My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
will you marry me? [Pensi 3]



"Dan untuk acara selanjutnya.. Kita akan mendengarkan suara emas dari Fauzan Firmansyah.. " kata Angga di sambut tepuk tangan yang meriah.


"Lo mau nyanyi?" tanya Naila. Fauzan mengangguk dan pergi ke atas panggung mengambil gitar yang sudah di siapkan dan duduk di kursi, mengatur mic.


...(My All — Mariah Carey) ...


...I am thinking of you...


...In my sleepless solitude tonight...


...If it's wrong to love you...


...Then my heart just won't let me be right...


...'Cause I've drowned in you...


...And I won't pull through...


...Without you by my side...


...I'd give my all to have...


...Just one more night without you...


...I'd risk my life to feel...


...Your body next to mine...


...'Cause I can't go on...


...Living in the memory of our song...


...I'd give my all for your love tonight...


...Baby can you feel me...


...Imagining I'm looking in your eyes...


...I can see you clearly...


...Vividly emblazoned in my mind...


...And yet you're so farm...


...Like a distant star...


...I'm wishing on tonight...


...I'd give my all to have...


...Just one more night with you...


...I'd risk my life to feel...


...Your body next to mine...


...'Cause I can't go on...


...Living in the memory of our song...


...I'd give my all for your love tonight...


...I'd give my all to have...


...Just one more night with you...


...I'd risk my life to feel...


...Your body next to mine...


...'Cause I can't go on...


...Living in the memory of our song...


...I'd give my all for your love tonight...


...(I'd) give my all for your love...


...Tonight...


Setelah selesai bernyanyi. Fauzan berjalan turun dan berjalan mendekati. Naila mulai salting saat melihat sebuah kotak berwarna merah.


Deg!


"Kesya, will you marry me?"


Naila melotot dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat, apa perkiraan dia salah kalau Fauzan juga menyukai nya? Teman-teman yang lain juga kaget melihat tingkah Fauzan. Entah dia itu buta atau bagaimana. Cindy menghampiri Naila dan menuntunnya untuk duduk di kursi di sebelah Diana.


Perempuan yang bernama Kesya itu diam dia hanya memandang cincin di sebuah kotak merah itu. "Sorry I can not, " ucap nya, membuat hati Nadia dkk lega.


Tapi tak sampai di situ. "Why?" tanya Fauzan berdiri dan menghadap Kesya dengan ekspresi kecewa.


"You're not the type of guy I want, sorry, " jawabnya.


Deg!


"Setan apa sih yang merasuki nya?" tanya Fauzi kesal.


Keysa dan teman-temannya pergi dari hadapan Fauzan yang membeku tanpa ekspresi. Nathan dan Alvin menghampiri nya.


"Kesambet apaan lu?" tanya Alvin.


"Heh, gue pikir lu suka sama Naila, " bisik Nathan.


Fauzan tersadar. Dia berbalik melihat Naila yang menunduk. "Nai.. " panggil Fauzan dengan suara pelan.


"Gue duluan ya guys, " kata Naila berdiri dan melangkah pergi meninggalkan sekolah.


Rafael memberi Angga dan Rina kode agar suasana kembali seperti biasa.


"YAAAAH KESYA NYA LAGI GAK MAU NIKAH GUYS!!" kata Angga menarik kembali perhatian para siswa-siswi.


"Babang Fauzan, lain kali kalau lo udah di hadapin sama dua hal, jangan nganggep yang kedua akan sesuai rencana, " kata Rina yang menghampiri Nadia dkk tanpa memegang mic.


Sementara itu, Naila dia menunggu taksi yang dia pesan. Tak sampai beberapa lama, taksi itu datang dan Naila langsung masuk ke dalam.


"Pak, kalau saya teriak atau bicara sendiri tolong jangan lihat kebelakang atau bertanya, " kata Naila.


"Iya siap neng, nangis aja neng, ini ada tiau, " kata pak supir taksi dia pun menyodorkan tisu ke Naila.


Saat mobil itu mulai berjalan. Satu tetes air mata Naila mulai keluar. Dia melihat ke luar jendela, melihat jalanan yang tampak sepi karna sudah jam 10 malam. Dia hanya diam saja membiarkan air matanya terus keluar.


