My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Kumpul



Di bioskop.


Setelah selesai melihat film yang du tayangkan di bioskop, Diana dan Fauzi keluar dengan perasaan senang, terutama bagi Fauzi, dari tadi Diana tak mau melepaskan gandengan nya dari tangan Fauzi.


"Udah ini kita kemana?" tanya Diana ke Fauzi yang sedang makan popcorn sisa barusan.


"Lu nya mau kemana?" tanya balik Fauzi.


"Mm.. makan?" tanya Diana.


"Boleh, mau makan apa?"


"Ala ala ke Korea Korea-an aja, " kata Diana.


"Boleh, "


Mereka pun makan bersama di sebuah restoran Korea, mereka memesan toppoki dengan porsi yang lumayan besar cukup untuk mereka berdua makan bersama.


Di tengah-tengah makan mereka, tiba-tiba saja telpon Diana berdering.


"Bentar gue angkat telpon dulu, " kata Diana menaruh sendok nya dan mengangkat telpon.


"Iya, " kata Fauzi yang meneruskan makan nya.


"Naila is calling"


"Alo nai, ada apa?"


"Din, lu lagi di mana?"


"Gue lagi di mall, habis nonton, kenapa?"


"Iiihh kok gak ngajak?"


"Bukan gak ngajak, gak enak kali, gue sama cowok... emang mau lu jadi nyamuk?"


"Ya engga sih... sama siapa btwe?"


"Fauzi, "


"Hah? jadi beneran lu sama Fauzi jalan berdua?"


"Iyaaa... "


"Oohh"


"Lu ada urusan apa nelpon gue?"


"Gak ada sih, gue cuma gabut gak ada temen ngobrol"


"Yeeuuhh, gue kira apaan.. jangan sekarang deh ngobrol nya, gak enak gue kita lagi makan.. nanti lagi ya byee... "


"Eeehh ntar dul---"


tuutt.. tuutt.. tuutt...


Diana kembali duduk dan melanjutkan makanannya bersama Fauzi.


"Siapa?" tanya Fauzi.


"Biasaaa si pengganggu, " jawab Diana.


"Mm?" Fauzi menunjukkan ekspresi bertanya-tanya.


"Naila... " kata Diana.


"Ooohh, " kata Fauzi.


Tak berselang lama, ponsel Fauzi berbunyi. Fauzi pun menghentikan aktivitas makanannya dan izin mengangkat telpon.


"Fauzan is calling"


"Kenapa?"


"Galak bener lu sama kakak sendiri"


"Ya elu ganggu orang aja, kenapa sih?"


"Sini kumpul, ada Arvin, Nathan, Rafael, Nadia sama yang lain nya juga,, bagi-bagi ceritaaa... "


"Shareloc ke gua"


"Woke"


tuutt.. tuutt.. tuutt..


"Din, kita kumpul kuy cafe ada Anak-anak, " ajak Fauzi.


Fauzi membayar makanan barusan dan pergi ke parkiran mobil bersama Diana menuju cafe yang di tuju.


Sesampainya di cafe, Fauzi dan Diana baru aja turun dari mobil, datang taksi biru dan keluar Naila.


"Eh, nai, lu juga ke sini?" tanya Diana.


"Iya, kebetulan tadi Nadia ngajak gue ke sini, ya udah deh... kebetulan juga gue gabut di rumah, " kata Naila.


"Ya udah ayok bareng, " kata Diana.


"Ayoo, " kata Naila menggandeng tangan Diana.


Mereka bertiga masuk ke cafe, mencari meha Nadia dkk dan Rafael dkk berada. Saat sudah ketemu mereka bertiga segera duduk dan memesan minum.


Cukup lama mereka mengobrol sampai lupa kalau waktu terus berjalan dan besok mereka harus bersekolah seperti biasa.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dan sebentar lagi cafe ini akan tutup tepat jam 12 malam.


Rafael dan Nadia pulang duluan karena sudah di telpon Mami nya. Diana juga di suruh pulang sama Mama nya, dan Fauzi mengantarkan Diana pulang lebih dulu lalu setelah itu pulang ke rumah. Cindy dan Nathan juga ikut berlalu. Karena besok Nathan harus pagi-pagi ke sekolah untuk latihan Taekwondo. Syaila dan Arvin pulang bersamaan dengan Diana dan Fauzi.


Dan di cafe hanya tinggal Fauzan dan Naila, mereka berdua masih duduk-duduk santai di sana sambil menikmati minum mereka. Naila yang ingin pulang juga karena sudah malam di tahan oleh Fauzan.


"Zan, ayo pulang, " ajak Naila.


Tapia Fauzan tak berkutik dia masih fokus dengan jalanan yang ramai di lewati oleh motor dan mobil.


"Zan, besok lu sekolah kan? ayoo pulang, " kata Naila.


Fauzan pun tersadar dan mengangguk pelan.


"Lu pulang sama siapa?" tanya Fauzan.


"Naik taksi, " jawab Naila sambil mengotak-atik ponsel nya.


"Emang bisa faoet taksi di jam segini?" tanya Fauzan.


"Gak tau juga sih, "


"Gue anter, "


"Gak keberatan?" tanya Naila.


"Bb lu kan cuma 43kg doang, kenapa keberatan, " kata Fauzan.


"Iihh bukan itu maksud gue... " Naila yang kaget kalau Fauzan tau bb nya segera memalingkan wajah nya ke tempat lain.


"Iya iya gue bercanda kok, gue gak keberatan... ayoo, " kata Fauzan terkekeh pelan.


"Iyaa.. " kata Naila segera naik ke motor Fauzan.


Brum.. Brum.. Brum..


Motor Fauzan melesat dengan cepat membelah jalanan malam yang hanya di terangi lampu jalanan.


***


Di rumah kediaman Rafael.


Sesampainya mereka di rumah, Nadia dan Rafael pamit kepada Mami dan Papi untuk langsung ke kamar karna besok mereka masih sekolah.


Sebelum itu, Mami dan Papi mereka memberikan tiket pesawat ke luar negeri untuk liburan berdua (Hanymoon). Tapi... karena ini belum waktu nya Rafael dan Nadia menolak dengan sopan:v


Di kamar


Rafael yang baru masuk segera melepaskan jaketnya dan langsung berlari ke arah kasur yang empuk. Nadia yang baru masuk dan baru mengunci pintu tak mau kalah, dia meloncat ke atas tempat tidur membuat Rafael yang sedang enak rebahan jatuh ke lantai dengan sangat keras nya.


Brukkk...


"Ey, pelan-pelan napa.. " ucap Rafael.


"Sorry, gue udah gak tahan lagi.. punggung gue sakit banget, " kata Nadia.


"Mm.. Tidooorrr... " teriak Rafael meloncat ke tempat tidur, membuang guling dan memeluk Nadia dengan sangat erat.


"Aaaa.. jangan keras-keras woy! Sakit badan guaa.. " teriak Nadia yang kesakitan.


"Barin, enakan gini, "


"Iya elu enak, gue tersiksa, "


"Ya udah iyaa.. "


Rafael pun melonggarkan pelukannya, mereka kalau Nadia sudah mulai nyaman, Rafael mulai menutup mata nya perlahan dan tidur.