My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Kabar bahagia



"itu namanya morning sickness, mual-mual yang sering terjadi saat hamil.


"Meski di sebuah morning sickness, kondisi ini tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi juga pada siang, sore, atau malam hari. Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kalinya." Jelas Dokter cantik dengan nametag di dada kanannya, Ani.


Nadia tersenyum mendengar itu, "jadi saya hamil dok?"


Dokter Ani mengangguk. "Usia kandungan ibu baru dua Minggu, selamat ya bu, "


"Usianya masih rentan, apalagi ini Nadia hamil muda, jadi tolong jangan melakukan aktivitas yang membuat ibu lelah. Lebih hati-hati dan makan makanan yang sehat."


Rafael yang mendengar itu haru. Dia tidak menyangkal jika dirinya akan menjadi seorang ayah.


"Terimakasih dok, " Rafael mengucapkan sambil tersenyum lebar.


Lelaki itu menggenggam tangan Nadia keluar dari ruang kandungan. Sorot mata lelaki itu menunjukkan jika dirinya sangat bahagia. Nadia belum pernah melihat Rafael sebahagia ini.


"Makasih, " ucap Rafael mengecup puncak kepala sang istri.


"Makasih sayang, aku bahagia banget, " ucapannya lagi.


Rafael meraih tubuh Nadia ke dada bidangnya. "Makasih, sayang, I Love you, " ucapnya lagi.


"I Love you more, "


***


Sinar matahari mulai menusuk ke celah kamar sepasang suami istri. Nadia mulai terusik karena sinar matahari itu, dia membuka matanya perlahan.


Saat akan bangun, dia merasakan ada sesuatu di perutnya. Dia menyingkirkan selimut yang ada di tubuh nya dan juga menggeser sedikit tubuh Rafael.


Terlihat, salah satu tangan Rafael stand by berada di perut nya dan sesekali mengelus perut nya yang masih rata itu dengan lembut.


Nadia tersenyum. Dan mencium pipi Rafael saking gemesh nya. Lalu dia turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


5 menit kemudian.


"SAYANG...!!!"


"SAYANG!! BABY KAMU DI MANA?!"


ceklek..


"Apa sih?" Tanya Nadia yang sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.


"Sayang..." Rafael yang melihat Nadia segera berlari kecil dan memeluknya erat.


"Kamu habis dari mana sayang? Aku khawatir, "


"Lebay, "


"Aaaaaa... Ayanggg.. "


Nadia menghembuskan nafasnya pelan. "Aku gak kemana-mana bayiii... Aku cuma mandi doang, gak sampe 10 menit kamu aku tinggal, udah kayak di tinggal seumur hidup aja, "


"HEH!" Rafael melotot. "Gak boleh ngomong gitu!" Tegur Rafael.


"Ya lagian kamu lebay banget, cuma di tinggal ke kamar mandi aja udah nyari sampe nyuruh bodyguard, "


Rafael mengurutkan bibirnya. Lalu dia berlutut di hadapan Nadia. "Baby, Mama ngatain papa lebay, " adunya.


Nadia tidak kuat dengan tingkah laku suami nya itu yang menggemaskan akhir-akhir ini. "Baby, kamu jangan nakal ya di perut mama. Kasian nanti mama kecapean, oke, jagoan papa?"


"Iya papa..." Sahut Nadia dengan suara anak kecil sambil menyisir rambut Rafael kebelakang.


***


"Tuh kan gak ajak!"


Rafael yang mendengar kan itu bangkit dari tidurnya. Ia melihat wajah kesal perempuan cantik di depannya.


"Hehe.. sayang kok kamu ke sini?" tanya Rafael.


"Kan aku dah bilang, kalau mau ke kantin itu datang ke kelas aku... Kenapa sih kamu itu susah banget di bilangin?"


"Maaf sayang, aku hilaf, "


"Hilaf hilaf, hilaf kok sampe beberapa kali, "


Alvin menarik tangan kekasihnya Syaila untuk duduk di samping nya.


"Kenapa tuh?" tanya Alvin.


"Gak tau, akhir-akhir ini Nadia keselan orang nya, gampang marah. Di kelas juga dia nyuruh aku jangan ini lah jangan itulah, " jawab Syaila.


"Oh ya?" tanya Alvin yang diangguki Syaila.


"Maaf sayang, aku juga baru nyampe kok, belum pesen makanan, kamu mau makan apa, hm?" tanya Rafael seraya menuntun Nadia untuk duduk di kursi.


"Apa aja, " jawabnya


"Oke, samain aja ya, " tawar Rafael diangguki Nadia.


Tak lama makanan mereka berempat datang. Nadia langsung menyantap sosis dan roti bakar yang dia pesan.


"Kamu sama baby gak boleh kebanyakan makan sosis sayang, gak baik buat kesehatan, " ujar Rafael melihat Nadia makan dengan lahap.


Syaila dan Alvin yang mendengar itu saling pandang. Bingung dengan apa yang temannya itu ucapkan. Baby?


"Bentar-bentar, maksud ucapan Lo tadi apaan?" Tanya Alvin.


"Nadia hamil, " jawab Rafael dengan suara pelan.


Syaila yang sedang minum tiba-tiba saja tersedak. "Uhuk.. uhuk.. uhuk... HAH? hamil?" Tanya Syaila kaget.


Rafael dan Nadia mengangguk. "Demi apa woy?" tanya Alvin masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.


"Nad.. " panggil Syaila. Terlihat dari tatapan nya di membutuhkan penjelasan.


"Iya sya, gue hamil... Usianya baru 2 Minggu, " jelas Nadia.


"Astaga... Vin gue bakal punya ponakan Vin..." Kata Syaila menepuk-nepuk tangan Alvin.


"Iya sya gue juga bakal punya ponakan, " kata Alvin sembari menatap wajah Syaila yang terharu.


***


Jam kampus akhirnya selesai. "Oh ya nad, Lo udah ngasih tau ke teman-teman yang lain?"


"Belum, malem ini mau gue umumin, "


Syaila tersenyum. "Sumpah! Gue masih gak nyangka Lo bakal jadi ibu, dan anak Lo bakal manggil gue Tante... OMG!" ujar Syaila.


Nadia hanya tertawa mendengar itu. Tentu dia juga sangat bahagia.