
Setelah Naila dkk tau kalau Nadia dan Rafael sebenarnya menikah mereka berjanji akan merahasiakan nya dari temen-temen yang lain.
Setelah Naila dkk pulang tadi sore menjelang malam. Kini jam set 8 malam, tiba-tiba Mama Nadia mengusir mereka berdua dari rumah. Katanya biar Nadia bisa mandiri.
Dan begitulah, untungnya Rafael membawa mobil barusan, jadi mereka membawa semua barang-barang mereka keluar dari rumah Alfarizky itu dan pergi ke rumah Rafael.
Di rumah Rafael.
Mami Mila dan Papi Bagas sudah menyambut mereka di depan rumah sambil tersenyum manis ke arah mereka berdua. Seperti.. mereka tuh kayak yang udah tau, kalau kita bakal di usir dari rumah gitu..
"Halooo.. " sahut Mami Mila.
"Hai mami, " sapa Nadia saat keluar dari mobil Rafael.
"Aaahh.. akhirnya aku di panggil Mami sama Nadiaa.. " teriak Mami Mila gemes sambil memukul-mukul punggung Papi Bagas.
Papi Bagas memegang tangan Mila untuk menghentikan pukulan yang begitu sangat menyakitkan.
"Nah kalau kalian udah datang, langsung gih kamu bawa istri kamu ke kamar.. oh iya, kalian udah makan malam?" tanya Mami Mila.
"Udah kok mih.. " jawab Rafael datang membawa semua koper milik Nadia.
"Oh syukur lah kalo gitu.. sana masuk yah boy, mami sama papi mau jalan-jalan keluar sebentar, " sahut Mami.
"Lah.. kok tumben, " sahut Rafael.
"Eh boy, kamu pikir kamu doang yang bisa jalan-jalan malem sama istri? papi juga gak kalah gaul.. " sahut Papi Bagas menggerakkan bahu nya ke depan.
"Sok keren.. " gumam Mami Mila.
"Iya iyaa.. asalkan papi gak ajak mami minum-minum amann.. " sahut Rafael.
Jlebb..
Ucapan putra mereka semakin tak bisa di sangkal. "Ahaha.. enggak lah boy, mami kamu mana tahan sama minum-minum.. iya kan mih?" tanya Papi Bagas.
"Ahaha... Iyaa.. " jawab Mami Mila terpaksa tertawa.
Memang sih, keluarga Bagas selalu menyimpan makanan minuman bahkan barang-barang dari luar negeri, bukan Rafael yang bawa.. tapi Papi Mami nya yang bawa, katanya "bagus tauu barang nyaa.. sayang kalo gak di beli, kan di Indonesia gak ada barang kayak gini.. " dan seterusnya. Papi juga sekarang ikut-ikutan, yang awalnya gak di bolehin bawa barang luar negeri ke Indonesia sekarang sering bawa minum-minum Korea ke Indonesia-_-
Intinya gak ada beda nya, mereka berdua sama aja.
Setelah Papi dan Mami nya keluar, Bagas mengajak Nadia masuk ke dalam. "Yuk masuk, " sahut Rafael.
"Iya, " jawab Nadia.
Di kamar Bagas.
klikk..
Bagas menyalakan lampu. Saat dia berbalik melihat ke arah kasur, dia kaget, kenapa banyak bunga, lilin, ples ples ples bau parfum yang wanginya bikin orang pengen muntah, mual, pusing. Bukan hanya itu, kelopak bunga mawar berantakan di mana-mana (menurut Rafael-_-)
Rafael hanya melongo melihat kamar nya. Apa dia salah masuk kamar? Apa ini kamar orang lain?
"Rel kereta api, kenapa sih tangga nya banyak banget! gue kan capek naik nya.. tadi gue itung semuanya ada 30 anak tangga lebih.. " ucap Nadia dari luar kamar.
Saat dia masuk, "kenapa lu rel? Kesambet?" tanya Nadia.
"Bukann.. "
"Ya terus apa?"
Saat Nadia melihat kamar Rafael, ada rasa kaget, ada rasa syok apa mereka harus malam pertama sekarang? kenapa begitu, tentu saja kamar dan wangi parfum ini sangat menggoda bagi Nadia. Mana saat Nadia melihat Rafael, dia seperti sedang menahan sesuatu sampai berkeringat.
"Ini beneran kamar lu?" tanya Nadia.
Rafael entah harus bilang apa lagi. "Bukan.. ini kamar orang, kita nginep di hotel hari ini, " sahut Rafael menarik Nadia dari kamar itu dan membawanya ke mobil.
