My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Akad nikah



Dini hari ini. Naila dkk sudah ada di dalam pesawat yang menuju Jakarta, memang singkat kisah perjalanan kali ini.


Naila melihat ke samping terdapat Key yang sedang tertidur nyenyak. Naila tersenyum dan melihat ke belakang ada Jeremy dan Gio yang sedang sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Pandangan Naila beralih ke jendela pesawat.



Lucu ya semesta membiarkan ku jatuh cinta, padahal dia sedang menyiapkan luka untuk ku ;)


Air mata yang seharusnya sudah tidak ada lagi, tapi kini hanya dengan melihat pandangan saja, tiba-tiba air mata ini jatuh. Tak bisa terbendung lagi... sakit rasanya...


"hiks.. hiks... hiks.. "


Naila menahan suara nya agar tak kedengaran oleh teman-teman nya. Dia memejamkan matanya rapat-rapat dan membiarkan air mata ini jatuh.


***


Sesampainya mereka di Indonesia, Jakarta. Naila dkk di sambut oleh Diana dan Fauzi yang menunggu di kursi yang ada. Mereka berpelukan cukup lama melepas rindu. Jeremy, Gio dan Fauzi sudah akrab semenjak Naila memperkenalkan mereka di awal pertemuan. Naila dan Fauzi saling tos dan pelukan singkat.


Diana dan Fauzi langsung saja membawa mereka semua ke Hotel.


Tak lupa juga Diana menelpon Nadia, Syaila dan Cindy memberitahu kalau Naila sudah sampai di Indonesia dengan selamat bersama teman-teman nya dari AS.


***


Pernikahan di laksanakan di salah satu hotel bintang lima milik keluarga besar Nathan, dengan mewah dan berlangsung dengan tema gelamor.



Dengan balutan dekorasi yang mewah, serta beberapa seserahan yang memang di berikan untuk mempelai wanita.


Hingga tiba waktunya akad nikah di sebuah meja, Nathan di hadapkan oleh penghulu, saksi, serta walu. Di mana Lukman selalu ayah dari Cindy akan menikahkan mereka.


"MARI KITA SAMBUT.... MEMPELAI WANITA KITA... "



Nathan yang panas dingin, gemetar, jantung nya semakin berdetak hebat kala Cindy datang menuju meja akad nikah. Gadis itu di dampingi oleh Dwi untuk duduk di sebelahnya.


"Ya Tuhan... Apa sebentar lagi dia akan menjadi istri ku... " gumam Nathan meneguk salivanya ia pangling.


Cindy dengan anggunnya kemudian duduk di sebelah calon suami nya itu, kedua nya sama-sama canggung karena mereka sedang menjaga kehormatan di pernikahan ini.


Tidak ada saling lirik maupun sesi mengobrol sesaat, Cindy dan Nathan sama-sama membuang muka satu sama lain.



"Baiklah, apakah saudara Nathan bersedia jika ijab qobul dilaksanakan?" tanya penghulu pada Nathan.


Mendengar itu Nathan semakin tak kuasa memendam rasa gemetar di sekujur tubuhnya, dia mengangguk berat dengan senyum hambat. "I-iya, siap. Pak. "


"Baiklah, jabat tangan saya.. " pintar Lukman tersebut.


Bahkan saat ingin membalas jabatan tangan Lukman pun tangan Nathan tidak bisa diem. Penghulu yang peka lalu menyambungkan tangan mereka dan tertawa kecil.


Baiklah, Nathan akan melakukan akad nikah ucapan sakral yang hanya di tuturkan dalam satu tarikan napas. Ijab Qobul akan di ucapkan.


"Hari ini, anak perempuan saya satu-satunya akan saya lepas dan saya serahkan padamu, saudara Nathan. Bahagiakan lah dia, dan jangan sakiti dia. Saya percayakan semuanya padamu. "


"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, saudara Nathan Elvado Alexander bin Hugo Vakenzo Alexander dengan anak kandung saya Cindy Putri Ferdiansyah binti Lukman Ferdiansyah dengan maskawin sebesar 100 ribu US Dollar di bayar TUNAI!" ucap Lukman menghempas kan jabatan tangannya dengan Nathan sekali


Satu tarikan napas di mulai.


"Saya terima nikah dan kawinnya Cindy Putri Ferdiansyah binti Lukman Ferdiansyah dengan mas kawin... " Tiba-tiba Nathan menahan napasnya.


"Penasaran gue, paling juga mahar selain 100 ribu US Dollar itu juga seperangkat alat sholat. " ujar Fauzan pada Alvin.


"1 apartemen 12 lantai, 3 villa di Bali, 2 toko emas besar di Jakarta, 1 pesawat pribadi, dan seperangkat alat solat di bayar TUNAI!"


"Gilaa, gue harus daftar jadi istri kedua. Mateng nih.. " heboh Syaila.


"Buset maharnya bikin kantong gue insecure, " omel Alvin.


"ANJ? MAHARNYA?!" Fauzi sampai meneguk salivanya saat mendengar mahar teman nya itu.


"Bagaimana para saksi sah?" tanya Penghulu.


"SAHHHHHHH!!!" teriak para tamu undangan.


"S-serius i-tu m-maharnya?!" ucap Alvin tiba-tiba tangan nya menjadi tremor.


"Alhamdulillah.. " ucap semua orang yang hadir dalam acara sakral tersebut.


DEGG!!!


Entah mengapa jantung Nathan kembali terguncang saat ingin mengambil cincin nikah di atas meja yang sudah tersedia, begitupun Cindy yang nampak tidak bisa tenang.



Kali ini terbalik, Cindy lah yang tremor lagi setelah mendengar mahar yang tidak dia ketahui sebelum nya dari Nathan.


"YA! MARI KITA SAKSIKAN, MEMPELAI PRIA DAN WANITA SALING MEMASANGKAN CINCIN LALU FOTOGRAFER TIDAK LUPA UNTUK MEMOTRET MOMENT BAHAGIA INI!!!" teriak host membawa suasana.


Setelah saling memasangkan cincin nikah di jemari mandi satu sama lain. Saatnya Cindy mengecup punggung tangan suaminya, setelah itu barulah Nathan yang mengecup keningnya.


"AYO, SILAHKAN MEMPELAI WANITA UNTUK CIUM TANGAN SUAMINYA SEBAGAI BENTUK KEPEMILIKAN DIRI SEUTUHNYA!!"


Nathan menatap nanar Cindy. "Aku sekarang suami kamu sayang. "


Cindy meneguk salivanya kasar, perlahan dia lalu mencium punggung tangan Nathan dengan lembut, dan tanpa aba-aba setelah nya...


Nathan langsung meraih tungkai leher Cindy agar dia dapat mengecup keningnya lekas.


*cup


Kecupan lembut itu sangat terasa di jidatnya. Cindy merasakan sesuatu yang aneh. Dadanya terdengar jantung yang berdetak tidak normal seperti biasanya.


**AYO LHO YANG THIDAK SABAR MELIHAT BAGAIMANA REAKSI NAILA SAMA FAUZAN SAAT BERTEMU (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)


LIKE DULU LIKE


VOTE NYA JANGAN LUPA KALI NGAB🗿


COMEN** NYA JUGA DONG!!!!