
Siang hari di sekolah SMA Margasatwa ada sekelompok anak remaja yang sedang nongkrong di kantin. Mereka tak makan banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong saja di kantin.
Datang teman mereka sambil bergandengan tangan dengan pacar nya. Cindy dan Nathan.
"Lohaaaaaa... " sapa Cindy saat sampai di depan meja itu. Semua orang yang sedang asik dengan kesibukan masing-masing segera melirik Cindy, ada yang membalas sapaan nya, ada juga yang hanya mengangkat alis nya saja dan lain nya.
Di saat Syaila sedang asik di ajari menggunakan kamera yang di bawa Alvin tiba-tiba saja Cindy berbicara.
"Emm.. keknya gue mencium bau-bau yang udah jadian nih, " kata Cindy.
"Jadian? sapa?" tanya Naila.
"Gak tau... siapa yaaaa, " kata Cindy melirik Syaila dan Alvin yang mulai memperhatikan topik pembicaraan.
Di samping Syaila ada Diana dan Fauzi yang sedang enak buat tiktok berdua.
Nadia, Naila dan Rafael melihat ke empat orang di sana. Awalnya Nadia dan Rafael pikir itu Diana-Alvin.
Nathan yang semakin bingung mulai bertanya. "Siapa sayang?" tanya Nathan.
"Masa kamu gak tau sih sayang, gak liat apa kalo mereka berdua ituu akraaabb banget, " kata Cindy.
"Eh iya yaa... kek ada sesuatu gitu lho... " kata Naila.
Entah apa yang di pikirkan Fauzi dan Diana tiba-tiba saja mereka berdua jadi salting. Padahal semua di meja sedang membicarakan Syaila dan Alvin.
Diana senyum-senyum gak jelas sedangkan Fauzi melirik teman-teman nya secara bergantian.
Karna teman-teman nya itu terus menggoda. Akhirnya Fauzi angkat bicara.
"Waah anjir pada kepo semua, oke gue kasih tau kalian semua yaa.. " kata Fauzi berdiri.
Yang lain kecuali Diana mulai bingung. "Gue sama Diana udah jadian... " kata Fauzi membuat Diana malu tapi senyum-senyum.
Krikk krik.. krik krik..
Hening... (kecuali suara ibu kantin lagi masak)
"WHAAATTTT...?!"
"HAH? SEJAK KAPAN? KOK GUE GAK TAU..?!"
"Apa-apan nih... anjirr! Sejak kapan kalian... berduaa--"
"Omg omg omg omg omg.... kalian itu yah bener-bener gak solid banget sama gueee... kan kita cs... kenapa gak ngasih tauu gueee... "
"Jahad lu din... kecewa gue sama lu, tapi karna hari ini adalah hari baik, gue gak jadi marah sama lu tapi gue marah sama Uzii.. "
"Gue gak mau tau! Kalian berdua harus traktir kita hari ini juga sampe malam! Titik no koma!"
"Nah bener banget sama si buaya... mumpung sekarang pelajaran Mtk jamkos gurunya gak ada... "
Semua teman-teman mereka mulai heboh bagaikan anak monyet gak dapet pisang. Karna semakin ribut dan itu membuat harga diri keduanya hancur, Diana dan Fauzi terpaksa mentraktir mereka semua!
Sekali lagi... MEREKA SEMUA!! (bukan cuma cs mereka saja tapi satu kelas IPA 1 dan IPA 2!!!)
GILA MEMANG...
"TRAKTIR... TRAKTIR... TRAKTIR... TRAKTIR... TRAKTIR... TRAKTIR... TRAKTIR... " teriak mereka semua di meja itu.
"Okee... gue traktir kalian semua, maksud gue yang ada di meja ini aja... " kata Fauzi.
"Eeehh, kok kita-kita doang? lu gak liat ada IPA 2? sama kelas mereka juga dong... " kata Nadia melirik Rafael dan Alvin.
"Pinter banget gue punya istri, " kata Rafael mengusap rambut Nadia lembut.
"Iyalah, kalo kelas istri nya di traktir maka kelas suami nya juga wajib! W-A-J-I-B... " kata Nadia sambil mengeja.
"Jadi?" tanya Naila.
"Awan... " jawab Nadia.
"Wajib anjirr wajib! kok tiba-tiba ke awan!" kata Syaila kesal.
"Kacau, " kata Fauzan tertawa.
"Stress... " kata Alvin megang kepala nya sendiri.
"Hafalan istri lu kurang ya fell... " kata Nathan.
"Kalem nanti malem gue ajarin lagi, " kata Rafael.
