My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Ketahuan



Pulang sekolah.


Nadia pergi keluar dari sekolah duluan, karna takut nanti akan ketahuan oleh yang lain. Mana tadi dia habis di introgasi lagi sama beberapa orang yang liat mereka keluar dari mobil yang sama.


Nadia menunggu di depan cafe yang tak jauh dari sekolah SMAN Margasatwa. Anak-anak yang bersekolah di SMAN Margasatwa adalah anak dari keluarga kaya seperti Nadia, Rafael dan yang lain nya. Kebanyakan di sini di antar jemput oleh supir pribadi dan sebagainya. Hanya anak bantuan sosial yang hanya jalan kaki pulang pergi.


Nadia sebentar tak tega dengan itu, tapi apa boleh buat, toh sekolah ini bukan miliknya, lagian saat Nadia ingin bersekolah di sekolah lama ortu nya gak di bolehin sama Ayah apa lagi sama Mama. Katanya "banyak yang suka sama kamu, jangan sekolah di sana.. sekolah di tempat lain.. " ← ini tuh kaya Ayah.


Anak-anak yang dapat bantuan sosial ya g berjalan kaki terus saja melihat Nadia yang sedang duduk menunggu Rafael datang. Ada yang merasa tak enak tapi gak tau apa.. ada juga yang mau minta nomor hp tapi malu toh gue sendiri gak akan ngigit ini udah jinak Kalii udah ada pawangnya😼


Tak lama kemudian. Mobil Rafael datang. Nadia tanpa basa-basi panjang, dia langsung masuk saja ke dalam.


"Kenapa lama banget sih? keburu gue basi nungguin lo!" ucap Nadia.


Rafael yang sedang memasang sabuk pengaman untuk dirinya langsung melirik Nadia setelah selesai. "Ya maaf, tadi gue ngobrol dulu sama Tina, " sahut Rafael.


"Tina si cecan sekolah?"


Rafael hanya mengangkat kedua alisnya ke atas itu artinya iya. "Serah lah.. buruan jalan, " sahut Nadia tak peduli.


"Lo gak marah?" tanya Rafael.


"Buat apa gue marah ke elo? buang-buang tenaga aja.. " jawan Nadia memainkan ponselnya.


"Istri laknat lo, marah kek apa gimana gitu.. suami nya ngobrol sama cewek lain.. " sahut Rafael.


"Aahh.. serah lah, pusing gue mikir nya juga, " sahut Nadia.


Beberapa menit kemudian.


Mereka sampai di rumah Nadia. Saat Nadia keluar dari mobil Rafael, dia melihat ada beberapa motor, sepatu di depan rumah nya itu.


"Ada apa ini?" gumam Nadia bertanya-tanya.


Tak lama, Rafael keluar dari mobilnya. "Kenapa lo gak masuk?" tanya Rafael.


"Bentar dulu rel.. lo libatkan itu sepatu sama motor?"


"Iya terus?"


"Gue kek kenal nj*rt sama sepatu pink sekolah berasa hal tinggi ini.. " ucap Nadia memegang sepatu itu dan melemparnya ke sembarang tempat.


"Eh, sepatu orang ituu.. "


"Udah biarin, lagian dia nya juga ada di dalem, " sahut Nadia berjalan menaiki tangga satu persatu dan membuka pintu rumah nya.


Rafael hanya geleng-geleng kepala. Saat mereka berdiri berdampingan, dan Nadia membuka pintu dengan perlahan.


cklekk..


"SUPRISE!!" teriak orang di rumah.


"ALLAHUAKBAR! KAGET!!" teriak Nadia langsung berbalik tapi dia lupa kalau di belakang nya ada Rafael jadi yaa.. dia main peluk aja. Dan Rafael yang sedikit terkejut karena tiba-tiba Nadia mendorong nya kebelakang dia terpaksa memeluk nya juga.


ckrekk..


Seketika hening. Nadia yang memeluk Rafael langsung tersadar saat mendengar suara detak jantung nya sendiri, entah itu detak jantung siapa yang saat ini terus berdetak sampai salah dari mereka tersadar.


