalah permintaan dari majalahnya langsung agar aku menyentuh tubuh pria yang berfoto denganku.
"Oke, kita mulai fotonya," kata Pilsuk.
Posisiku diatas badan Yoojin dan menyentuh dada yoojin dengan gaya yang sangat seksi. Tatapanku seakan ingin memangsa habis makanan yang ada dihadapanku saat ini.
"Oke cukup, foto yang bagus hyemi. Aku yakin kamu akan jadi pemenangnya," kata Pilsuk sambil tersenyum.
Yoojin mendorongku untuk menjauh dari tubuhnya dan bergegas berdiri. Aku sedikit terkejut, tapi aku mengerti apa yang sedang di rasakan oleh pria yang ada di hadapanku ini. Dia pasti merasa tidak nyaman saat melakukan pose foto seperti tadi.
"yoojin aku kan cuma menyentuh kamu sedikit, kenapa kamu semarah itu." kata hyemi.
"sudah kan fotonya ayo kita pulang." kata yoojin dengan kesal.
"owh ok, dah pil suk aku pulang dulu." kata hyemi meninggalkan studio foto itu.
"yoojin nanti aku akan kasih tau kamu kalau fotonya sudah jadi." kata hyemi tersenyum sambil berjalan pulang.
"hyemi apa kamu tidak bisa cari pekerjaan lain selain menjadi foto model dewasa seperti itu?".
"yoojin ini pekerjaan ku, dan menjadi model majalah dewasa adalah impianku, kamu tidak berhak melarangku." kata hyemi kesal, dan pergi meninggalkan yoojin.
"terserah kamu saja". teriak yoojin dan berjalan menuju apartemen nya.
"dasar cowok seenak nya sendiri, dia fikir dia siapa bisa ngatur2 aku, tapi ngomong2 aku lapar. aku akan cari mangsa dulu, baru setelah itu aku bisa tidur dengan tenang." hyemi keliar apartemen dan melihat ada laki2 lewat mengajaknya berkenalan.
"wah kebetulan sekali, aku sedang lapar dan ada makanan lewat." hyemi berkata dalam hati.
"hai cewek sendirian aja boleh aku temani?" kata pria itu.
"boleh saja." kata hyemi sambil menyentuh tangan cowok itu. setelah selesai menyerap energi cowok itu hyemi kembali ke apartemen, tapi tidak sengaja bertemu JB dan samdong.
"hohoho... katanya makanan lain hambar mau nya makan ayam saja, tapi masih mau makanan yang lain tuh." ejek JB.
"aku teroaksa karna ayamku lagi marah." jawab hyemi.
"tapi ngomong2 ayam kamu itu siapa sih?" tanya JB penasaran.
" itu rahasia kamu gak perlu tau, kalian mau masuk atau mau diluar saja."kata hyemi sambil membuka pintu.
"ayo kita masuk samdong, malam ini kita nginap disini saja ya aku ngantuk sekali." kata JB.
"boleh saja asalkan kalian jangan macam2 sama aku." seru hyemi.
"tenang saja kamu bukan tipe ku kok yang mulia hyemi." kata JB.
"apa kamu bilang di bandingkan cewek2 yang kamu rayu. aku lebih cantik tau."
"ya memang benar tapi ukuran dadamu tidak sebesar mereka, lagi pula mereka semua cuma makananku."
"kamu bilang dada ku kecil?". kata hyemi marah.
"ya sudah lah yang mulia aku mau tidur ngantuk."
"enak saja kamu mau tidur setelah menghinaku. lihat samdong dia langsung tidur sangat menyebalkan." kata hyemi.
"oh ayolah kita sedang minum, dn smdng bukan tidur tapi dia kehabisan energi karna aku terlalu lapar tadi." kata JB sambil minum.
tiba2 ada pesan masuk di hp hyemi dan itu dari yoojin.
"diamlah ini sudah malam." isi pesan yoojin.
"hei siapa tengah malam mengirim kan kamu pesan?" tanya JB.
