
My baby Bi
yg mengedit video kita
Otak Belda berputar saat mendapat peaan dsri Regan Baby Bi, bukan Bee dan Belda merasa dia tidak pernah mengedit video itu, Regan juga tidak pernah memanggilnya Bee.
Satu ...
Dua ...
Tiga ...
Belda langsung teringat sesuatu, dengan cepat dia mencari nama Chaka di kontak ponselnya dan menghubungi Chaka.
"Ada dimana?" tanya Belda langsung.
"Di sekolah kak, nunggu Ade di panggi guru sama nunggu jemputan" jawab Chaka di seberang dnegan girang.
"Bilang Bubda kakak yang akan jemput, dan sharelok sekolah kamu sekarang."
Dengan terburu-buru Belda memutuskan komunikasi, tidak lupa dia mengambil masker dan topi hitamnya, gara-gara video itu dia jadi risih jika keuar dan orang-orang mengenalinya.
"Kak mau kemana?" panggil Sonia.
"Keluar bentar" sahut Belda.
My Baby Bi yang di maksud Regan pasti Bilqis, hanya anak itu yang selalu bersikap judes padanya, kebalikan Chak si kembrannya yang selalu menghubunginya hmpir setiap hari.
Mobil yang dikendari Bwld sampai di depan sekolah Bilqis dan Chaka, Belda keluar dri mobil dengan masker dan topiny menoleh kekanan dan kekiri mencri keberadaan si kembar.
Dari kejauhan terlihat Chaka melambaikan tangan berjalan dengan kegirangan sambil menyeret tangan Bilqis di belakangnya yang menatap Belda dengan wajah cemberut dan jutek seperti biasanya. Mau bagaimana lagi?, dari seluruh anggota keluarga Ganendra hanya Bilqis yang terlihat tidak menyukainya.
"Hai Kak ..." sapa Chaka menggenggam tangan Belda erat.
"Hai Chaka, hai Bi"
"Hai" singkat tampa intonasi.
Belda hanya bisa tersenyum masam, "Ok seksrang kita mau jalan-jalan kemana?."
"Mall" sahut Bilqis singkat.
Chaka dan Belda langsung menoleh bersamaan padanya, Chaka hendak berbicara tetapi Belda menggenggam erat tangan Chaka memberi isyarat jika merek harus mengikuti kemauan Bilqis.
"Ok kita jalan-jalan ke mall."
"Aku gak mau hanua jalan-jalan" ucap Bilqis bersedekap, "belanja dan makan-makan atau nonton, semua harus kakak yang bayarin."
Belda menghela nafas tetap dengan bibir mengukir senyum, "ok ok semua kakak yang bayar."
Bilqis mengulum bibirnya, Chaka berdecak memelototi Bilqis.
Seakan tak perdulu Bilqis berjalan terlebih dahulu kearah mobil Belda, membuka pintu jok belakang dan masuk lebih dulu. Belda yang melihatnua menaikkan sebelah alisnya menatap Bilqis aneh.
Bagaimana dia tahu mobilnya?
Sepanjang perjalanan ke mal Bilqis lebih banyak diam hanya menjawab singkat saja, semua pembicaraan lebih didominasi oleh Chaka.
Sampai di mal Belda memengajak mereka kearah restaurant lebih dulu karena sudah hampir sore dan mereka pasti belum makan siang.
"Ok selagi pesanan kita belum datang ..." Belda menggantungkan kalimatnya menoleh pada Bilqis, "kakak penasaran kenapa Bilqis melakukn hal itu?" tanya Beld lembut.
Perlahan Bilqis mengangkat wajahnya menatap Belda sebelum menghela nafas, "hanya iseng" jawabnya sekenanya.
"Iseng?" ulang Belda dnegan nada tak percaya, "kamu taju dampak keisengan kamu apa?."
"Tahu, kakak dan Abang akhirnya menikah"
"Lainnya?"
Bilqis mengangkat bahunya cuek. "Memangnya ada yang salah?, bukannya dampak dari video itu Abang dan Kakak bisa cepat menikah?."
"Tapi kamu membuat seluruh masyarakat Indonesia tahu dan Abangmu bisa malu"
"Enggak kok" bantah Bilqis santai, "Abang Ar malah berterima kasih sama Bi."
