
Jam 15.30 adalah waktu yang tepat untuk mengajak anak kecil berjalan-jalan atau berolahraga kalau sudah biasa.
Nadia dan Rafael mengajak Leo dan Leona ke taman yang dekat-dekat saja. Sesampainya mereka di sana, banyak sekali anak-anak yang sedang bermain bersama, ibu-ibu yang sedang ngegosip, anak remaja yang sedang berolahraga dan lain-lain.
Rafael duduk di bangku yang ada di samping pohon mangga yang lumayan besar. Agar Leona tidak terkena panas juga, Tak kalah Nadia pun ikut mendudukkan dirinya di samping Rafael.
Tangan Rafael yang sudah pegal mengais Leona, dia menidurkan nya di kereta kecil yang mereka bawa. Mama Nanda dan sekeluarga lain nya pergi ke sekolah SMA Margasatwa untuk mendatangi Maikel (kasih suprise).
"Nad, lu mau minum apa? biar gue beliin sekalian, " tanya Rafael.
"Apa aja, " jawab Nadia.
"Bener nih apa aja? nanti pas di beli, malah ngomel-ngomel, " kata Rafael.
"Ehehe, gak tau juga sih... bingung mau minum apa, " kata Nadia.
Rafael hanya mengangguk saja. Dan kembali fokus ke Leona yang sedang tersenyum ke arah nya.
"Ih Leona lucu banget, " kata Nadia.
"Senyum-senyum terus dari tadi, " kata Rafael.
Di saat Nadia sedang fokus ke Leona yang sedari tadi tersenyum. Leo pun tak kalah, dia terus memberontak di pangkuan Nadia. Sampai Nadia sendiri bingung harus melakukan apa. Rafael menyuruh Nadia untuk membaringkan Leo di kereta kecil juga, siapa tau bisa diem. Dan benar saja, baru juga di tidurkan, Leo langsung diam dan dia ikut tersenyum.
"Iiihhh gemesh banget merekaaaa.. " kata Nadia mencubit pipi anak kembar itu.
"Mau punya anak kembar?" tanya Rafael.
"..... mau sih, tapi capeknya pasti double, " kata Nadia sudah memikirkan matang-matang.
"Kan ada gue, jadi lu gak usah terlalu capek-capek amat, "
"Kalo lu diem di rumah, terus siapa yang nyari duit?"
"Eh iya... "
"Nah kan... lu sih gak berpikir dulu sebelum ngomong, "
"iya Nadia sayang, "
"Hemm.. "
Tak lama kenyataan, datang lah seorang wanita yang sedang berolahraga dan langsung menghampiri Nadia dan Rafael.
"Ehhh, ada Kak Nadia... sama Kak Rafael jugaa, kalian lagi apa di sini?" tanya wanita itu.
"Ya ampun mbak Elis, apa kabar?" tanya balik Nadia senang melihat ibu asuh nya.
"Alhamdulillah baik, kalian lagi apa di sini?" kata mbak Elis.
"Biasa menikmati masa muda... " kata Nadia.
"Asiikk... " kata mbak Elis.
"Eh ini anak kembar siapa? kok cantik banget... " tanya mbak Elis melihat Leo yang sedang memainkan tangan nya sendiri.
"Itu nama nya Leo mbak, dia cowok... kalo cewek belah sini.. " kata Nadia.
"Ya ampun... muka nya putih banget, sama kayak kalian berdua yaaa... eh, ngomong-ngomong ini anak kalian?" tanya mbak Elis memastikan.
"Hah?" Rafael jadi bingung dengan pertanyaan itu.
"Bu--" baru saja, Nadia akan memberitahukan kalo mereka ini bukan anak nya, tapi mbak Elis memotong perkataan Nadia.
"Selamaaatt... ya ampun, kok kamu gak ngasih tau mbak sih kalo udah punya anak... mana anak nya cantik sama ganteng lagi kayak mama papa nya... maaf ya mbak gak bisa dateng di acara Aqiqahan nya anak kalian... " potong mbak Elis.