"ah sudahlah abaikan saja, tidak penting juga." jawab hyemi.
"eh tapi ngomong2 kenapa samdong mau jadi makanan kamu? dan kenapa dia tidak takut walaupun kamu vampir." tanya hyemi heran.
"itu karna dulu dia pernah aku tolong dan tidak sengaja aku meminum darah penjahat itu, dan dia melihatnya. tapi aku pernah menyuruh dia pergi tidak usah berkorban diri menjadi makananku, tapi dia tidak mau meninggalkanku. mungkin dia sudah jatuh cinta padaku haha". jawab JB sambil tertawa.
"owh begitu, ya sudah kamu istirahat aja. aku juga mau tidur capek." kata hyemi.
"hyemi tunggu dulu, bagaimana dengan tetangga kamu itu? apa dia masih susah di sentuh?". tanya JB.
"ya begitulah, aku akan cari tau kenapa dia sampai gila kebersihan seperti itu." hyemi masuk kamarnya dan tidur.
keesokan pagi. hyemi pergi membuang sampah dibawah apartemen nya, dan tidak sengaja bertemu yoojin.
"selamat pagi," kata hyemi.
"kamu tidak bisa ya kalau tidak membawa cowok tidur di apartemen kamu?" kata yoojin kesal.
"hei kamu cemburu ya. ya sudah lah mereka itu teman ku, lagipun kamu juga belum bisa berubah, masih saja mengenakan masker dan sarung tangan seperti itu." jawab hyemi dan pergi.
"hyemi aku tau aku belum bisa melakukan apa yang kamu mau, tapi bukan dengan cara kamu selingkuh dengan sahabat kamu itu." teriak yoojin. hyemi tidak peduli dengan kata2 yoojin dan langsung masuk apartemen nya.
"hyemi kami pulang ya." mereka pamit pergi, tapi setelah mereka membuka pintu mereka melihat ada laki2 di depan pintu apartemen yoojin.
"hyemi kemarilah," JB memanggil hyemi.
"iya ada apa kalian pulang saja sana." kata hyemi sambil berjalan mendekati mereka berdua.
"kamu kenal laki2 itu?" tanya JB.
"aku tidak mengenalnya tapi aku rasa ada yang aneh dengan dia." kata hyemi.
"aku juga merasa dia sama seperti kita". kata JB.
laki2 itu melihat ke arah JB dan hyemi, kemudian tersenyum sinis.
"iya anda siapa?". tanya yoojin sambil membuka pintunya.
"owh hai aku adalah penerbit novelmu." kata laki2 itu.
"owh iya aku baru ingat kalau tadi ada penerbit yang menelfon ku, ayo silahkan masuk." ajak yoojin kepada laki2 itu dan tidak menghiraukan hyemi dan JB yang sedang berdiri melihat mereka berdua.
"JB aku merasakan firasat yang tidak enak, akua takut terjadi sesuatu sama ayamku." kata hyemi
"apa ayam??.." tanya JB heran.
"eh maksudku yoojin."
"aku tau jadi ayam itu adalah yoojin, apa kamu sangat menginginkan dia hyemi?" tanya yoojin dengan serius.
"haha kamu apaan sih aku cuma tidak mau berbagi makananku dengan orang lain, itu aja kok.". kata hyemi gugup.
mereka berdua akhirnya pulang ke apartemen o'rjin mereka. dan hyemi masuk kamarnya dan berfikir tentang tatapan laki2 yang bersama yoojin itu.
"aku harus cari tau, aku akan menanyakan kepada yoojin siapa laki2 tadi, tapi tidak aku akan masuk ke apartemen nya sekarang juga." hyemi bergegas ke apartemen yoojin.
"namamu siapa pak?" tanya yoojin pada laki2 itu.
"jangan panggil aku pak aku seumuran denganmu. panggil saja aku jiho." kata laki2 itu.
