My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Beban



Sementara itu di apartemen Nathan. "Setdah! Nih bocah makan apa aja sih...?! Berat amat!!" teriak Nathan saat memasuki apartemen nya.


Setelahnya Nathan dan Fauzi membiarkan Fauzan jatuh di lantai dengan posisi wajah mencium lantai.


Bruk


"Kasar bett, anak orang di suruh nyium lantai, " kata Alvin.


"Bodolah, paling nanti bangun ngomel-ngomel mulutnya sakit, " kata Fauzi memegang pinggang nya yang sakit.


"Aaahhh.. Capek..!" kata Nathan duduk sambil mengontrol napas nya.


Rafael dan yang lain ikut duduk dan membiarkan Fauzan tetap di posisi yang sama. "Kita nginep dulu nih di rumah lu than?" tanya Alvin.


"Terserah, " jawab Nathan.


"Tapi kalau kalian mau pulang, jangan lupa bawa juga nih si beban pertemanan, " lanjut Nathan menunjuk Fauzan dengan dagu nya.


"Aahh nanti lagi lah! suruh siapa mabuk, " kata Rafael capek.


"Hem, di kamar muat buat 3 orang, dua di kasur satu di lantai, sisanya di sofa, " kata Nathan.


"Gue di sofa aja, " sahut Rafael.


"Sama gue juga, " sahut Fauzi.


"Nah iya bener, gak enak kalo tuan rumah tidur di sofa, " sahut Alvin.


"Benerrr, tumben otak lu cerdas, " kata Fauzi. Alvin melihat Fauzi dengan tatapan sinis nya. "Sialan!" gumam Alvin.


".... Yaudah, biarin nih anak tidur di kamar, gue sama kalian di luar, lagian nih sofa ada banyak, jadi cukuplah buat 4 orang, " kata Nathan.


"Oke, "


"Terserah lu aja dah, gue mah ngikut ae, "


"Bawa dulu nih si beban ke kamar, " kata Alvin menendang kaki Fauzan agar bangun, tapi sayang gak bangun.


"Kalian aja dah, gue capek ngebopong dia dari tadi... " kata Nathan.


"Sama gue juga, " kata Fauzi.


Rafael dan Alvin pun turun tangan, mereka membawa Fauzan masuk ke kamar dan menidurkan nya. Terserah mau tikusruk, mau ngegulitik, mau bunuh diri juga TERSERAH...!!!


Blam.


"Lah, bukannya bantalnya cuma ada 3 ya? sama selimut juga cuma ada 2 satu di lemari satu lagi di kasur, " kata Nathan saat melihat Rafael dan Alvin datang membawa banyak barang.


"Gue ambil aja, dari pada kita kedinginan, masih mending si beban di kamar gak pake selimut juga kan tetep anget, " kata Alvin menyerahkan selimut ke Fauzi.


"Iya juga sih, " kata Nathan.


Mereka berempat mengobrol sampai tengah malam. Bergadang main game, nonton film, ngemil sambil nonton anime (Alvin) iihh wibu.


Saat Rafael tengah asik menonton film bersama yang lain, tiba-tiba ada yang terlintas di kepala nya. Dan itu mengharuskan dirinya membuka ponsel.


"Nadiaa, " satu kata yang keluar dari mulut Rafael saat ini.


Nadia


tuutt.. tuutt.. tuutt...


"Maaf, nomor yang Anda tuju--"


"Kenapa gak di angkat? udah tidur kah?" gumam Rafael.


"Kenapa lu fel?" tanya Alvin melirik Rafael yang di sebelah nya.


"Nggak papa... gue cuma khawatir aja sama istri gue, soalnya gue gak bilang kalo gue bakal nginep di apartemen Nathan, " kata Rafael.


"Chat aja kali, apa susahnya, " kata Fauzi.


"Iya ini udah kok, " kata Rafael.


My Wife


^^^Rafael^^^


^^^Sayang, aku nginep di apartemen Nathan ya, maaf aku gak bilang dulu sebelum pergi^^^


^^^Fauzan mabuk berat jadi harus ke apartemen, selamat malam cantik^^^


^^^Nad, jangan lupa matiin lampu, tutup pintu, kunci! nanti ada maling! Aku gak sukaaa...!!! 😡😡😡^^^


Ceklis dua abu-abu, itu artinya Nadia online tapi tidak membuka Whatsapp nya. Walau sudah begini tetap saja dia tak bisa tenang, sebelum Nadia membalas Chat nya.


