My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Macem-macem



Selama seminggu ini, mereka telah gelut dengan kertas-kertas dengan soal-soal subhanallah.


Dan sore ini, Nadia dkk sedang berkumpul di rumah Cindy si kembar 3. "Akhirnya brader! gua bisa istirahat.. " kata Fauzan.


"Istirahat apaan lu? istirahat dari sekolah?" tanya Naila.


"Belajar lah beb!"


Semua seketika melotot ke arah Fauzan, sedangkan Naila membeku di tempat mendengar kata 'beb' langsung dari mulut Fauzan.


"Lo.. barusan ngomong apaaa?" tanya Cindy memastikan.


"Belajar lah, apa lagi.. " ulang Fauzan.


"Bukan itu b*ngsat.. setelah kata itu.. " kata Diana.


"Ya apa?" tanya Fauzan bingung.


"Yang tadi anjer.. " kata Nathan.


"Yang mana?" tanya lagi Fauzan.


Capek dengan Fauzan, mereka mengganti topik. Sedangkan Fauzan mengernyitkan dahi nya masih belum paham apa yang di maksud dengan teman-teman nya itu. Naila pura-pura batuk agar sadar dari lamunan nya.


"Dua minggu lagi acara pensi guys, " kata Syaila setelah mengecek ponsel nya.


"Oh ya? kapan?" tanya Nadia.


"Katanya tanggal 25 " jawab Syaila meletakkan ponsel di samping Alvin. Tanpa basa basi Alvin langsung menyambar ponsel pacar nya itu.


"Minggu dong, " kata Diana.


"Iyup, " sahut Syaila.


"Asiikk.. Cari cogaaa--" kata Nadia mengangkat tangan nya.


"Ekhem, " Rafael pura-pura batuk. Nadia melirik ke samping. Sialan! dia lupa kalau dia sudah punya suami.


"Cari cogan buat.. Nailaa, " kata Nadia dengan suara pelan.


"Laahh, kok jadi gue?" kata Naila kaget menunjuk dirinya sendiri.


Rafael mengangguk. Nadia agak ngeri kalau Rafael hanya mengangguk tapi tak berbicara apa-apa.


***


Selesai dari rumah Cindy, mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Nadia dan Rafael kembali ke apartemen mereka.


Sesampainya di apartemen. Nadia segera mengganti baju nya dan duduk di sofa ruang tengah. Sibuk scroll tiktok, dia sampai tak sadar kalau Rafael ada di samping nya.


Rafael menyenderkan kepala nya di paha istrinya, Nadia hanya melirik nya singkat, tangan kiri perempuan itu mengelus rambut lelaki dan tangan kanan nya sibuk dengan ponsel.


Laki-laki itu menenggelamkan kepala nya di perut perempuan nya. "Sayang, " panggil Rafael.


Nadia sama sekali tak mengubrisnya. "Sayaaang, " Rafael merengek meminta perhatian istrinya.


Nadia meletakkan ponsel nya. "Iya, kenapa?" tanya Nadia sedikit menunduk untuk melihat wajah Rafael.


"Mau beby, "


"Hah?!"


"Bikin yuk, "


"No.. "


Rafael memanyunkan bibir nya.


*cup


Rafael kaget sendiri dia membeku tak bisa bergerak, jantung nya berdegup kencang. "Jangan manyun-manyun teruss, nanti kena cium lho, " kata Nadia terkekeh melihat ekspresi kaget Rafael.


"Ooohh, udah mulai nakal yaa.. "


".. Enggaaakk.. "


"Mmm... " Rafael bangun dia segera menggendong Nadia ke kamar tak lupa juga dia menutup pintu dan menguncinya.


"IIIHHH... RAFAEL...!!"


***


Keesokan hari nya. Tidur perempuan itu terusik karena sorot matahari di sela-sela tirai jendelanya. Ia membuka matanya perlahan. Matanya masih enggan untuk bangun.


Ia terkejut saat lelaki di sampingnya memeluknya dengan erat. Nadia memundurkan wajahnya, ia mengamati wajah tampan Rafael yang masii terpejam. Ia menelan ludahnya kasar saat matanya beralih menatap perut sixpack lelaki itu.


