My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Ngagulitik



Pagi hari. Rafael bangun dengan penuh semangat. Saat dia hendak pergi ke kamar mandi untuk wudhu dan solat, tak sengaja Rafael mencium wangi yang enak dari dapur. Dia pun menghampiri dapur untuk memeriksa.


"Nadia.. lu lagi ngapain?"


"Masaklah apa lagi, "


"Emang lu bisa masak?"


"Ya bisalah.. udah sana mandi, solat, pake baju seragam terus makan, tuh gue udah buatin sup kesukaan lu, "


"Widiww.. okee otwee, "


Dengan penuh semangat, Rafael melakukan apa yang di katakan Nadia saat di dapur.


Tak lama kemudian, Rafael datang sudah dengan pakaian rapih seragam nya. Sudah siap dengan tas nya dan sebagainya.


Nadia sudah menyimpan tas miliknya di sofa agar gampang dan tak merepotkan orang lain jika terlambat. Rafael menaruh tas nya di samping tas Nadia. Dia langsung berjalan ke arah dapur untuk makan bersama dengan Nadia istrinya.


Di meja makan.


"Jadi, nanti pulang sekolah gue pulang sendiri?" tanya Nadia.


"Iya, gue ada urusan di ruang OSIS, dan kemungkinan.. "


"Pulang nya malem... " sambung Nadia sudah tau.


Rafael kemudian tersenyum. "Kalo udah beres gue tunggu di depan pintu, " sahut Nadia sudah selesai makan.


Nadia pun pergi dari meja makan dan duduk di sofa menunggu Rafael makan. "Udah main pergi aja tuh anak, " gumam Rafael.


Rafael pun menyelesaikan makan nya sendiriaaaann.. (awokawok kasian, di tinggal istri 🤣). Setelah Rafael selesai dia menaruh piring di wastafel dan pergi.


Saat sampai di sofa, Rafael melihat Nadia sedang memakai sepatu. Dia pun menghampiri Nadia. "Dari tadi lu pake sepatu belum selesai juga?" tanya Rafael duduk di samping Nadia dan mengenakan sepatu.


Nadia hanya manyun bebek. "Biarin!" sahut Nadia kesal.


"Sekarang jamber?" tanya Nadia.


"Jam kulit kurang putih, " jawab Rafael.


"Guaaa seriuss.. "


"Jam enam kurang lima menit, "


"Hem.. "


Sambil menunggu Rafael selesai memakai sepatu, Nadia memainkan ponselnya.


"Lu chat-an sama siapa sih? Kok serius bener.. " tanya Rafael.


"...."


"Heh! Orang nanya ya di jawab.. "


"Apaa?"


"Lu chat-an sama siapa?" tanya lagi Rafael.


"Sama orang, " jawab Nadia tanpa melihat Rafael sama sekali.


Dasar! Untung udah jadi istri kalo masii temenan udah gue tabok dari tadi.. - batin Rafael kesal.


Nadia melihat jam tangan miliknya. "Eh, udah jam enam lebih, ayoo berangkat, " ucap Nadia menggendong tas nya.


"Mm.. "


Rafael pun ikut berdiri dan menggendong tas nya setelah itu pergi dari hotel. Rafael sudah memanggil supir pribadi nya untuk mengantar mereka ke sekolah.


***


Di sekolah.


Rafael meminta supir nya untuk menjemput Nadia sepulang sekolah nanti, karna dirinya akan menghadiri rapat OSIS di sekolah dan kemungkinan pulang malam.


"Iya sip tuan muda, "


Rafael selalu ada di samping nya, saat memasuki gerbang, di periksa OSIS yang sekarang jaga gerbang, naik tangga sampai pada akhirnya mereka terpisah karena kelas mereka berbeda.


Nadia masuk ke kelas nya tanpa melihat Rafael sedikit pun, bahkan saat mereka menaiki tangga Nadia tak melihat ke arah Rafael sedikit pun. Tapi aneh nya, kok mau ya Nadia jalan berdampingan gitu? Biasanya juga minta lima langkah di belakang, atau engga setelah 5 menit Nadia menyuruh Rafael baru melangkah.


Di kelas IPA 1.


"Nadiaaa.. ada berita yang mengejutkan!" teriak Syaila menarik tangan Nadia dan menyuruh nya untuk melihat ponsel nya.


"Ada apaan sih?" tanya Nadia terkejut.


"Ini ini.. ini! lu harus liat ini!" sahut Syaila menunjuk-nunjuk layar ponsel nya.


Saat Nadia melihat, dia bahkan lebih terkejut lagi dari pada Syaila. "Hah? ini maksudnya apaan sih? kok bisaa?!?!"


"Nah kan, itu yang gue maksud, sekarang berita ini udah nyebar kesepenjuru sekolah!"


"Ini siapa sih yang nyebar-in pertama kali? WOY! Di kelas ini ada yang tau?!" teriak Nadia bertanya.


"Sama gue juga, "


"Sama, awalnya gue gak tau.. "


Nadia melihat ke arah Syaila dengan ekspresi aneh nya.


