
Fauzi mengambil lightstick Blackpink lalu naik ke atas ranjang dan menekan full suara proyektor yang menampilkan perfoma Blackpink di layar lebar di kamar nya.
"KIM JISOO, KIM JENNIE PARK CHAEYEON, LALISA!" suara teriakan Fauzi membuat Diana yang sedang mengobrol dengan Dwi masuk ke kamar dan menutup telinga nya ketika instrumen lagi Blackpink itu terdengar nyaring, Diana memperhatikan monyet dora yang satu ini mulai lompat-lompat di atas ranjang karena membuka lagu Blackpink.
Boran disini muno jodoh
Badagul tulko jojo hadapi
Ogut jarak japge togo
Jo nopi du sonul podo bwado
Dasi kamkaman igose light up the sky
Ni dil nunul bomyon I'll kiss you goodbye
Silkot biusora koljounika
Ijeh noe hana dul set
"JENNIE KIMMMMM!!" teriak Fauzi.
Ha how you like that?
You gon'like that that that that that
"HOW YOU LIKE THAT? HOW YOU LIKE THAT THAT THAT THAT THAT?" Fauzi ikut bernyanyi.
"FAUZI FERDIANSYAH!!!"
"AY SINI IKUT KONSER ASAL-ASALAN SAMBIL NUNGGU BLACKPINK KOMBEK!!" teriak Fauzi.
"ENGGAKKKKKK!"
Mereka bicara sambil teriak karena suara musik. "How you like that" begitu kencang.
"AYOK AY, LIAT AYANG JENNIE KONSER!!"
Diana cemburu. "JENNIEEEE, PACAR GUE BIASIN LOOO!!" Diana tidak bisa menghentikan Fauzi yang hilang kendali karna begitu menyukai Jennie.
Dengan terpaksa dia menatap Fauzi yang konser dadakan sebelum mengantarkan pulang.
Dia sejak tadi ada di rumah Fauzi karena bosan tapi siapa sangka pria itu pecinta Blackpink sampai kamarnya adalah poster Blackpink semua bahkan khusus jennie dia memiliki foto dengan jumlah lebih banyak dan tak mejanya penuh dengan foto seorang jennie kim.
***
"Gak!"
"Boong!"
"Apaan sih enggak!
"Kamu tetep pemenangnya kok, "
"Boong!"
"Buktinya aku jadi pacar kamu bukan pacar Jennie, Jennie gengsi sok-sokan gak mau sama aku, makanya aku sama kamu, "
Diana sedikit luluh namun dia gengsi. "Gak, aku gak cemburu, "
"Ih, kenapa enggak?"
"Aku punya Jaehyun, Jeno, Taehyung, Jaemin, Jay, Suno, Jk, Haechan, aku juga punya banyak lagi, bujang-bujang NCT, EXO, BTS, Jimin dan kawan-kawan, terus kalau di karakter fiksi aku punya Alex, Surya, Arkan, Faris, Dika dan banyak lagi terus kalau dari artis Indonesia aku punya Gabriel Princes terus—"
"Sstttt!" Dimas menutup mulutnya.
"Banyak banget sih, padahal aku cuma 1 lho, cuma Jennie Kim, meskipun aku sayang sama Jisoo, sama Rose, sama Lisa, tapi favorit aku cuma Jennie, dia itu spesial kayak martabak!"
"Spesies Jennie spesial nya cuma kayak martabak, terus kalau aku spesial nya kayak lontong sayur ya?!" kesal Diana dan pergi dari hadapan Fauzi membuat Fauzi tersenyum.
"Kamu cemburu banget?"
Diana terdiam dan menggelengkan kepalanya tanpa menoleh.
"Jennie memang menarik perhatian ku, tapi kamu menarik dunia ku!" Fauzi berjalan mendekati kekasihnya.
Dia berdiri di hadapan Diana dan menopang dagu kekasihnya nya.
"Jennie dan segala member nya hanya tempat aku main-main buat lepas lelah tapi kamu tempat aku berlabuh, dan kamu dermaganya, kamu gak perlu cemburu, bahkan mereka tau aku hidup aja enggak, ngapain dipaksakan? Ya nikmati aja, sama kayak nama puluhan pria yang kamu sebutin tadi, satupun dari mereka gak ada yang kenal sama kamu, yang kenal cuma aku sama dunia ku, "
Diana tersenyum dan langsung memeluk nya. Fauzi ikut tertawa kecil dan memeluk kekasihnya di malam dingin itu.
"Ekhm.. "
Fauzi dan Diana segera melepaskan pelukan mereka dan melihat kearah seseorang yang batuk tadi.
"Maaf menganggu bapak ibu, silahkan lanjutkan saya hanya bocil numpang lewat, " kata Fauzan permisi dan masuk kamar.
"Ck, ganggu aja, gak liat apa kalau adeknya lagi bucin, " gumam Fauzi kesal.