Bilqis membuka tasnya dan mengeluarkan macbook dari tasnya dan meletakkannya di atas meja tepat di depan Belda membuat Belda mengernyitkan keningnya.
"Tanda terima kasih dari Abang Ar" ucap Bilqis tersenyum lebar.
Belda ternganga mendengarya.
^-^
Dari jauh Regan memperhatikan Belda dan kedua adik kembarnya yang begitu telaten menghadapi tingkah mereka. Terkadang tersenyum melihat Belda yang selalu berdebat dengan Bilqis, dan terkadang kesal saat melihat Chaka memeluk Belda.
Regan sudah tahu jika Chaka selalu menghubungi Belda saat Regan dan Belda berjauhan, bahkan hampir setiap hari mereka saling memberi informasi, untung saja Chaka masih kecil jika tidak mereka berdua pasti akan berebutan Belda.
Dari toko tas, mereka masuk ketoko sepatu. Meski wajah Belda tertutup masker, Regan masih bisa tahu jika Belda tertawa kecil melihat kedua adik kembarnya berdebat.
"Hai" sapa Regan melingkarkan tangannya kepinggang Belda memeluknya dari belakang.
Belda yang kaget terperanjat hendak melepas pelukan Regan tetapi semakin Regan mengeratkan rangkulan tangannya.
"Abang ..." teriak Bilqis marah dengan kaki dihentak-hentakkan.
Regan tertawa mendengaranya.
Belda memukul-mukul tangan Regan, "lepas ... jangan peluk-peluk di depan anak kecil" brontak Belda.
Regan mepelas pelukannya tetapi dengan cepat mencium pelipis Belda membuat Belda melotot marah.
Buk ...
Sepatu melayang mengenai lengan Regan menghentikan tawa Rega dan membuatnya menoleh kesamping, Bilqis berdiri dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Abang belum halal gak boleh gitu" tegur Bilqis, "mau Bi laporin Bunda?."
Bibir Bilqis mencebik dan kembali berjalan kederetan sepatu, begitu juga dengan Chaka setelah berdecak kesal pada Regan.
Kepala Regan menoeh pada Belda dan tersenyum lebar, meski dari jauh dan tidak bis berduaan dengan Belda, dia sudah merasa cukup untuk mengobati perasaan kangennya.
"Udah sore loh ... kalian gak mau pulang?" tanya Regan berjalan menghampiri Bilqis.
"Bentar lagi kota mau nonton" sahut Chaka.
"Iya kak Qe sudah janji mau ngajak kita nonton" ucap Bilqis semangat meletakkan sepatu yang dia pegang dn berjalan cepat menghampiri Belda, "jadi nonton kan?" tanya Bilqis penuh harap.
Tidak langsung menhetujui Belda masih melirik Regan meminta persetujuan.
"Traktir makan dan beliin tas masih belum sebanding dengan apa yang Abang berikan sebagai tanda terima kasih sama loh ..."
Sangat lembut, terdengar sopan tapi penuh dengan tanda kutip yang begitu jelas.
"Bi ..." tegur Regan.
"Kenaoa harus minta tanda terima kasih ke Kak Qe juga?, kamu sudah dapat dari Abang macbook yang mahal" omel Chaka.
Wajah Bilqis langsung cemberut, "kit kan gak pernab nonton dengan Abang" ucap Bilqis lirih.
Regan mengelus kepalanya lembut, "ok kita nonton habis itu puang."
Kepala Bilqis langsung mengangguk cepat, tersenyum lebar.
Regan menghembuskan nafas pasrah, ingin melihat dan bertemu Belda, sekarnag mereka berdua malah harus mengasuh si kembar.
^-^
Bilqis tertidur di jok belakang, sedangkan Chaka tidur di pangkuan Belda. Chaka baru saja tertidur, sejak tadi anak itu benar-benar tidak memberi Regan kesempatan untuk berduaan bersama Belda.
Meski Belda terkadang mengomel dn berdebat dengan Bilqis, dia terlihat begitu perhatian dalam hal-hal kecil pada si kembar, seperti mengelap mulup Chaka yang belepotan, mengeluarkan beberapa lembar tisu untuk membungkus kemasan croffle agar tangan Bilqis tidak panas.
"Seharian sama mereka seperti latihan untu kita kalau punya anak ya?" ucap Regan melirik pada Belda sebentar dan kembali menatap kearah jalan raya.
