My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Bumil ngeselin



Nadia sedang berkaca di depan cermin. Mengelus perutnya yang semakin membesar. Bibirnya tertarik ke atas, beberapa bulan lagi, dia akan menjadi seorang ibu.


Rafael memeluknya dari belakang. Menenggelamkan kepalanya di leher dan bahu Nadia. Wangi mint dari Nadia membuat nya candu.


"Aku jelek ya?" tanya Nadia sambil berkaca.


"Kenapa bilang begitu?" Rafael berbalik bertanya, masih dengan memeluk istrinya.


"Aku gendutan, "


Rafael melepas pelukannya. Dia membalikkan badan Nadia untuk menghadapnya, Rafael menyelipkan anak rambut Nadia kebelakang telinga.


"Hey... You Will always be beautiful, "


Senyum manis lelaki itu terukir di sudut bibirnya. "Mau kamu gendutan atau kurus. Kamu selalu cantik, sayang, "


"Wajar kalo kamu gendutan, didalem perut kami ada baby, itu tandanya bagus, berani baby tumbuh baik di sini, "


"Awas ya kalo aku tambah gendut, terus kamu ninggalin aku!" ketus Nadia.


Rafael terkekeh. "Mana mungkin aku ninggalin istri aku yang cantik ini, apalagi lagi mengandung anak aku, "


"Kan biasanya di film-film gitu, istrinya lagi hamil suaminya malah selingkuh!"


"Makanya jangan nonton suara hati istri Mulu," ujar Rafael.


"Kamu gak mau sesuatu kah?" tanya Rafael saat Nadia menatapnya lekat.


Nadia berpikir sejenak. "Mau..."


"Ngidam lagi?" tanya Rafael lirih. Nadia menganggukkan kepalanya.


"Jangan yang aneh-aneh ya? Yang gampang aja, " pinta Rafael.


"Aku mau sosis bakar, "


Rafael menghembus nafasnya lega. Untung tidak ngidam yang aneh-aneh. "Oke, permintaan siap di kabulkan tuan putri, "


"Kamu di sini dulu, oke? Aku ke dapur dulu, "


Nadia mencengkal tangan Rafael. "Gak mau, " ujar Nadia. Rafael menaikkan sebelah alisnya.


"Aku maunya kamu buatin sosis bakar di tempat mamang sosis yang biasanya itu, " jelas Nadia.


"Di rumah aja ya? Toh kalo ke tempat mamang juga aku kan yang kamu suruh buatin, " bujuk Rafael.


Nadia menggeleng. "Maunya di tempat mamang!"


"Kenapa harus di tempat mamang sih? Orang sosis nya juga sama, aku juga yang buat di sana, " Raga meninggikan suaranya.


"Oh, jadi aku nyusahin kamu gitu?!" sentak Nadia sambil berjalan lalu duduk di tepi ranjang.


"Bukan gitu, sayang..."


"Emang ya, cowok tuh maunya enaknya doang! Giliran anaknya mau apa-apa gak di turutin!" kesal Nadia.


"Bukan gitu maksud aku sayang. Gini loh, kenapa harus di tempat mamang kalo di rumah aja bisa, " jelas Rafael dengan lembut.


"Ya gak tau, tanya aja sama anak kamu!" Ketus Nadia.


"Kenapa sih kalo aku ngidam sesuatu harus pake drama debat dulu? Ini kan yang minta juga anak kamu!"


"Kalo dari awal gak mau di susahin ya udah, gak usah ngajak aku buat anak!" lanjut nya Marah.


Rafael mengelus tangan Nadia dengan lembut. "Iya, sayang, kita ke tempat mamang oke?"


"Jangan marah dong, nanti cantiknya ilang, "


"Kamu yang buat aku marah terus!"


Nadia memalingkan wajahnya. "Awas aja, kalo kamu ngajak bikin debay lagi aku gak mau!"


***


Selama satu jam Rafael menemani istrinya yang sedang ngidam sosis bakar. Dia melihat Nadia yang rakus memakan sosisnya. Bibirnya sampai belepotan karena mayones.


Rafael mengelap sudut bibir perempuan cantik itu. "Pelan-pelan aja makannya, "


Nadia menyantap sosis terakhirnya. Tidak ada yang lebih enak sekali sosis dengan mayones di atasnya.


"Aku udah kenyang, ayo pulang, "


"Bentar, bayar dulu, "


"Iya cepetan! Aku capek, mau tidur,"


Nadia memilih untuk berjalan lebih dulu menuju mobil. Tak lama, Rafael menyusul masuk ke dalam mobil.


"Kamu mau sesuatu gak? Biar sekalian beli, " tanya Rafael pada Nadia sebelum melajukan mobilnya.


Nadia menggeleng, "gak mau, mau pulang, "


"Anak papa mau sesuatu gak?" Tanyanya sambil mengelus perut Nadia. Ia mencium perut Nadia sebentar.


"Makanya mau di cium gak?"


***


Rafael akhir-akhir ini jarang memakai baju jika tidur. Dia menenggelamkan kepalanya di samping tubuh Nadia. Tangan kekarnya memeluk perempuan itu. Dia benar-benar lelah menghadapi Nadia.


"Capek ya?" tanya Nadia sambil mengelus kepala Rafael.


"Aku mau..."


Rafael seketika mendongakkan kepalanya. Dia berharap istrinya kali ini tidak menginginkan sesuatu yang sulit di cari.


"Ngidam lagi?" tanya Rafael.


"Sayang, please, jangan aneh-aneh ya, aku beneran capek hari ini, " ujar Rafael.


"Mau di elus perut nya, " lirih Nadia.


Rafael tersenyum. Dia menyibakkan baju yanh Nadia kenakan. Meletakkan tangan nya di perut Nadia dan mengelusnya dengan lembut.


"Anak papa baik-baik ya di perut mama, "


"Jangan nakal ya baby, kasian Mama nanti kecapean, " ucap Rafael mengecup perut Nadia.