My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Kepulangan si kembar



3 hari kemudian. Nadia beserta keluarganya sedang berada di Bandara mengantar Tante Frizzy dan Om Firza beserta anak nya Leona dan Leo pulang.


"Nanti kalo udah sampe jangan lupa telpon, " pesan Mama Nanda ke Om Firza.


"Iya kak, kakaknya juga jangan terlalu banyak ngasih uang jajan ke Maikel, tuh anak semenjak di kasih duit banyak jadi suka ikut-ikutan yang aneh-aneh, " kata Firza.


Nanda yang mendengar itu segera melihat Maikel dengan tatapan tajam.


".... kenapa badan gue jadi berat ya?" gumam Maikel, yang di kala itu sedang menggendong Leo untuk terakhir kalinya.


Rafael dan Nadia bersalaman dengan Tante Frizzy sebelum pergi, dan tak lupa mengecup kedua ponakan nya itu.


Setelah pengdramaan yang panjang, pesawat mereka akan berangkat dalam 1 jam lagi, mereka pamit dan undur diri dari cerita ini, sekian terimakasih.


Kelurga Nadia segera meninggalkan Bandara setelah keluarga kecil itu hilang dari pandangan mereka.


Di dalam mobil Ayah Marcell ada Betly, Mama Nanda, Rafael, Nadia dan Maikel.


"Aaaahh, akhirnya beban lepas.. " kata Mama Nanda menyenderkan kepala nya.


"Belum sayang, masih ada Maikel sama Betly yang belum lepas, " kata Ayah Marcell melirik singkat ke arah istrinya.


"Kalo Maikel masih kecil masih kelas 10, lah ini yang udah berstatus tante.. " sindir Nanda ke Betly.


"Oh iya Tan, kapan tante ngasih aku ponakan?" tanya Maikel.


Betly hanya berdecak. "Nanti aja, kalo udah ketemu sama jodoh nya, " kata Betly.


"Kelamaan, keburu kak Nadia yang punya anak, tante mah ngejomblo muluuu.. " kata Maikel.


"Eh berisik lu cil, gak masalah kalo gue gak nikah terus gak punya anak, yang penting harta warisan terus ngalir di rekening, " kata Betly.


"Lo itu kenapa gak kerja aja sih, " kata Nanda kesal.


"Ya kerja apa? nama nya juga hidup, "


"Apa kek, pasti perusahaan-perusahaan besar mau nerima kamu, kamu kan lulusan administrasi S3 di Amerika, masa iya gak ada yang mau... apa jangan-jangan kamu memang udah pernah ya di undang sama beberapa perusahaan tapi kamu nolak, " tebak Nanda.


"Eum, ituu.. "


"Nah kan bener, eh kamu itu harus sadar diri, gak mau kerja ya nikah kek, cari cowok sana di luar banyak. Kalo engga kerja! kerja terus buat rumah sendiri jangan numpang mulu kerjaan tuh!"


"Oh jadi selama ini kakak gak ikhlas aku tinggal di rumah kakak?"


"Iya! Nggak ikhlas sama sekali! Cari kerja sana!" kata Nanda.


"Tinggal di rumah ortu gak mau, malu di katain sama tetangga-tetangga, cari kerja gak mau, nyusahin orang aja!" lanjut Nanda membuat batin dan mental Betly tertusuk.


"Kakak nyuruh kamu tinggal di rumah kakak selama kamu nganggur, tapi ini... malah keenakan, " kata Nanda.


"Atau engga kamu minta ke Marcell sana cariin jodoh, yang kaya, mapan, gaji nya gede, " kata Nanda.


"Gue udah beberapa kali nyariin dia cowok, udah di ketemuin juga, tapi ada kekurangan nya lah, gak suka sama gaya rambut nya lah, jalan nya kek banci lah, CAPEK GUE CAPEK!" teriak Marcell kembali fokus ke jalanan.


"Mau nya lo itu apa sih? atau mau sugar daddy? gue punya temen di Yogyakarta katanya temen bapak nya lagi jadi duda, lu mau gak? nanti gue kenalin, " kata Nanda.


"Ogah! Najis... " kata Betly.


"Ya kalo gak mau di jodohin sama gue atau sama Marcell, cari jodoh sana!"