Belda tertawa mendengarnya, dia menatap Chaka dan tersenyum lebar. "Pdahal aku amu menegur Bi agar dia tidak mengulainya lagi, tetapi jawabn dan tingkahnya malah bikin gemes sendiri."
"Lalu tadi gak jadi marah?"
Kepala Belda menggeleng, "bersama mereka aku justru merasakan bagaimana seorang kakak, bagaimana disayang seorang adik." Belda mengelis ranbut Chaka, "terima kasih sudah memberikanku kesempatan untuk mengenal sebuah keluarga."
Mobil mereka telah sampai didepan rumah Ganendra, Regan menoleh mengelus puncak kepala Belda dengan sayang. "Dan terima kasih sudah mau membangun keluarga bersamaku" ucap Regan sangat lembut.
*Tok ...
Tok ...
Tok* ...
Perhatia mereka langsung teralih pada kaca pintu di samping Regan duduk, di sana sudah ada Ara dan Abra yang memelototi mereka berdua.
Ara membuka pintu di samping Belda, seorang pembantu membuka pintun jok belakang mengmbil Bilqis yang tertidur, dan seorang lagi membukakan ointu disamping Belda mengambil Chaka dari gendongannya.
"Bawa mereka masuk" ucap Ara tegas.
Dua orang pembantunya membawa si kembar masuk kedalam rumah meninggalkan Regan dan Belda yang berdiri dideoan Ara dan Abra yang akan mengomelinya sebentar lagi.
"Kalian gak tahu bagaimana khawatirnya kami?" tanya Ara dengan tatapan tajamnya, "Chaka hanya bilang gak usah di jemput kerena kakak yang jemput, Jam enam belum pulang Bund amenghubungi semua gak ada yang menjemout mereka, tahu-tahunya kalian malah jalan berempat. Abang gak sabar banget ya nunggu dua minggu lagi?, mau diperpanjang pingitannya dan diundur nikahnya?" ancam Ara.
Diambang pintu Aslan, Javir, Alaric, Gea dan Mela menatap mereka sambil cekikikan geli.
Saat Ara menelfon mereka satu-persatu dan mengatakan si kembar hilang semua langsung kerumah Ganendra.
Javir bertugas mencari lokasi ponsel Chaka, saat titik lokasi ditemuan, dan meretes cctv mal yang memperlihatkan mereka berempat masuk kedalam mobil, Ara langsung menunggu kedtangan mereka didepan rumah.
Mendapat omelan dari Ara yang tiada hentinya Belda malah tersenyum, melangkahkan kaki dn memeluk Ara mwnghentikan omelan oanjang Ara.
"Terima kasih" bisik Belda serak.
Buk ...
Ara memukul lengan Belda pelan, "kamu ini di marahin mlah terima kasih."
Belda tertawa kecil, "karena sudah sangat lama gak ada sosok Ibu yang mau marah dan menegur Belda jika salah" cicit Beld mulai serak. "Terima kasih sudah mau menerima Belda dalam keluarga kalian, meski berprofesi DJ."
Ara membalas pelukan Belda sebentar sebelum mengurainya dan membingkai wajah Belda dengan lembut. "terima kasih juga sudah bisa menjadi pawang Ar."
Belda tertawa kecil melepas pelukannya pada Ara, menoleh lada Abra hendak berjalan akan memeluk Abra Regan lebih dulu menarik lengannya dan memeluk Belda erat. "Gak boleh peluk-peluk Ayah" larangnya tegas.
Plak ...
Ara memukul lengan Regan, marik lengan Belda hingga terlelas dari pelukan Regan. "Kamu juga gak boleh-peluk peluk sebelum nikah" kembali Ara mengomel, "As ... Javir ... antar Belda dan Mela pulang."
"Lah ... Ar yang akan nganter Bun."
Mata Ara semakin melotot tajam, "kamu masuk" ucap Ara tegas. "Jangan bermain licik di belakang Bunda" desis Ara penuh ancaman.
Dan seperti biasa, meski Abra adalah seorang kepala keluarga, perkataan Ara lebih mutlak dan tidk bisa diambil remeh juga.
^-^
.
Terima kasih sudah mampir 🙏
If you don't mind please leave a 👍Like and 💬Comment
Because it means a lot to me 😇 Thank you 😉 have a nice day 😄
Love You 😙
Unik Muaaa