"Mm.. " Nathan mengangguk.
"Ngomongin apa sih kalian?" kata Nadia yang tak fokus.
"Nggak, " kata Rafael.
"Eenggaaakk kok Nadiaaaa cayaaang.. " ucap Fauzan (kumat).
Mendengar itu Rafael melihat ke Arab Fauzan dengan tatapan tajam.
"Sorry bro gue cuma bercanda.. " kata Fauzan.
"Serem amat pak matanya... " sahut Diana.
"Kalem woy ngeliatin nya... " kata Naila.
Nadia yang melihat itu menepuk muka Rafael.
"Aduh.. "
"Mata bapak mon maap kondisikan, "
"Tenang aja napa sih fell.. jangan terlalu posesif.. lagian gak ada yang berani jadian sama Nadia selama dia di sekolah ini berstatus 'pacar ketos' " jelas Cindy panjang lebar.
Mereka semua hanya mengangguk paham tanpa bicara apa-apa lagi.
Dan begitulah, siang hari ini mereka makan dengan lahap selama 2 jam lebih karna guru mtk gak ada (hilang dari peradaban). Teman makan kenyang, dompet menipis.
***
Pulang sekolah. Seperti biasa sebelum mereka semua pulang ke rumah, mereka saling menunggu di tempat parkiran.
Di sana sudah ada Rafael, Fauzan, Fauzi dan Nathan. Menunggu para cewek-cewek selesai menggibah.
"Yakan apa kata gue... makanya kalo lu mau jailin Cindy lu harus bawa dia ke selokan, " kata Naila (lagi gibah)
"Gila kali lu! gak inget gue udah ada pawang, " kata Cindy (lagi gibah)
"Ahaha.. " tertawa bersama (gibah)
"Gibah tross... " ucap Fauzan.
"Apa sih lu! sibuk ae, " kata Naila.
"Urusin urusan lu!" kata Nadia.
"Gibah mulu, " kata Rafael menarik kantong Nadia dan menarik nya ke dekatnya.
"Tiada hari tanpa gibah... " kata Naila.
"Bagi cewek... " sambung Syaila.
"Setujuh.. " kata para cewek.
Setelah Diana naik ke motor Fauzi dan siap untuk pergi. Tiba-tiba motor nya di halang oleh Nathan, Rafael dan Fauzan.
"Eeeee... mau kemana lu?" tanya Fauzan.
"Mau kemana?" tanya Rafael.
"Ntar dulu bro... " kata Nathan.
"Kenapa sih?" tanya Fauzi.
"Bayar dulu parkiran gue, " kata Fauzan.
"Lu kan udah jadian sama Diana... bayarin gih uang parkiran kite, " kata Nathan.
"Mnah bener... " kata Rafael setuju pendapat mereka berdua.
"Kok gue?" tanya Fauzi mengerutkan keningnya.
"Yaaa ampuun malah nanya lagi nih anak satuuu... " kata Cindy menghampiri mereka.
"Heh.. bro lu pikir murah apa lu jadian sama Diana? Oh tidak... " kata Nadia menggeleng. Syaila dan Cindy ikut menggeleng.
"Hah?"
"Ini blom malam bro.. " kata Cindy.
"Nanti malam kita ketemuan di resto. Gue gak mau tau, yang gak dateng gue do'ain tidur nya peluk kunti.. " kata Naila.
"Ahahah... kasian.. " kata Rafael.
"Emang lu engga fel?" tanya Fauzi.
"Ya enggalah.. gue kan ada bini, setiap hari gue peluk dia... " jawab Rafael.
"Kelonan ada terus... punya anak kagak.. " kata Nathan.
"Nanti gue kasih... " kata Rafael.
"Kapan?" tanya Fauzan.
"Ya nanti.. " kata Rafael
"Napa dua pasutri gak di tagih? kan mereka udah kawin.. " tanya Fauzan.
"Nikah brader nikah, " kata Naila menepuk-nepuk pundak Fauzan.
"Nikah aja dulu.. kawin bisa terakhiran.. " kata Syaila.
"Lu kayak yang udah berpengalaman ae zan, " kata Diana.
"Emang, " gumam Fauzan.
"Hah? Apa?" tanya Naila yang tak jelas mendengar ucapan Fauzan barusan.
"Enngggaaaa... " kata Fauzan memalingkan wajah nya.
"Dih aneh, " gumam Naila.
"Masalah tagihan Nadia Rafael belakangan... sekarang tagihan kalian berdua, " jelas Syaila.
"Nah bener banget... " kata Cindy.