My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Definisi minjem anak orang -1



Tak lama kemudian, Nadia keluar bersama dua anak kembar cewek cowok. Fauzan yang melihat langsung berlari kecil dan menggendong salah satu yang di bawa Nadia.


"Aaaahh kiyowooo, " kata Fauzan gemesh Fauzan terus mencium Leo.


"Ngeri cok, " ucap Rafael melihat Fauzan.


"Btwe, umur mereka berapa bulan?" tanya Naila menggendong Leona.


"8 bulan, " jawab Nadia.


Fauzan yang tengah asik mencium pipi Leo terhenti seketika. "What?! 8 bulan? gak ada kah umur 2 bulan?" tanya Fauzan.


"Kagak ada, " kata Nadia.


"Kalo mau beby umur 2 bulan, kenapa lu gak bikin aja sendiri, "


"Kalo bikin sendiri kagak bisa, harus ada cewek nya.. "


"Ini kan cewek udah ada, " kata Nadia melirik singkat Naila.


"Weh, sembarangan lu!" kata Naila memutar bola mata malasnya.


"Ya Allah, kalo sama dia mah mau bikin sampe berapa ronde pun kagak bakalan jadi-jadi, " kata Fauzan dengan suara pelan tapi tetap saja kedengeran.


"Apa lo bilang?!" tanya Naila.


"Bukan apa-apa, " kata Fauzan.


Setelah berhasil meminta izin ke Tante Frizzy dan Om Firza, akhirnya mereka berdua mendapatkan anak pinjaman dari sahabat mereka.


Saat akan pergi, Fauzan naik motor sendiri, sedangkan Naila bersama si kembar naik taksi. Saat sampai di perumahan Naila, ada Diana beserta Mama Dinda yang baru saja keluar dari rumah miliknya.


Naila dan si kembar keluar, masing-masing menggendong satu. Setelah membayar taksi, mereka berdua segera menghampiri Diana.


"Eh din, lagi ngapain?" tanya Naila sedang menggendong Leo.


"Eh kalian, dari tadi gue nyariin lu tau... " kata Diana ke Naila.


"Eh, bentar... ini anak siapa?" tanya Diana menunjuk Leo dan Leona yang ada pada Fauzan dan Naila.


"Nanti gue cerita, sekarang gue mau masuk dulu ya, tinggal beberapa menit lagi, si kang rusuh datang, " kata Naila.


Diana hanya mengangguk melihat kedua pasangan yang meminjam anak itu masuk ke dalam rumah. Saat di dalam rumah, tak sampai 5 menit Naila menceritakan semua yang terjadi kepada Mama nya. Mama Rara.


Mama Rara dan Tante Dinda paham, mereka akan setia membantu. Setelah Mama Rara paham, dia segera menelpon Nanda untuk memberitahu kalau ponakan nya ada di rumah nya.


***


Jam 10.00 pas, Leo dan Leona masih tertidur lelap setelah tadi di beri susu botol oleh Mama Rara. Meraka juga sudah mendapat persetujuan dari Tante Nanda.


Sambil menunggu Kiky datang, Naila dan Fauzan sedang makan mie di kamar sambil nonton TV.


Hah? Iya! di kamar! berdua! sambil jaga si kembar.


Tak lama setelah itu, ada yang mengetuk pintu kamar. Naila dengan cepat membukakan nya. Ternyata itu Ayah Agung yang habis pulang main game online dengan Om Angga.


"Ada apa yah?" tanya Naila.


"Kata Mama kamu ada Leo sama Leona ya?"


"Iyah, "


"mana mereka?"


"Oh yaudah kalo gitu... semangat anak ayah, "


Melihat ekspresi Ayah nya, Naila jadi punya firasat buruk. Di tambah dia tak mengerti dari ekspresi yang di berikan Ayah nya.


"Om Agung?" tanya Fauzan setelag Naila kembali duduk di samping nya dan melanjutkan makan.


"Iya, "


Fauzan hanya mengangguk saja. Tak lama, Mama Rara datang dan memberitahu kalau ada teman cowok yang datang.


Fauzan dan Naila segera bergegas turun bagaikan seorang suami istri. Awalnya mereka mau membawa si kembar tapi tak tega membangunkan nya.


Akhirnya mereka berdua turun terlebih dahulu ke lantai satu untuk bertemu dengan Kiky. Kata Mama Rara, dia gak sendiri, dia mengajak teman cewek nya satu lagi.


Di ruang tamu.


Pertama-tama Naila menyapa terlebih dahulu lalu saling salam-salaman dan duduk di sofa bersama Fauzan layaknya pasangan suami istri yang bahagia.


Kiky memperkenalkan teman wanita nya. "Kenalin Nai, dia Ayu istri aku, "


Betapa terkejut nya Naila dan Fauzan ternyata wanita cantik turunan Indonesia itu adalah istri nya. Naila yang kaget hanya tersenyum tipis, sedangkan Fauzan hanya diam saja tak mengatakan apa-apa.


Dan di mulailah pertanyaan tentang si kembar. "Oh ya kalo boleh tau, mana si kembar? aku datang ke sini sambil bawa baju buat mereka, " kata Kiky menyerahkan paperback di atas meja.


Fauzan menerima nya dengan senam hati. "Kalo gitu bentar ya, kita ambil dulu, " kata Naila sambil menepuk paha Fauzan agar ikut berdiri.


"Iya, " jawab Ayu yang seperti nya tal sabar bertemu si kembar.


Di kamar Naila.


"Omg, ternyata dia istri nya!!"


Naila begitu sangat panik, bagaimana kalau istri nya tau tentang kejadian malam waktu itu? dan yang lebih parah nya lagi, Naila sudah beberapa kali menggoda Kiky menuju jalan sesat (maksudnya kamar).


"Udah kita bahas itu nanti lagi, sekarang kita bawa Leo sama Leona turun, kebetulan Leona udah bangun, " kata Fauzan.


Naila yang sedari tadi mondar-mandir, langsung terfokus ke dua anak kecil di kasur nya. Naila pun mengangguk.


Meraka turun menuju ruang tamu. Terlihat di sana Mama Rara sedang mengobrol dengan kedua pasangan yang di duga suami istri ini. Entah apa yang mereka bicarakan, setelah melihat Naila dan Fauzan datang, Mama Rara pamit untuk pergi.


"Waaahh, lucuu banget mereka... " kata Ayu yang berdiri karna tak sabar melihat wajah putra putri dari Naila dan Fauzan.


Aduh, entah kenapa suasana nya jadi makin aneh gitu ya, gue merasa makin banyak dosa.. - batin Fauzan.


Astagfirullah, gue mau jujur tapi gak enak, karna istri nya Kiky seneng gitu... ya tuhan tolong maafkan ki berdua, karna telah membohongi suami istri ini... - batin Naila.


"Mana mereka siapa?" tanya Kiky.


"Ini Leona, terus itu yang di gendong suami aku Leo, " kata Naila.


"Owalah, lucu banget yah nama mereka.. " kata Kiky yang di angguki istri nya Ayu.


"Eh, Fauzan, boleh minta tips and tricks gak?" tanya Kiky mulai serius.


"Tricks? tips? buat apaan?" tanya Fauzan tak paham.


"Jadi gini... "


Pasutri itu menceritakan tentang masa lalu mereka yang ingin sekali punya anak kembar tapi belum kesampean sampai sekarang. Fauzan dan Naila yang mendengar itu jadi makin merasa berdua telah membohongi.