"tidak usah repot2 yoojin aku kesini cuma mau melihat hasil kerjamu sebelum diterbitkan." jawab laki2 itu.
tiba2 hyemi langsung masuk tanpa membunyikan bel.
"yoojin, bisa aku bicara denganmu?. tanya hyemi.
"hyemi, kamu tidak lihat aku masih ada tamu." kata yoojin.
"baiklah, yoojin aku pergi dulu, kalian bisa bicara." jiho pamit dan berjalan melewati hyemi.
"yoojin, aku mohon jauhi laki2 itu. aku gak mau kamu celaka." kata hyemi.
"hyemi, dia itu penerbit novel ku, kami akan bekerja sama, kamu punya impian, aku juga sama." kata yoojin
"ok kalau itu keputusan kamu, lebih baik kita samaw instropeksi diri saja mulai sekarang." hyemi pergi meninggalkan yoojin.
selang beberapa detik yoojin menghampiri hyemi dan mengajaknya ketaman bermain.
"hyemi ayo kita pergi ke taman hiburan." ajak yoojin.
"kamu serius mau ngajak aku bermain?" tanya hyemi senang.
"iya ayo berangkat." mereka berdua pergi ketaman bermain.
"yoojin ayo kita naik roll coster," ajak hyemi.
"mana mungkin dia mau naik roll coster." kata JB yang tiba2 datang mengenakan topeng agar tidak ada fans yang mengenalinya.
"JB, samdong. kalian disini juga." tanya hyemi tersenyum.
"iya, kalau mau aku bisa temani kamu main." kata JB.
"ayo..." kata hyemi. dan mereka berdua menaiki roll coster dan permainan lain nya. sedang kan yoojin dan samdong hanya duduk diam melihat mereka bersenang2.
selesai bermain hyemi dan JB mengahmpiri yoojin dan samdong.
"hai yoojin maaf ya, aku sudah lama sekali gak main sesenang ini." kata hyemi.
"aku mau ke toilet dulu". kata yoojin dan pergi.
"aku juga mau ketoilet sebentar ya." kata JB.
"sungguh kasihan ya hyemi, jalan sama pacarnya tapi tidak bisa membahagiakan dia." kata JB yang menyindir yoojin.
"maksud kamu apa?." tanya yoojin
"maksud aku, kalau saja aku yang jadi pacar hyemi aku tidak akan menyia2kan dia,".
"jangan berani2 menyentuh hyemi, karna dia adalah milik ku." kata yoojin marah.
"kamu merasa dia milikmu?, aku ini sahabatnya aku bisa menyentuh dia kapan saja. tapi kamu, kamu pacarnya yang tidak bisa menyentuh dan membahagiakan dia." kata JB sinis.
"jika kamu masih tidak bisa menyentuh dia, jangan harap dia bisa bahagia, orang pacaran bukan hanya jalan berdua mereka juga ingin kemesraan. sedangkan kamu tidak bisa memberikan kemesraan itu, tapi aku bisa memberikan nya." kata JB dan pergi meninggalkan yoojin dan fikiran nya yang kacau.
sedangkan di tempat duduk samdong menjelaskan sesuatu kepada hyemi.
"hyemi, kenapa kamu bisa se egois itu?". kata samdong.
"maksud kamu egois bagaimana sih?" tanya hyemi heran.
"kamu tau perasaan yoojin waktu kamu bersenang2 bermain dengan JB?. dia sakit hati, tapi dia tidak bisa apa2. dia ingin bermain denganmu, tapi dia belum bisa melawan OCD nya. sedangkan kamu malah bersenang2 tanpa pedulikan perasaan nya." kata samdong kesal. hyemi hanya diam dan menyadari betapa egoisnya dia, yang hanya memikirkan kebahagiaan nya sendiri.
"aku memberi tau kamu ini karna aku tidak mau JB jadi orang ketiga diantara kalian. JB sengaja mengajak kamu bermain, karna dia tidal suka kamu bersama yoojin." kata samdong. kemudian JB dan yoojin datang.