"Ngapain repot-repot nyari, nanti juga jodoh mah datang sendiri, "


"Kalian aja yang terlalu terburu-buru nikahin Nadia sama Rafael, kan Nadia itu masih SMA, ngapain juga di sama-samain kaya cerita kalian, gak esthetic banget, "


"Gue takut kalo anak gue ketularan jomblo lu, mangkanya gue jodohin saja Nadia, nanti juga Maikel bakal di jodohin, " kata Nanda jujur.


Nadia, Rafael dan Maikel yang mendengar itu hanya geleng-geleng. Benar-benar mereka berdua gak ada kerjaan saking gabut nya. Tega! Ngejodohin anak.


"Terserah lah, " kata Betly capek debat.


"Gue ngomong kayak gini itu, karna Mama sama Ayah mau ngasih lu sebagian saham perusahaan, " kata Nanda.


"Maksud lu kak?"


"Maksud lu kak.. " Nanda meniru cara bicara Betly.


"Lu kan tau, kalo Ayah punya beberapa perusahaan, gue di kasih 40 persen, Firza 30 persen, dan elu 30 persen, " kata Nanda.


Nanda pikir setelah memberitahu ini, Betly akan berubah, tapi...


"Ah gak mau gue.. kasih aja ke yang lain, mending gue mah happy happy aja dari pada ngurus kerjaan nanti kulit gue ngeruuuttt... "


"Najis, "


Maikel yang melihat Betly dari kaca spion merasa jengkel dan ingin rasanya melempar Betly ke planet Pluto agar tak ada lagi spesies seperti dia lagi di muka bumi ini.


"Nah, kasih aja ke Nadia, dia kan pinter, punya banyak bakat, suka juara kelas, menang lomba Olimpiade--"


"Gue gak ngomongin Nadia! Gue bicara soal elu Betly! ayah udah gak bisa mempertahanin lagi 30 persen punya lu itu, ayah itu udah berumur udah waktunya dia diem nikmatin hidup kayak Bunda sama Ayah yang sekarang tinggal di Belanda.... " kata Nanda.


Betly menarik napas panjang dan menghembuskan nya. "Gue gak mau!" jawab Betly dengan tampang serius.


"Lu yang bener aja bet?" tanya Marcell khawatir kalo ini bukan lah keputusan yang benar.


"Gue yakin kak! gue gak mau ngurus soal perusahaan lagi! dan untuk Kak Nanda, kakak tenang aja, gue bakal pindah ke apartemen punya temen gue di Swedia, asalkan duit terus ngalir gue baik-baik aja, " kata Betly membuka pintu mobil dan keluar begitu saja.


Tok.. Tok.. Tok..


Betly mengetuk kaca depan. Nanda dengan cepat membuka kaca tersebut. "Gue mau pergi ke mall bareng temen... sekalian mau beli tiket pesawat, " kata Betly melangkah pergi.


Setelah Betly pergi bersama teman-teman nya, mobil Ayah Marcell kembali melaju.


"Capek sumpah!" kata Marcell.


"Pendek akal, gak mikir apa, dia dapet uang terus terusan dari 30 persen itu, " kata Nanda memainkan ponsel.


"Terus buat 30 persen itu gimana?" tanya Marcell.


Nanda menarik napas. "Fell, kamu mau kan ambil jatah perusahaan punya Betly?" tanya Nanda ke menantunya.


"Hah? Tapi mah, aku udah megang perusahaan Papi juga, sebesar 80 persen, " kata Rafael. Bukan bermaksud menolak tapi akhir-akhir ini dia di sibukkan dengan pekerjaan kantor.


"Nggak papa, nanti sisa nya Mama sama Ayah bakal bantu kamu, " kata Nanda meyakinkan.


"Hem, gimana ya... "


"Coba kamu pikir-pikirin dulu aja, soal ambil keputusan bisa nanti lagi, kami ngasih kamu waktu 2 bulan, " kata Marcell.


"Hem, iya Ayah, nanti Rafael pikir-pikir lagi, "


Nanda dan Marcell mengangguk. Sebenarnya Maikel juga bisa mendapatkan 30 persen itu, tapi mereka masih belum yakin kalo Maikel sudah siap. Dan untuk Nadia, mereka tidak tega jika anak perempuan harus bekerja ekstra untuk perusahaan, apalagi Nadia ini adalah satu-satunya anak perempuan Alfarizky.