Ia melihat jam yang ada di balas. Astaga! Sudah pukul 9 pagi. Ia tidak masuk masih sekolah. Yaaa, lagi pula ujian mereka sudah selesai jadi terserah mau masuk apa engga juga. Merek akan masuk kembali saat acara pensi.


Nadia mengingat kejadian tadi malam. Bayangkan! Mereka melakukan hal itu dari pukul delapan malam sampai pukul lima pagi. Sumpah! Rafael tidak memberi jeda untuk istirahat.


Tidur lelaki itu terusik. Mata berat Rafael perlahan membuka melihat Nadia yang bangun dari tidur nya. Ia menarik kembali Nadia ke dalam pelukannya.


"Lanjut tidur aja. Masih malem, " kata Rafael.


What? Masih malam katanya?!


"Fell, ini udah pa-"


Rafael merapatkan pelukannya. "Masih malam, tidur!"


Nadia menghembuskan napasnya pelan. Ia memang masih ingin tidur tapi cacing di perutnya aufa bertengkar di salam sana.


Lagi-lagi Nadia membuka matanya. Lelaki itu belum bangun juga. Ia ingin melepas pelukannya, tapi takut jika tidur Rafael terganggu.


"Fel!" Nadia menggoyangkan tubuh lelaki itu.


"Rafael!" panggilnya lagi.


"Hm?" balasnya dengan mata yang masih terpejam.


"Ini udah jam satu siang... "


Rafael menghela napasnya pelan. Ia menyandarkan tubuhnya. "Kenapa, hem?"


"Laper, " kata Nadia masih tidur dengan selimut tebal menutup tubuhnya.


Lelaki itu meraih ponsel yang ada dinakas. Ia menatap layar ponsel nya, pukul 13.54. Rafael lalu membuka aplikasi berwarna hijau. Ia memesan makanan untuk Nadia.


"Udah aku pesenin, " kata Rafael sambil mengelus rambut perempuan itu.


"Sambil nunggu makanannya, aku atau kamu dulu yang mandi? Atau mau mandi bareng?" tanya Rafael terkekeh.


"IIHH MESUM!"


Rafael tertawa. "Ya udah aku dulu, "


Tubuh Nadia menegang saat lelaki itu mencium dahinya sebelum pergi menuju kamar mandi. Batinnya menjerit.


Setelah beberapa menit lelaki itu keluar dari kamar mandi sambil menggosok-gosok rambutnya dengan handuk yang ada di tangan nya.


"Kenapa harus di tutup?" tanya Rafael sambil melihat Nadia berdiri mengenakan selimut tebal.


"Aku udah liat semuanya tadi malem.. " lanjutnya.


Perkataan itu membuat pipi Nadia merona bagaikan kepiting rebus. "Diem!" sentak Nadia. Rafael hanya terkekeh.


"Aw.. ssshhs" Nadia meringis.


Rafael refleks mendekati Nadia. "Kenapa? sakit?" tanya Rafael khawatir.


"Ya sakit lah!"


"... aku tadi malem kasar ya?" tanya Rafael.


Nadia melotot, ingin rasanya menjambak rambut suami nya itu dan berteriak di telinganya. Pake nanya lagi sakit apa engga nya!


"Aku gendong ke kamar mandi ya, " kata Rafael. Tanpa aba-aba Rafael menggendong Nadia menuju kamar mandi. Ia menurunkan Nadia bathtub.


"Mau mandi sendiri atau mau aku mandiin?" tanya Rafael.


"PERGI SANA!" teriak Nadia kesal.


Rafael tertawa puas melihat wajah Nadia yang memerah. "Bercanda sayang.. "


"Jangan macem-macem!"


"Kenapa harus macem-macem? kan aku udah macem-macem sama kamu tadi malem, sama udah ngeras--"


Nadia melotot ke arah Rafael. Rafael tertawa dan menutup pintu kamar mandi dengan segera.


***


**DI TUNGGU YA GUYS CUCU NYA... ☺


YUK LIKE COMEN VOTE!!!


GAK LIKE GAK UP...!!!


MAU HIATUS 2 MINGGU... HAHAHAH CANDAA**