Pak supir melirik singkat ke arah spion. Dia merasa kasihan kepada penumpang nya yang satu ini.


Siapa cowok kurang ajar yang berani bikin eneng geulis nangis? itu mah harus di kasih pelajaran! - batin pak supir.


"Pak tolong agak pelan dikit, " kata Naila.


Pak supir pun agak memperlambat laju mobilnya. Dia paham atas situasi ini, rasanya dia ingin bertanya ke penumpang nya tapi takut di kira dia naksir atau sedang mencari kesempatan.


"Nang baru berhenti dulu di cafe atau di restoran? Saya bisa nunggu, " kata pak supir memberi saran.


"Nggak usah pak, ortu saya lagi di luar kota, langsung ke rumah saya aja sesuai lokasi, " kata Naila.


Pak supir itu mengangguk. Aduh saya jadi gak tega liat neng Naila nangis sesegukan kayak gini.. - batin pak supir.


***


Kembali ke sekolah.


"Baik terimakasih kepada Cindy Putri Ferdiansyah yang juga sudah menyumbangkan suara emas nya.. emang ya keturunan suara emas mah beda, aku mah apa atuh... cuma jadi MC aja.. " kata Angga sad.


"Meni Hem, oke selanjutnya ada 4 orang teman kita yang akan membacakan sebuah surat yang di tulis langsung oleh dirinya sendiri dari dalam hati... " kata Rina.


"Ini diaaa... Yuni, Ela, Liora dan Via.. " panggil Angga.


Mereka berempat segera menaik ke atas panggung sambil membawa kertas. Pertama Via yang akan mulai berbicara.


"Sahabat"


"Sahabat itu seperti bintang, dia memang tidak selalu terlihat. Tapi dia selalu ada untukmu. Sahabat ibarat mata dan tangan, saat mata menangis tangan mengusap. Saat tangan terluka mata menangis."


"Sahabat bukan hanya mereka yang telah berada lama disampingmu, tetapi mereka yang telah lama berada dihatimu. Tidak masalah jika kamu memiliki lima teman atau lima ratus teman. Ketika semuanya berakhir, popularitas tidak berarti apa-apa. Yang penting adalah kamu tahu kelima orang itu akan berada di sana memegang tanganmu, saat kelima ratus orang lainnya meninggalkanmu. "


"Saat dua orang yang bukan teman berdekatan, tak akan ada pertemuan. Saat ada dua orang yang berteman berjauhan, tak akan ada perpisahan. Selalu sulit untuk mengucapkan selamat tinggal, terutama ketika seseorang telah menghabiskan waktu yang lama bertahun-tahun di dalam satu atau dua karakter, susah dan senang bersama."


Kata-kata Via berhasil mengundang tangis dari semua siswa yang ada. Nadia dkk berpelukan dan menangis tanpa henti.


Selanjutnya Yuni.


"Harapan ku untukmu"


"Harapanku untukmu adalah agar hidup ini berjalan sesuai keinginanmu. Impianmu tetap besar, kegelisahanmu selalu kecil, dan kau tak akan mendapatkan beban yang melebihi kemampuanmu.Berjanjilah padaku, bahwa kau kan selalu setia di sisiku. Tapi jika Tuhan tak menghendaki, dan takdir memisahkan kita. Jika suatu hari nanti kau punya anak, saat mereka melihat foto-foto kita, beritahu namaku pada mereka"


"Renungkanlah setiap detik penuh makna, setiap menit diiringi canda tawa, kini waktu telah memisahkan kita. Semoga persahabatan kita selalu terjaga selamanya. Ingat aku dengan senyum dan tawa, untuk itulah aku akan mengingatmu. Jika kamu hanya dapat mengingatku dalam kesedihan dan air mata, maka jangan ingat aku sama sekali."


"Kita sudah saling kenal sepanjang hidup kita dan sekarang kita akan berpisah. Beberapa akan mengingat dan beberapa akan saling melupakan, tetapi kita akan selalu memiliki bagian dari satu sama lain di dalam diri kita. Tidak ada yang tahu saat yang tepat ketika persahabatan terbentuk, tetapi saat terlupakan yang diam-diam inilah yang menyebabkan rasa sakit ketika kita harus mengucapkan selamat tinggal."