My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Cin gue mau ini ya?... iya



Setelah beberapa menit di luar Fauzan membukakan pagar agar motor mereka berdua bisa masuk ke dalam.


Setelah itu, Fauzan membuka pintu dan membiarkan teman-teman nya kucar-kacir ke sana kemari untuk melihat-lihat rumah nya itu.


Cindy membawa Naila, Diana dan Syaila ke kamar nya untuk beristirahat ala-ala gadis, sedangkan Arvin di ajak ke kamar Fauzi dan untuk Fauzan katanya dia ada urusan penting jadi dia pergi ke ruangan pribadi nya yang tak jauh dari kamar nya sendiri.


***


Di kamar Cindy.


Cindy membuka pintu kamar nya dan mempersilahkan teman-teman nya untuk masuk ke dalam.


"Waahh gila, enak ya kalo jadi anak cewek satu-satunya... segala di turutin.. " ucap Naila saat memasuki kamar Cindy.


"Laaahh, bukannya lu juga anak cewek satu-satunya ya? apa jangan-jangan emak lu lagi hamil lagi!" tanya Diana kaget.


"Haahh?!! beneran nai? Nyokap lo lagi hamil?!" tanya Syaila ikutan kaget.


"Eh eh eh sembarangan kalo ngomong.. Enggak lah gue gak mah punya adek, gue udah capek ngurus ponakan gue, " sahut Naila.


"Ponakan? emang lu punya ponakan?" tanya Cindy.


"Punya lah, makanya main ke rumah gue, jangan mingkem mulu di kamar, " sahut Naila.


"Lu juga sama kaleee bukan kita-kita doang, " sahut Syaila.


"Oohh, anak nya kakak nyokap lu ya? wawa Thoriq... " tanya Cindy.


"Naahh betull sekalii, " sahut Naila mengacungkan jempol.


"Wawa? Siapa tuh?" tanya Diana.


"Yawloh, masa lu lupa sih, " sahut Syaila.


"Eeehh, kan dia gak ada, waktu uwa lu lahiran, dia ada di luar negeri, " jelas Cindy baru ingat.


"Oh iya, gue lupa, " sahut Syaila.


Diana hanya diam saja menyimak semua percakapan teman-teman nya yang lain. Dia tak tau siapa itu wawa Thoriq (maksudnya uwa).


"Anak berapa? terakhir gue liat dia SMP lho, uwa lu gak ada rencana gitu buat nambah, kan lumayan, " tanya Syaila.


"Lumayan nambah dua lagi jadi empat anak nya, " sahut Cindy.


"Boro-boro empat, terakhir gue ketemu dia anak nya udah tujuh, terus kemarin malem nyokap gue nelpon dia katanya istri nya lagi hamil lagi, " jelas Naila.


"Waah parah tuh uwa lu, " sahut Cindy.


"Liar banget, " sahut Syaila bergidik.


"Cin, " panggil Diana yang duduk di pinggiran kasur milik Cindy.


"Iya, kenapa?" tanya Cindy melihat Diana bersamaan dengan Naila dan Syaila.


"Rumah lu pelit air ya, " sahut Diana.


"Maksudnya?"


"Gue haus lu gak suguhan kita air sama sekali, "


"Tau lu cin, gibah mulu, " sahut Syaila.


"Mana yang di gibahin uwa gue lagi, ini kalo nyokap gue tau dia pasti bakal ngompor terus di tambah-tambahin, " sahut Naila.


"Aduh gue lupa, sebentar ya gue ambilin kalian minum dulu ke bawa, " sahut Cindy membuka pintu dan keluar.


"Iya, jangan lama-lama, " sahut Naila.


"Siap, " sahut Cindy turun ke bawa menuju dapur.


Tak sampai 5 menit Cindy turun, dia sudah naik kembali ke kemar nya.


"Nih, " ucap Cindy menaruh nampak di atas meja kecil di dekat jendela yang berisi tiga gelas air putih.


"Astagaa, " gumam Diana sakit hati.


"Lu bener-bener pelit air yaa, " sahut Naila.


"Rumah aja ken sultan ada tamu di suguhan air putih doang, " sahut Diana kenyataan.


"Hehe bentar ya gue mau ganti baju dulu, udah ini gue bikinin kalian minum, " sahut Cindy mengambil baju dari lemari nya.


"Sama makanannya ya kalo bisa hehehe.. mendadak gue laper, " sahut Syaila.


"Ya allah lu udah ketularan Cindy lu.. gampang laper, " sahut Naila.


"Ya maklum lah orang lagi pms juga, suka pen makan melulu, "


"Udah udah jangan ribut, gue udah selesai ganti baju nya ke bawa dapur dulu mau bikin makan sama minum buat kalian, kalian terserah mau ngapain aja di kamar gue, oke, " jelas Cindy.