"Ahahaha, iya gak papa kok mbak.. " kata Nadia jadi bingung nanti harus bagaimana menjelaskan nya.
"Kalo boleh tau nama mereka siapa?" tanya mbak Elis terus bertanya karna saking senang nya.
"Aaaaaa suka deh... nama nya bagus, tapi kok mereka lebih mirip ke orang Eropa ya?" tanya lagi mbak Elis.
"Meraka bukan anak kita mbak, kita belum punya anak, " kata Rafael membenarkan.
"Terus ini anak siapa?"
"Ini anaknya Om Firza sama Tante Frizzy.. "
"Frizzy orang Eropa itu?"
"Iya.. "
"Oohh ya ampun... jadi Frizzy ada di Indo?" tanya mbak Elis kaget dan senang.
"Iya, kalo mbak mau mampir boleh, kayaknya mereka bakal lama sih di Indo, " jawab Nadia.
"Ya pasti bakal lama lah, kan bawa jalan-jalan beby, lain kali aja yah mbak mampir... mbak banyak urusan soalnya... biasalah CEO.. " kata mbak Elis.
"Wiihhh,, semangat mbak.. " kata Nadia memberi semangat.
"Iyaa makasih sayang, mbak lanjut olahraga lagi yaaa, " kata mbak Elis hendak pergi setelah melihat Leo dan Leona.
"iya mbak, " jawab Nadia Rafael barengan.
"Fell, jangan lama-lama nunda punya anak lho.. kamu gak mau kan kalo istri kamu ini jadi topik para tetangga sekitar, " kata mbak Elis mulai lagi.
"Ya engga mau lah mbak, " jawab Rafael.
"Ya mangkanya cepetan, gak usah liat umur langsung ajaa.. " kata mbak Elis sedikit mendorong pundak Rafael.
"eeehh sembarangan!!" kata Nadia kesal.
"Ahahaha... " mbak Elis pun pergi sambil tertawa terbahak-bahak setelah menjahili dua sejoli itu.
Setelah mbak Elis pergi. Nadia kembali duduk dan menyenderkan kepala nya ke pundak Rafael.
"Nad, kalo di pikir-pikir kita di sini udah jadi bahan topik ibu-ibu, " kata Rafael.
"Maksud lu?" tanya Nadia bangun dan melihat wajah Rafael.
"Liat tuh, banyak banget yang liat kita terus juga pandangan mereka ke si kembar... " kata Rafael melirik rombongan ibu-ibu yang sedang mengobrol sambil sesekali melirik mereka berempat.
"Aduh dasar ibu-ibu, " kata Nadia.
"Mungkin mereka pikir Leo sama Leona ini di kira anak kita berdua... " kata Rafael tersenyum.
"Ya ampun, gak usah PD lu, sama tatapan mereka, " kata Nadia.
"Hemm, kan bisa jadi, " kata Rafael.
"Iya-in biar cepet... " kata Nadia.
Setelah topik pembicaraan mereka selesai. Nadia berdiri dan mulai bermain dengan Leo dan Leona. Rafael yang sedang bermain ponsel melihat kejadian itu, sengaja memotret Nadia beserta si kembar tanpa seizin Nadia.
ckrekk..
Rafael tersenyum. "Manis banget sih.. yaahh wajah nya ketutup rambut, " gumam Rafael.
Saat Rafael akan kembali memotret tapi, Nadia berbalik ke arah nya. Hampir saja ketahuan.
"Fell, lu bawah kereta nya Leo gue bawa kereta Leona, kita jalan-jalan sebentar lagi sebelum pulang, "
"Iya, "
Mereka pun berjalan mengelilingi taman beberapa putaran sambil mengobrol. Setelah melihat jam yang hampir menunjukkan pukul 5 sore, mereka kembali ke rumah.