
Sore ini, Naila, Jeremy dan Key sedang mengerjakan deskripsi mereka di sebuah cafe yang cukup terkenal di AS. Naila yang sedang menyeruput kopi nya tiba-tiba ada sebuah notifikasi dari seseorang.
Cindy
https://\*\*\*\*\*com/ZSdqJyHSw/?k\=1
Naila mengerutkan kening nya. Dia penasaran apa yang yang di kirim Cindy kepadanya? Tanpa babibu lagi Naila langsung saja membuka link tersebut.
undangan pernikahan
Ya! itu adalah isi dari link tersebut. Naila juga mendapat persetujuan dari Cindy dkk, dia boleh mengajak teman-temannya untuk datang ke pernikahan nya yang akan di laksanakan pada tanggal sekian👍
***
Malam hari. Naila sedang sibuk mengotak-atik komputer yang ada di harapan nya dengan segelas susu hangat di samping kiri nya dan sebuah buku catatan di sebelah kanan.
Dia sedang melihat-lihat tiket pesawat ke Jakarta. Ya! dia akan pulang bersama teman-teman nya ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan sahabat nya Cindy.
"Hemm, yang ini kemahalan... " gumam Naila.
Drrtt drrtt drrtt...
Naila beralih ke ponsel nya yang sedang di cas, dia langsung saja mengangkat telpon itu, Key
"Halo key"
"Nai, lo udah pesen tiket belom?"
"Belum, ini mau, tapi gua bingung harus pilih yang mana"
"Sama gue juga, pesawat ekonomi aja gimana?"
"Bisnis aja"
"Gak sekalian pesawat kelas satu?"
"Ahahaha, canda key, gua mah ngikut kalian aja, terserah"
"Lah... gue sama Jeremy malah mau ngikut lo aja, gimana sih.. "
"Aaaa capek... ya udah lo telpon aja Gio biar dia yang pilih, lagian kalo kita-kita kagak bakal kelar-kelar"
"Oh iya ya kan ada Gio si anak rajin tapi sayang dia itu kulkas... "
"Ahahaha, ya udah sana lo telpon dia atau Chat aja, gue mau istirahat gue baru pulang... "
"Oke sayang... goodnight.. "
"Too.. "
tuutt tuutt tuutt...
Telpon pun berakhir. Naila mematikan komputer nya dan segera menghabiskan susu nya. Setelah nya dia pergi ke kasur putih yang nyaman menurut nya.
Sambil menunggu chatan dari Key, Naila membaca novel yang dia beli barusan untuk menghilangkan j
kejenuhan nya.
***
"Udah di kirim kan sayang ke Naila?"
"Udah mom, katanya Naila bakal balik lebih awal dari jadwal sebelum nya.. "
"Bagus lah.. "
Dwi menatap putri ke dua nya dengan mata indahnya. Tak di sangka putri Satu-satunya akan segera menikah dan itu dua minggu lagi.
Cindy yang sedang bercermin melihat pantulan sangat mama dia segera berbalik dan seketika itu juga air mata Dwi pecah.
"Mommy, " Cindy menghampiri mommy nya dan memeluknya erat.
"Mommy gak nyangka kamu bakal nikah, terus ninggalin mommy sendiri di rumah yang besar ini, " ucap Dwi sembari mengelus kepala putri nya.
"Jangan nangis... Cindy jadi gak tega ninggalin mommy sendiri, Cindy janji bakal sering main ke rumah mom... jangan anggep Cindy bakal ninggalin mommy selama nya.. "
Dwi menggeleng pelan. "Enggak sayang, pintu rumah akan selalu terbuka buat kamu sama Nathan.... "
Mereka berdua masih berpelukan sebelum akhirnya mereka di pisahkan untuk selama nya.
***
Di rumah mewah berwana putih.
Ada sepasang suami istri yang sedang memasak bersama, mereka sedang ada di dapur sambil memasak makan malam untuk mereka berdua.
Di saat makanan nya sudah matang. Rafael segera mengambil mangkok untuk memasukkan masakan nya. Tanpa aba-aba, Nadia memeluknya dari belakang dan melihat Rafael yang sedang memasukkan makanan itu ke dalam mangkok.
Nadia menatap wajah suaminya dalam-dalam. Tak hanya itu, dia pun tersenyum simpul. "Bisa nggak?" tanya Nadia.
"Ya bisalah! kamu itu harus tau kalau suami kamu ini pinter masak!"
"Mm.. affah Iyah?"
"Iyalah!"
Setelah selesai. Rafael berjalan ke meja makan yang sudah tersebut berbagai makanan. Masih setia dengan pelukan hangat dari sang istri, Rafael harus berhati-hati membawa pasakannya.
"Yuk makan.. " ajak Rafael melepaskan tangan Nadia dari perutnya dan menariknya ke arah kursi.
"Mauu peyukk.. " ucap Nadia dengan suara imut nya.
Rafael tersenyum. Kelemahan terbesar Rafael adalah ketika Nadia bersikap imut kepadanya, dia akan langsung melakukan apa pun untuk Nadia bahkan sampai jungkir balik di depan umum juga dia lakukan.
Rafael memeluk Nadia hangat. Membenamkan wajah nya ke leher sang istri sesekali mencium nya sampai Nadia tertawa kegelian.
"Ahahaa, geli! udah ah ayo makan" kata Nadia menarik kursi di belakang nya dan langsung duduk. Rafael pun melakukan hal yang serupa.