My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Kencan buta 2



Tak lama kemudian, datang lah 5 orang cowok tampan yang menghampiri meja mereka.


"Em, maaf apa kamu yang namanya Betly?" tanya salah seorang lelaki tampan itu.


Betly dkk mulai berbalik kebelakang. Dan mereka terpesona melihat ke empat cowok lain yang tak kalah tampan dari lelaki yang menyapa Betly.


"I-iya, betul.. kamu Dareva?" tanya Betly.


"Iya, mau pisah meja? atau mau tetep di sini aja?" tanya Dareva.


"Eeemm... " Sebelum menjawab Betly melirik ke arah Nadia dkk. Nadia dkk memberi kode kepada Betly agar langsung pisah meja dari yang lain.


"Kita pisah meja aja, " kata Betly.


"Yaudah kalo gitu, ayoo, " kata Dareva mengulurkan tangan nya. Tanpa basa basi lagi, Betly menerima tangan Dareva dengan senang hati.


Sekarang di meja itu tertinggal 4 orang gadis. Di saat mereka sedang enak mengobrol, datang dia orang lelaki tampan lain nya yang bertanya ke mereka berempat.


"Mm.. maaf saya menganggu, saya mencari Naila Farisya... apa ada di sini? atau di meja lain?" tanya lelaki tampan itu.


Nadia, Cindy, dan Diana melihat ke arah Naila yang hanya bengong saja, ini pertama kalinya bagi hidup Naila ada seorang lelaki yang mencarinya bahkan setampan ini!!! OMG!!


Diana tersenyum dan menyenggol tangan Naila agar sadar dari haluan nya. "Hah? apa? kenapa?" tanya Naila melihat Diana karena kaget.


"Itu di tanya, " bisik Diana.


"Ohh.. halo.. aku Naila Farisya, " kata Naila menjulurkan tangan nya.


Dengan senang hati, lelaki itu membalas tangan Naila tadi. "Aku Dika, " ucap Dika.


"Iyaahh hhe, " kata Naila membenarkan rambut nya.


"Idiee di depan cowok aja sok cantik, " gumam Diana.


"Tumben benerin rambut, biasanya juga kagak, di antepin sampe kering kayak jagung, " gumam Cindy.


Nadia dkk sedang bergosip. Naila yang mendengar nya hanya menahan amarah. "Mau ke sana? biar enak ngobrrol nya, eh udah pesen makanan yaa, " tanya Dika.


"Hah... oh bukan, ini pesenan mereka, aku belum pesen apa-apa, " kata Naila.


"Ohh kalo gitu... mau sekalian pesen? kalian juga mau?" tanya Dika sambil tersenyum.


"Ng? engga, engga usah, gak enak kalo pesen lagi.. ini aja belum abis, " kaya Diana.


Ekspresi Dika terlihat kecewa. "Mm, gimana kalo kalian aja yang pesen, soal nya kita juga lagi nunggu temen-temen yang lain dateng, iya gak guys?" tanya Nadia.


"Iya bener, " kata Diana.


"Iya iya bener.. mending Dika sama Naila aja, " kata Cindy.


Naila dan Dika pun pergi ke meja lain untuk berbincang-bincang sambil makan dan minum. Di sebelah kiri mereka ada Betly yang sangat senang bertemu dengan sosok pria tampan, bisa di bilang lelaki itu masuk ke kriteria cowok idaman Betly.


***


Di saat mereka semua sudah mendapat pasangan masing-masing. Dan romantis romantis. Tanpa mereka sadari ada beberapa lelaki yang sedang mengawasi mereka dari jarak yang lumayan dekat.


keempat lelaki itu menutupi wajah nya dengan masker dan kecamatan hitam agar tak ketahuan. Dan salah satu dari mereka menutupi wajah dengan pura-pura bermain ponsel. Yaah, siapa lagi kalo bukan Rafael dkk.


"Apa-apaan tuh! katanya mau belanja, " ucap Fauzan yang menutupi wajahnya dengan buku.


"Ketipu gua sama istri sendiri, " kata Rafael menatap tajam ke arah Nadia.