Di dalam mobil. "Terus nanti gimana kalo mami sama papi nyariin?" tanya Nadia.
"Biarin aja, dari pada gue harus nahan sesuatu yang belum pernah gue rasain, " jawab Rafael.
Nadia sebenarnya mengerti apa yang di maksud Rafael tentang 'harus nahan sesuatu' dia tau betul apa arti dari kata-kata itu.
Nadia yang tak tau harus melakukan apa-apa, dia hanya bisa pasrah di ajak Rafael pergi ke hotel.
***
Sesampainya di hotel xxx. Dan kamar lantai 14 kamar nomor xxx
cklekk...
"Masuk, biar gue yang bawa semua koper ini, " ucap Rafael.
"Okee.. " sahut Nadia.
Saat Nadia masuk ke dalam, dia melihat ada dua kasur yang terpisah. "Ini kok kasur nya ada dua?" tanya Nadia mengerutkan keningnya dan berbalik kebelakang.
"Kenapa? lu ngarep yah tidur seranjang sama gue?"
"Udah siniin koper gue, gue mau ganti baju, " sahut Nadia mengambil koper nya dan mengambil baju tidur.
Saat Nadia pergi ke kamar mandi, Rafael melihat ke koper Nadia, ada sepasang baju tidur yang sama, yang satu di bawa Nadia dan satunya lagi masih nganggur tertilap rapih.
"Ini dia yang bawa? apa gue pake sekarang? pake aja lah, lagian gue juga lupa gak bawa baju tidur, " gumam Rafael.
Disaat Nadia sedang sibuk di kamar mandi, Rafael memanfaatkan kesempatan ini untuk berganti pakaian. Setelah selesai, Rafael duduk sambil menonton TV.
"Nadiaa.. "
"Apaa?"
"Ngapain aja sih lu di kamar mandi?! lama amaatt!"
"Lagi poto-poto, "
Mendengar nya Rafael segera bangun dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.
cklekk.
"Heh!"
"Astagaa.. apa?"
"Lu Poto, gak ngajak, gue juga mau kale, "
"Ooh okokee.. eh tolong dong ambilin bondu di koper gue, "
"Siap, "
Tak lama kemudian mereka kembali ke toilet dan berpoto setelah mereka berdua mengenakan bondu yang di bawa Rafael.
ckrekk..
"Kirim ke gue potonya, "
"Siaapp.. "
Saat mereka akan berpoto lagi, tiba-tiba ada sebuah telepon yang berdering dari luar. "Itu hp siapa tuh?" tanya Nadia berhenti.
"Gue keluar dulu sebentar, " sahut Rafael sambil memegang pundak Nadia dan berjalan keluar.
"... Gak sia-sia gue bawa baju tidur couple ples bondu couple nya.. tohh dia imut, " gumam Nadia tersenyum.
"Kesambet lu?" tanya Rafael.
"Eh! Astagfirullah! Iihh apa sih bikin kaget!"
"Orang dari tadi panggil-panggil lu gak nyahut.. "
"Ya maaf, apa?"
"Ini mami nalpon, katanya mau ngomong sama lu, "
"Udah gue duga, pasti mami sama papi nyari kan?"
"Bisa jadi.. "
Nadia pun keluar dari kamar mandi dan mengambil ponsel Rafael untuk bicara dengan Mami.
Nadia : Halo mih..
Mami Mila : Halo sayang, kamu sama Rafael di manaa?
Nadia : Aku sama Rafael nginep di hotel hari ini..
"MIH! BALIKIN KAMAR RAFAEL SEPERTI SEMULA! KALO ENGGA BALIK KITA JUGA GAK AKAN PULANG KE RUMAH TITIK!" teriak Rafael.
"Iiisshh berisik! Gak usah teriak-teriak jugaa tinggal ngomong apa susah nya sih.. udah deket sama telpon masih teriak lu!"
"Ya santai dong.. "
"Santai-santai pala mu.. "
Mami Mila : Oh ya udah deh kalo gitu.. besok Mami ubah lagi kamar kalian ya.. untuk sementara kalian berdua tinggal dulu aja di hotel.. byee byee assalamu'alaikum..
Nadia : Tap--
tuutt.. tuutt.. tuutt..
"Aigoo, gue belum beres ngomong udah di matiin, " gumam Nadia.
"Ya gitu deh mami.. eh lu udah kirim belum Poto kita tadi di kamar mandi?"
"Udah.. lu aja yang belum liat WA, "
"Coba mana sini.. hp gue, "
"Niihh.. "
"Okee.. mari kita lihaatt, "