My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Lampion



"Halo, dimana dia? kenapa dia tidak menjawab telpon saya?"


"Dia sedang ada di pusat perbelanjaan bos"


"Terus pantau dia"


"Baik bos"


"Oh ya, satu lagi, kalau dia menanyakan kapan saya pulang, jawab saja tidak tau, dia tidak boleh tau kalau saya akan pergi ke luar negeri untuk mencari seseorang"


"Baik bos!"


tuutt tuutt tuutt


Lelaki itu mengeluarkan sebuah foto dari dalam dompet nya dia melihat nya nanar. "Gue bakal cari Lo, semoga Lo gak lagi dekat dengan seseorang... karna Lo cuma buat gue, bukan buat siapa-siapa, cuma gue, cuma gue yang bisa milikin Lo selamanya"


***


"Ayo capetan! lama banget sih kamu! perasaan tadi sore udah makan deh.."


"sabar sayang... lagian ini tangga nya banyak banget! kaki udah pegel naik tangga terus!"


"Aaaahh lemah!"


"Eeiits kata siapa pacar mu ini lemah?"


Laki-laki itu melangkahkan kakinya mendekati seseorang gadis yang tengah tertawa di atas sana lalu menggendong nya ala bridal style dan kembali menaiki anak tangga yang amat sangat banyak.


"Buset dah tuh dua bocah! ngajak liburan apa ngajak mati...!"


"Key... tungguin gue key! capek bangsat!"


"Gue cuma capek Gio... emang Lo doang apa? pacar gue aja udah nyerah! huuhh sumpah!"


"Sayang... sa-yang... a-yang... istirahat dulu lah yang! capek!"


"kamu aja yang istirahat aku mah enggak mau! katanya ada festival lampion malam ini! jam delapan, sekarang udah jam setengah delapan! enak aja kalo gak liat!"


Key meninggalkan pacarnya yang sedang duduk di bawah sana. Mencoba mengatur nafasnya yang tidak teratur.


"Sayang nya Gio! kamu kuat gak?!" tanya Gio para pacar nya yang ketinggalan jauh.


"ENGGAK!" teriak Abrella--pacar Gio


"Aku mau gendong kamu tapi aku gak bisa! aku udah bengek!" kata Gio sambil ngos-ngosan.


"AAAAA... udah sana duluan ke atas! aku nyusul...!!" kata Abrella.


"Maunya gitu sayang... tapi aku capek!"


"SAMAAA"


"Anj*r gue di sini jadi nyamuk!" ujar pacar Key--Kenzo.


"Sorry Ken... gue beneran capek anj*r.." ucap Abrella mendudukkan dirinya di salah satu anak tangga


"UFAH GHUA BHIHANG MHERHEKA NHGAJHAK MHATHI!" teriak Key dari atas.


"Ngomong apaan sih si key?" tanya Abrella.


"Ken! translate!" ucap Gio kepada Kenzo.


"Udah gue bilang mereka ngajak mati... gitu kata Key!" ujar Kenzo.


"Buset!" ucap Gio menggelengkan kepalanya.


"Fungsi seorang pacar yang sesungguhnya..." sahut Abrella.


Sementara yang mengajak liburan teman-teman nya sudah sampai di puncak.


"Huuhh..." Jeremy menurunkan Naila dari gendongan nya.


"Aku berat ya?" tanya Naila memperhatikan pacarnya yang kecapean.


"Enggak kok sayang, kamu ringan," jawab Jeremy tersenyum.


"Ah yang bener?" tanya Naila seraya mencolek tangan Jeremy.


"Iya cantiknya Jeremy!" ucap Jeremy mengacak-acak rambut pacarnya.


Seketika itu juga wajah Naila memerah. "Kamu salting aku bilang gini?" tanya Jeremy semakin gemas


"E-enggak... siapa juga anj*r yang salting," kata Naila mengalihkan pandangan nya


"Itu.. wajah kamu merah!" kata Jeremy seraya menunjuk ke wajah Naila.


"Kedinginan!" kata Naila sedikit ngegas


"Ouh"


"Kita duduk dimana nih? tempat duduk yang bagus udah penuh!"


Jeremy melihat ke sekeliling dan menemukan tempat duduk yang bagus untuk melihat lampion di langit. Tanpa ba-bi-bu lagi, Jeremy langsung menarik tangan Naila menuju kursi kayu yang dekat dengan pagar pembatas dan juga gembok cinta.


"Mm, ide bagus! tapi di mana mereka? kok belum sampe-sampe!" ucap Naila.


"AAKKHH ******! SAMPE JUGA AKHIRNYA..!!" teriak Key saat sampai di atas.