"Anj*rt! tuh cowok kurang ajar! main pegang-pegang wajah Cindy, gue aja sebagai calon suami nya kagak gitu-gitu amat!" gumam Nathan geram melihat keuwuan di depan matanya.


Apa gue hajar aja ya tuh cowok... berani banget megang tangan Diana, - batin Fauzi.


"Gimana kalo kita main-main?" tanya Fauzan memiliki ide sambil melihat ke arah teman-teman nya satu persatu.


"Boleh tuh, " kata Rafael dkk setuju menunjukkan smirk nya.


"Sayaaang, " ucap Nathan mulai.


Cindy dan laki-laki itu kaget dan segera melihat ke arah Nathan. Cindy yang kaget melihat Nathan tak bisa berkata-kata, sedangkan laki-laki yang bernama Dion itu melihat Nathan dengan wajah polos nya.


"Na-na-nathaaann... " ucap Cindy dengan suara pelan.


Nathan menahan geram nya dan duduk di samping Cindy. "Sayang, kamu bilang kamu mau beli baju ke mall, tapi kenapa kamu adalah di sini? hmm? kamu selingkuh sayang?" tanya Nathan tersenyum gak ikhlas.


"E-e-engga sayang, maksud aku... itu.. apaaa... eee.. "


"Aku sama Cindy cuma ngobrol biasa, kamu gak usah khawatir, oh iya kalo boleh tau... kalian pacaran atauu.. "


"Kita udah nikah, "


Cindy yang mendengar itu melotot tak percaya. Dion tersenyum ke mereka berdua. Cindy merasa kalo Dion sungguh sangat kecewa terhadap nya, tapi...


"Oh ya?! syukur lah kalo gitu... aku pikir Cindy gak punya suami.. Ahahaha.. "


"Hah? apa?"


"Ah?"


Nathan dan Cindy bingung dengan jawaban Dion dan ekspresi yang terlihat sangat senang.


"Mm... maaf menganggu kalian berdua... tapi Cindy, "


"Iya? kenapa Dion?" tanya Cindy.


"Aduh aku jadi gak enak ngomong kayak gini, " ucap Dion merasa tak enak.


Yaiyalah lo itu harus sadar diri, karna ada gue sebagai calon suami nya.. - batin Nathan.


"Gapapa ngomong aja, " kata Cindy.


"Kamu... kamu... Mirip banget sama tante aku yang ada di Malaysia!!" teriak Dion.


"Ppfftt.. " Nathan menahan tawa.


"A-ahh... ahahaha gituu yaaa, " kata Cindy merasa kaget.


"IYA.. MAKANYA AKU MEGANG WAJAH KAMU ITU Akuu merasa kalo aku liat wajah tante aku yang ada di Malaysia... sungguh... beneran! boleh kan kalo aku manggil kamu Tante?" tanya Dion dengan wajah polos nya.


Nathan menutup mulut nya untuk tertawa.


"I-iya tentu boleh, gak masa.. lah, " jawab Cindy bersandar di bahu Nathan.


"Sayang, kita pulang sekarang?" tanya Nathan yang tersenyum puas.


"Ah.. iya, " kata Cindy menahan senyum tipis nya agar tak terlihat tidak baik-baik saja.


"Kalo gitu kami pulang dulu yaa Dion.. " kata Nathan pamit.


"Iya, terimakasih Tante Cindy udah luangin waktu buat nemenin Dion, " kata Dion menunduk berterima kasih.


Deg!


"Iya tentu gak masalah, jangan lupa makan yang banyak yah, istirahat yang cukup, jangan terlalu sering bergadang, " kata Cindy seraya berdiri.


"Iya makasih tante.. "


Deg!


Lagi-lagi panggilan 'Tante' bagi seorang gadis yang baru berusia 18 tahun itu merasa tidak enak di dengar dan juga sangat ambigu.


Saat di dalam mobil. Nathan mengendarai mobil nya dengan kecepatan rata-rata, sesekali dia melihat Cindy yang sedari tadi bengong. Ingin rasanya tertawa tapi gak tega...