"Nyolong perhiasan lu boleh?" tanya Diana ke Cindy yang sudah pergi.


"Terserah, " jawab Cindy (kemungkinan gak denger, jadi jawab asal).


"Ini beneran?" tanya Syaila dan mereka bertiga tertawa.


"Ahaha gak lah gue cuman bercanda kok, " sahut Diana.


Diana merebahkan dirinya di kasur setelah meminum segelas air putih pemberian putri sultan.


Naila sibuk mengotak-atik barang Cindy mulai dari make up, buku novel, sepatu, baju, boneka dan sebagai nya.


Saat sampai di meja rias, Syaila membuka laci kecil di depan nya itu dan menemukan sesuatu. Syaila mengambil lipbam milik Cindy dan memakai nya sedikit di bibir nya.


"Gila bagus banget dah nih lipbam, " ucap Syaila.


"Masa sih... coba mana gue juga mau pake, " sahut Naila menghampiri Syaila.


"Nih, " sahut Syaila menyerahkan lipbam itu ke tangan Naila dan Naila pun mulai memakai nya.


Saat Naila sedang sibuk memakai lipbam, Syaila beralih ke tempat lain. Dan dia juga menemukan sesuatu lagi.


"Eh, din, lu suka squishy kan?" tanya Syaila melirik Diana yang sedang rebahan sambil main hp.


"Iya, emang kenapa?" tanya Diana melirik Syaila.


"Nih Cindy punya satu lemari, " jawab Syaila pergi begitu saja dan membiarkan pintu lemari yang penuh dengan squishy terbuka.


"Hah! masa sih... " tanya Diana segera turun dan melihat.


"Omg wangi bangett, haahhh... "


"Gila bagus nih, gue ambil ahh, "


"Eh, lo gak boleh ambil barang orang tanpa minta izin, "


"Cin gue mau ini ya?.... Iya, "


Syaila dan Diana yang tersenyum.


"Lu nanya jawab sendiri, "


"Yang penting udah bilang, "


"Iya juga sih, Cindy sayang, gue mau squishy lu ya boleh gue ambil gak banyak-banyak kok cuma tujuh ajaa.. yang strawberry, sama hewan lain-lain nya.. Iya boleh sok silahkan... Makasih Cindy cantik, " ucap Diana.


"Nj*r malah ikut-ikutan, " sahut Naila.


"Iihh gak papa, lu yang tanggung dosa gue, " sahut Diana


"Iihh enak aja lu, " sahut Naila.


"Gue aja yang banyak dosa pen tobat tapi kagak bisa, " ucap Syaila.


"Kenapa.gak bisa?" tanya Diana.


"Godaan my baby, drakor, makanan, minuman, HP dan sebagai nya.. gue sampe sekarang belum tobat tobat, " jelas Syaila.


"Istighfar nak, " sahut Diana.


"Widiiw, dia punya koleksi buku-buku horor dong, gue pinjem satu ya cin, nanti gue balikin 20 taun kedepan, " ucap Syaila sambil mengambil satu persatu buku itu sampai terkuras habis.


"Ahaha.. Keburu rusak tuh sampul nya, " sahut Diana tertawa.


"Keburu ilang semua tuh halaman halaman nya, " sahut Naila.


"Ahahaha, "


***


Setelah teman-teman nya pulang ke rumah masing-masing karna sudah sore menjelang malam.


"Aaahh akhirnya, gak kerasa waktu cepat berlalu, " gumam Cindy sedang merebahkan dirinya di kasur sambil melihat langit-langit kamar.


"Oh iya gue belum tamat baca buku horor tentang zombie zombie gitu, " gumam Cindy segera bantu dari tidur nya menuju perpustakaan kecil di samping meja belajar nya.


"Laahh.. kemana buku-buku gua? apa gua lupa nyimpen?... aahh males nyari nanti aja lah, mending sekarang skincare-an, "


Cindy beralih ke meja rias nya dan membuka laci kecil. "Hah?! ini kok masker-masker gue cuma tinggal 2? dari 10 skincare yang gue simpen kok tinggal 2?!" tanya Cindy kaget melihat kotak putih tempat skincare nya ilang.


Cindy yang mulai panik melihat ke sekeliling kamar nya. Dia melihat kotak sepatu-sepatu nya tergeletak di mana saja, koleksi buku hilang, skincare hilang tersisa 2, dari 17 lipbam yang ada di kamar tersisa 5 lipbam saja, paperback yang isinya hiasan-hiasan kamar berhamburan di mana-mana dan paperback ilang gak tau kemana.


"Ini siapa sih yang berani am—" tiba-tiba ada sesuatu yang terlintas di kepalanya.


"SYAILA, DIANA, NAILAAAAAAA!!!!" teriak Cindy sampai seisi rumah terdengar.