
Setelah motor di pompa. Rafael mengajak Nadia untuk jalan-jalan mengelilingi Jakarta. Nadia mah ikut ae asal di jajanin.
Disaat mereka sedang menikmati angin di jalanan yang lumayan sepi. Rafael mendengar Nadia ingin makan bakso.
"Fell... mau bakso, " kata Nadia dari belakang.
"Apa?"
"Mau makan bakso, " kata Nadia sekali lagi.
"Bakso di mana?"
"Dimana aja kek, gue lagi pengen banget, "
"Oke, "
Rafael menepikan motor nya dan berjalan pelan melihat di pinggir-pinggir jalan siapa tau ada satu tukang bakso nyempil. Setelah beberapa tukang jualan di lewati. Mereka menemukan tukang Bakso yang lumayan banyak pembeli.
Rafael memparkirkan motor nya dan turun bersama dengan Nadia. Nadia langsung duduk di kursi yang sudah kosong, sementara Rafael memesan. Setelah itu Rafael ikut duduk di samping Nadia menunggu bakso mereka jadi.
Ting...
*Tina adik OSIS*
Tina: Kak..
Rafael yang sedang sibuk melihat ke sekeliling sampai tak sadar kalo ada yang nge-WA nya. Nadia pun tak sengaja melihat notifikasi itu.
"Fell, siapa Tina?" tanya Nadia memanggil Rafael.
Rafael menengok ke arah Nadia dan mengerutkan kening nya. "Siapa?" tanya balik Rafael.
"Tina?! ada urusan apa lu sama dia?" tanya Nadia dengan tatapan tajam.
Rafael melihat ke arah ponselnya. Dia segera mengambil ponsel itu dan mengecek chat.
*Tina adik OSIS*
Tina: Kak...
Rafael: Kenapa?
Tina: kakak gak sekul ya hari ini? tadi aku gak sengaja denger dari wali kelas kakak, sekarang sore bakal ada rapat OSIS, kakak bisa datang?
Rafael: Gak bisa, gue ada urusan keluarga... bilangin ke yang lain
Tina: Tapi kak...
...Anda telah memblokir kontak ini.. ...
...Nadia yang melihat semua chatan itu awalnya mempunyai perasaan buruk tapi setelah Rafael memblokir kontak Tina dan menghapus nya Nadia mulai lega. ...
"Nggak akan sayang, aku kan sayang kamu... masa iya aku cari cewek lain, kalo di sini aja aku udah dapet cewek cantik, " kata Rafael.
"Gak usah ngegombal, " kata Nadia masih marah.
Tak lama bakso yang mereka pesan datang. Nadia segera menyambar bakso semangkok itu dan memasukkan kecap, saus, dan sambal yang banyak.
"Jangan banyak-banyak nuangin sambel nya, nanti sakit perut, " kata Rafael. Rafael tau kalau Nadia itu tak kuat makan pedes. Mulut nya kuat tapi lambung... (sama kaya author)
"Biarin!" ketus Nadia.
Rafael hanya tersenyum melihat Nadia yang cemburu. "Jangan marah-marah nanti cepet tua lho, " kata Rafael mulai memakan bakso nya.
"Oooh kalo gue udah tua lu mau nyari cewek yang lebih cakep dari gue yaa.. "
"Engga astagfirullah... "
"Ya terus tadi? oh gue tau, lu do'ain gue biar cepet tua supaya lu bisa pacaran kan sama Tina? atau lu mau langsung nikahin dia?"
"Eng--"
"Dah ahh males gue denger penjelasan lu, "
Nadia kenapa? pms kah? gak biasa nya dia kayak gini, - batin Rafael.
Awas ya lu Tina! Rafael cuma punya gue! lu gak bakalan bisa dapetin Rafael walau hanya sekali.... - batin Nadia lebih dendam.
Setelah selesai makan bakso. Mereka belum berangkat dari tempat tadi, Rafael berusaha menjelaskan kalau Tina itu bukan siapa-siapa nya. Tapi Nadia hanya diam saja mendengar penjelasan dari Rafael.
Tak ada satu kalimat pun yang keluar dari mulut Nadia setelah makan bakso tadi. Tanpa berpikir panjang lagi, Rafael dan Nadia pergi ke tempat lain untuk menikmati masa berdua.
"Jangan macem-macem! atau engga gue minta cerai sama lu!" kata Nadia tiba-tiba membuat Rafael kaget dan segera mengerem.
"APA?!"
"Gue gak mau ya kalo lu deket-deket sama Tina?! gue punya dendam tersendiri sama dia! awas aja lu kalo sampe gue liat atau denger dari siswa lain, gue minta cerai sama lu!" kata Nadia tegas.
"Kan gue udah bilang sama lu Nadia, gue sama Tina gak ada apa-apa kita cuma sering ketemu di kegiatan OSIS aja, " kata Rafael.
"Ini peringatan pertama dan terakhir gue!!!"
"Iya cantik, sekarang kita mau kemana? masa iya cuma ngomongin anak orang, "
"Kemana aja, gue ngikut, " kata Nadia masih cemberut.
"Bener yah.. gimana gue.. awas kalo ngomel, " kata Rafael.
"Serah, " gumam Nadia.