"yoojin ayo kita masuk ketumah hantu berdua saja." ajak hyemi. dan mereka pergi meninggalkan samdong dan JB.
"hei hyemi.." teriak JB.
"sudahlah, biarkan mereka berdua." kata samdong.
"samdong aku ingin bicara denganmu." kata JB. dan tiba2 ada 2 gadis mengahampiri mereka.
"maaf bukan nya kalian JB dan samdong ya..?" kata dua gadis itu.
"JB gawat kita harus lari.." mereka berdua lari..
"hei disini ada JB dan samdong o'rjin." teriak kedua gadis itu. JB dan samdong langsung pergi naik mobil.
"hyemi apa disini tidak terlalu gelap?" kata yoojin.
"yoojin apa kamu juga takut gelap?" tanya hyemi.
"tidak. hyemi bolehkah aku menggenggam tanganmu.?" kata yoojin sembari mengulurkan tangan nya.
"yoojin kamu tidak pakai sarung tangan? apa tidak masalah?" tanya hyemi.
"hyemi aku minta maaf aku ingin melakukan apa yang kamu ingin kan tapi bukan sekarang. aku akan bertemu dengan kakakmu agar aku bisa cepat sembuh." kata yoojin sambil menggenggam tangan hyemi.
"yoojin, aku tidak apa2 kok. besok aku antar kamu ke klinik kakak ku." kata hyemi sambil tersenyum. tiba2 ada batu berjatuhan dari atas yang hampir mengenai hyemi, tapi yoojin menempelkan hyemi ketembok agar tidak terkena batu.
"yoojin trima kasih." kata hyemi sambil menatap yoojin yang mencoba menciumnya.
"hyemi, kamu mau kan menungguku, aku cuma ingin bersamamu." kata yoojin sambil berjalan keluar.
"aku tidak akan meninggalkan kamu yoojin aku janji." kata hyemi.
dari belakang ada yang melempar telur ke arah hyemi dan mereka adalah fans yang tergila2 terhadap JB. mereka tidak terima JB jalan dengan wanita lain.
"awas hyemi". yoojin menghadang hyemi dan telur itu mengenai dirinya.
"yoojin...." hyemi yang terharu, krna tidak menyangka yoojin bersedia menyelamatkan dirinya, sampai dilempari telur padahal dia gila kebersihan.
"kamu tidak apa2 kan? dasar mereka gila." kta yoojin kesal.
"aku tidak apa2 yoojin, dan ini juga bukan pertama kalinya aku mengahadapi fans2 nya JB." kata hyemi.
"kalau memang bukan pertama kalinya kenapa kamu masih saja mau jalan dengan JB padahal fans dia selalu ingin mencelakai kamu."
"JB adalah sahabat masa kecilku. aku tidak mungkin menibggalkan dia begitu saja." kata hyemi.
"ayo kita pulang, aku harus cepat mandi." kata yoojin.
"baiklah..." kata hyemi. dan mereka pun pulang. sesampainya di apartemen JB langsung menemui hyemi.
"hyemi, hyemi maafkan aku. kamu tidak apa2 kan?" tanya JB sedih mendengar kabar kalau fans2 nya ingin mencelakai hyemi.
"aku tidak apa2 kok, untung ada yoojin yang menyelamatkan aku." kata hyemi.
"aku tidak akan mengampuni mereka yang ingin mencelakaimu. akan kuberi perhitungan." JB keluar dan menghampiri apartemen yoojin.
"ada apa kamu kesini?" tanya yoojin.
"aku kesini cuma mau bilang terima kasih karna kamu sudah menyelamatkan hyemi." kata JB.
"kamu tidak perlu bergerima kasih karna ini sudah tugasku melindungi orang yang aku sayang." kata yoojin dan menutup pintunya.
"hah orang yang aku sayang katanya?. kita lihat saja apa dia masih sayang sama hyemi kalau tau hyemi bukan manusia,?" JB bergumam dan pergi.