***


Di apartemen Syaila.


"Guys, mari kita time girls, " kata Syaila membawa popcorn dan minuman bersoda ke arah teman-temannya yang sedang menonton film malam.


"Kuyy lah, " sahut Diana.


"Yuhuuu.. "


Cindy mematikan lampunya dan berjalan menuju sofa dan duduk tenang menikmati film beserta makan dan minum nya.


Di saat mereka sedang enak-enak nya menonton film. Tiba-tiba saja mereka mendengar suara yang jatuh dari dalam kamar.


Cindy dan Diana mengecek kamar. Setelah nya mereka gabung kembali dengan Nadia dan Syaila.


"Apa yang jatuh?" tanya Syaila makan popcorn.


"Biasaaa... si beban jatuh dari kasur, " jawab Diana.


"Oh, "


****


Pagi hari nya. Nadia bangun lebih dulu dari yang lain. Tangannya meraba-raba ke arah meja mencari sesuatu. Setelah mendapat kan apa yang dia cari.


Nadia menyalakan layar ponsel nya melihat jam yang tertera.


Jam 08.54.


Masih dengan posisi yang sama dan masih dalam proses pengumpulan nyawa. Dia membuka WA dia kaget saat melihat kontak seseorang yang sengaja dia sematkan di atas sana.


Oppa Rafael


Rafael


Sayang, aku nginep di apartemen Nathan ya, maaf aku gak bilang dulu sebelum pergi


Fauzan mabuk berat jadi harus ke apartemen, selamat malam cantik


Nad, jangan lupa matiin lampu, tutup pintu, kunci! nanti ada maling! Aku gak sukaaa...!!! 😡😡😡


...panggilan tak terjawab jam 23.54...


...panggilan tak terjawab jam 00.02...


...panggilan tak terjawab jam 00.34...


...panggilan tak terjawab jam 01.00...


"Omg! Dia nelpon gue hampir setiap menit, " gumam Nadia kaget.


Dia segera bangku dari tidur nya menuju kamar mandi. Nadia duduk di kloset dan menelpon balik Rafael.


Oppa Rafael


tuutt.. tuutt.. tuutt.. tuutt...


"Maaf nomor yang anda tuj--"


Tanpa basa basi lagi dia mematikan panggilan telepon tersebut. Dia kembali membuka WA. Nadia menelpon Nathan.


Nathan


tuutt.. tuutt.. tuutt...


"Halo maaf Nathan saat ini sedang tidur dan tidak ingin di ganggu, silahkan tinggalkan pesan setelah mendengar kalimat ini... CINDY GUE SAYANG SAMA LOO... terimakasih.. "


"INI GUE BEGO! Bangun gak lo!"


"Hah? Ooohh Nadiaaa.. apaan nad?"


"Yaelah si kebo! saking bucin nya lo sama Cindy sampe-sampe gue harus denger kata-kata jijik lo itu"


"Ehehehe, sorry... btwe ada apaan, tumben lu nelpon gue?"


"Em.. Di sana ada Rafael gak?"


"SAPA?!"


"Rafael g*blok! Gue gak tuli gak usah teriak..!!"


"Oh ada, lagi kerek.. bentar gue bangunin dulu"


"Hemm"


"Plakk... Rafael bangoooonnn!!! Istri lu nyariin!!!"


"EH! LU NAMPAR SUAMI GUE LU! AWAS YA LU NATHAN GUE DO'AIN LU PUTUS SAMA CINDY... "


"Eh jangan dong! Lu mah gak tau gimana susah nya gue dapetin diaa.. Hiks.. "


"Gak usah sok drama lu! lagian gue juga bodoamat soal begituan... kasih HP lu ke suami gue!"


"Iya iya sabar napa buuu.. Rafael nya gak mau katanya dia ngambek sama lu!"


"Oh ya udah, nanti bilangin gue tunggu di rumah Mama sama Ayah, kalo gak dateng sampai jam set 10... jangan harap gue bakal kasih dia keturunan.. terimakasih.. "


"Iya sama-sama.. "


tuutt..


Panggilan pun berakhir.