"Hehe.. sorry gue kan panik, " sahut Syaila cengengesan.


"Ya tapi kan tetep aja, itu artinya lu yang udah nyebar foto itu pertama kali, " sahut Nadia menunjuk ke ponsel Syaila.


"Engga! gue juga baru tau dari kelas 11, katanya ini Poto lagi viral di kelas mereka.. pas gue tanya ada apa.. mereka langsung nanya aneh-aneh ke gue, ya gue harus jawab apa? ya gue diem aja.. " jelas Syaila.


"Kelas 11? siapa orang nya?" tanya Nadia seperti familiar dengan nama itu.


"Kalo gak salah itu Tina.. tapi gue gak tau dia kelas 11 apa, " sahut Syaila mikir.


"ADA YANG TAU TINA KELAS 11?!!" teriak Syaila tiba-tiba.


"Kaget anj*y, " gumam Nadia melotot.


"Tina si cecan sekolah bukan?"


"Gak tau juga sih.. tapi ini menurut kalian kenal gak si Tina Tina itu?"


"Kalo sesuai dengan data TU atau yang sering di sebut Ruang Tata Usaha.. yang bernama Tina di sekolah ini hanya ada satu.. yaitu Tina— maaf saya lupa nama kepanjangan nyaa.. " jelas si ketua kelas Lina Herlina. Orang nya kutu buku, pintar, selalu aktif di segala mata pelajaran tak seperti Nadia, tapi walau kutu buku, pintar, seumur hidup dia tak pernah dapat rangking 1 dia menetap di ranking 2 semenjak sekelas dengan Nadia.


"Dasar lu.. mentang-mentang anak pengacara jelasin nya kek materi sejarah, " sahut Nadia.


"Tau lu Lin, " sahut Syaila.


"Ya maklum lah.. " sahut Lina kembali membaca buku pelajaran.


"Udah lah, gue mau duduk terus baca buku, " sahut Nadia capek berdiri. Dia pun duduk di meja nya.


"Terus ini gimana? masa lu tega sih sama besti sendiri?" tanya Syaila.


"Gak tega sih.. tapi kan itu urusan mereka, paling gue sebagai teman mereka ples sahabat cuma bisa dukung, " jawan Nadia terserah.


"Mm.. iya juga sih.. ya udah deh gue juga bodoamat, " sahut Syaila malah ikut-ikutan.


Kelas 12 IPA 1 sudah mulai ramai oleh anak-anak yang datang.


Tak lama kemudian. Datang anak riweuh, si tukang pamer, tukang nyontek matematika, si lupa ngerjain PR dan sebagainya. Tapi aneh nya.. kok bisa nyangkut di ranking 3?? ini adalah masalah yang sangat tidak bisa di pecahkan bahkan oleh seorang detektif terkenal. (Fauzi)


"GUYS! Ada yang berantem itu di tangga.. yang satu ngagulitik ke bawah yang satu ke serempet pakgendut.. eh, bapak kepala sekolah maksudnya, " ucap Fauzi.


krikk.. krikk.. krikk.. krikk..


Kelas IPA 1 hanya diam saja dan menyimak. Tanpa mempedulikan perkara Fauzi mereka kembali ke aktivitas masing-masing.


"Datang-datang bawa kabar duka, " gumam Nadia.


"Ih kalian nih gak solid sekali sama temen.. " sahut Fauzi manyun bebek. Cerita nya ngambek.


Pada akhirnya, Nadia dkk turun tangan, mereka menghampiri Fauzi yang suruh menunjukan di mana tempat orang berkelahi itu.


***


Sesampainya mereka di tempat kejadian. Fauzi langsung menunjuk ke arah tangga.


"Mana yang keserempet?" tanya Cindy.


"Gak tau.. " jawan anggota OSIS yang ada di sana.


"Dia udah di bawa ke UKS, " sahut anggota OSIS lain nya.


"Btwe siapa yang keserempet? Sama siapa yang ngagulitik?" tanya Diana.


"Yang keserempet itu Fauzan, terus yang jatuh itu Rafael, "


"Laahh! kok bisa sua..m, kok bisa sahabat gue jatuh?" tanya Nadia hampir keceplosan.


"Kita juga gak tau sih.. tapi kalian tenang aja, ada CCTV di sini, "


"Oohh.. okoke, kalo gitu kita pergi ke UKS dulu yaa.. hahaha.. " sahut Nadia menarik teman-teman pergi.


"Eh eh.. pelan-pelan napa.. " sahut Diana.


"Ya santai dong nadd.. gak usah di tarik jugaa! sakit tangan guee... " sahut Cindy.


"Udah diem kalian!" sahut Nadia.


"Kek nya kalo lu gak sadar, bakal keceplosan tuh kata-kata 'suami' dari mulut lu itu, " sahut Syaila mengikuti mereka dari belakang.


"Diem lu syaa!" sahut Nadia malu.


"Wwooyy nyantai, "


Nadia memberikan Syaila tatapan membunuh nya. "... Oke gue diem, " sahut Syaila.