"AAAAAA.... SEPADAN DENGAN TENAGA YANG UDAH KELUARIN BUAT SAMPE DI SINI..!!!" sambung Abrella.


"Key! Abrella! Di sini!!" teriak Naila melambaikan tangan ke arah mereka berdua yang baru sampai.


Key dan Abrella langsung berdiri dan berjalan ke arah Naila dan Jeremy yang sudah menempatkan tempat duduk mereka.


"Huuh! sumpah ya Lo Nai! Lo tega anj*r sama gue!" omel Key.


"Tau Lo!" sahut Abrella ikutan kesal.


"Ya maaf! gue kan cuma ngajak kalian doang, gue pikir kalian gak akan ikut, jadi yaaaa..." kata Naila merasa bersalah.


"Gue tuh anak rumahan! sering rebahan! mana bisa gue anj*r naik seribu anak tangga! Lo kalo mau mati gak usah ajak-ajak!" jelas Key panjang lebar dengan nafas yang belum teratur.


"Ya maaf..." ucap Naila.


"Mana Gio sama Kenzo?" tanya Jeremy.


"Biasalah mereka mah ngaret!" jawab Key menaik turunkan alisnya.


"Kebanyakan duduk!" kata Abrella yang diangguki Naila dan Jeremy.


"Mm setuju gue sama Abrella...!" ujar Key.


Tak berselang lama, Gio dan Kenzo akhirnya sampai di puncak. Mereka merebahkan diri di mereka di tengah jalan membuat semua orang yang ada di sana melihat ke arah mereka berdua.


"Btw, nanti turun nya gimana?" tanya Kenzo.


"Gak tau gue!... capek!" ujar Gio mengatur nafasnya.


"Kenzo! di sini!" panggil Key.


"Iya sayang! ayo Gio, tuh mereka udah pada nungguin..." sahut Kenzo segera berdiri.


"Iya Lo duluan... gue masih mau rebahan" kata Gio.


"Gak malu Lo di liatin orang? kalo gue sih malu!" kata Kenzo langsung berlari meninggalkan Gio sendiri.


"Eh anj*r jangan tinggalin gue!" ujar Gio bangun lalu berlari menyusul Kenzo dan yang lain.


***


"Masih belum ada kabar?"


"Maaf tuan, kata pemilik apartemen nya Dia sedang liburan entah kemana bersama dengan teman-teman nya!"


"Apa ada seseorang yang mengenal dia selain di sekolahnya atau di apartemen?"


"Saya sedang mengusahakan nya tuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin!"


"Bagus! saya tunggu kabar dari kamu! saya tidak mau menunggu terlalu lama, ini sudah hampir dua tahun!"


"Baik tuan!"


tuutt tuutt tuutt...


"ARRGGHHH SIALAN! BANGS*T!" Lelaki itu melempar ponselnya ke sembarangan arah dan mengacak-acak rambutnya.


Drrtt drrtt drrtt


"Halo?"


"Kapan kamu pulang? aku butuh kamu!"


"Udah gue bilang! gue gak akan pulang sebelum gue ketemu sama Dia!"


"Iya aku tahu, tapi aku sama baby butuh kamu... "


"Berisik Lo anj*ng lagian siapa suruh Lo hamil!"


"KAMU JANGAN GITU FAUZAN! AKU HAMIL ANAK KAMU! KAMU PULANG KE BALI CUMA BUAT NGELAMPIASIN AMARAH KAMU DAN MENYIKSA AKU!"


"TERSERAH! GUE SAMA SEKALI GAK PEDULI! UDAH GUE BILANG GUGURIN ANAK YANG ADA DI DALAM PERUT LO ITU! DIA TUH BEBAN!"


"JAGA UCAPAN KAMU FAUZAN! AKU UDAH URUS SURAT PERCERAIAN KITA!"


"TERSERAH!"


"GUE MOHON LO HARUS DATANG KE PENGADILAN! GUE GAK MAU NUNDA-NUNDA LAGI..!!!"


"FAUZAN KAM---"


tuutt tuutt tuutt...


Fauzan segera mematikan ponselnya itu dan tersenyum miring. "Bangs*t, Lo pikir gue mau tanda tangan surat perceraian itu? heh! gue sayang sama Lo Tin... tapi gue harus cari seseorang, gua harus berlutut di depannya dan meminta maaf... maaf kalo gue kasar sama Lo.. hiks.. hiks.."


Tanpa dia sadari dia mengeluarkan air mata. Dia memandang Poto di ponselnya. Ya! itu adalah Poto dirinya dan Tina saat menikah dua tahun yang lalu dan kini Tina tengah mengandung anak nya yang sudah menginjak usia 4 bulan.