"IIHH.. apa-apaan sih lo!" ucap Nadia langsung melepaskan pelukannya.


"Bukannya berterimakasih lo, udah gue tangkep, " sahut Rafael kesal.


Tak lama, Mobil milik Mama Nanda dan Ayah Marcell datang. "Lho, temen-temen nya Nadia datang.. " ucap Tante Nanda yang baru saja sampai di depan pintu dan melihat mereka semua berkumpul.


"Eehh.. Tante Nadaa.. " sapa Naila basa-basi.


"Apa kabar cantik.. " sahut Tante Nanda memeluk Naila, Diana, Syaila dan Cindy secara bergantian.


"Oohh, ada temen-temen nya Nadia.. kenapa kalian gak masuk?" tanya Om Marcell.


"Haii om.. " sapa mereka semua.


"Iya hay... "


"Kalo gitu ayo masuk.. " sahut Tante Nanda.


"Bentar dulu Tan.. kita mau nanya.. " sahut Diana.


"Nanya apa?"


"Nadia sama Rafael ada hubungan apa Tan Om?" tanya Syaila.


"Apa mereka udah nikah?" tanya Fauzan asal ngomong.


Waaaahhh asik nih ketahuan, gue sama Nadia nikah.. hahaha.. apa gue telpon aja sekarang yah? langsung pindah negara.. - batin Rafael.


Nadia memberi kode kepada orang tua nya (menggeleng kan kepala nya pelan).


"....."


"....."


Tante Nanda dan Om Marcell saling melihat satu sama lain. Setelah itu mereka tiba-tiba tertawa. "Ahaha.. iya, mereka berdua udah nikah kemarin, " jawan Tante Nanda terkekeh pelan.


Nadia dan Rafael melotot ke arah orang tua mereka karena terkejut. Tak hanya itu Naila dkk langsung melihat Nadia dan Rafael dengan tatapan terkejut mereka.


1


2


3


Ruangan introgasi milik Ayah Marcell untuk mengintrogasi Nadia dan Maikel.


"Kapan kalian nikah?" tanya Diana.


"Jadi selama ini kalian diem-diem kalem karna udah jadi suami istri?" tanya Naila.


"Kenapa kalian gak langsung bilang aja? untungnya kita-kita yang datang, gimana kalo anak lain datang ke rumah kalian?" tanya Syaila.


"Kalian mau bilang apa? apa alasannya?" tanya Cindy.


"Silahkan di minumm.. " sahut Tante Nanda.


"Iya Tante makasih, " sahut Naila dingin.


"Iyaa, " sahut Diana dingin.


"Gue merasa dikhianati nj*rt, " sahut Fauzi.


"Sama gue juga.. gak nyangka temen gue main nikah-nikah saja, mana gak ngundang lagi, " sahut Fauzan cemberut m


"Gue kecewa sama kalian berduaa.. gue juga mau kale makan makanan pernikahan, " sahut Fauzi mengambil minum dan meminumnya.


"Taau nih kalian.. " sahut Cindy.


"Gue gak mau tau pokonya.. kalian berdua harus traktir gue makan di cafe yang paling mahal di Jakarta.. titik.. " sahut Naila manyun bebek.


"Hah?" tanya Nadia kaget, dia hanya melongo.


"Kenapa? Kan lu udah nikah sama anak sultan.. " sahut Diana.


"Kaliaaann... Huhuuu.. " sahut Nadia terharu.


"Aahh jangan nangiss cantikkuu.. " sahut Naila memeluk Nadia.


"Uuhh kacian.. kita terlalu keras yaahh.. " sahut Syaila berdiri dan memeluk Nadia bersamaan dengan Naila.


"Maaf yaahh cantik, " ucap Diana menyusut air mata Nadia.


"Iihh kalian maahh.. hiks.. hiks.. hiks.. " sahut Nadia terharu.


Tak sampai di situ, Cindy datang memeluk mereka semua sekaligus dengan kedua tangan panjang nya itu.


Rafael hanya tersenyum melihat mereka berpelukan mereka semua. "Kalo gitu gue keluar dulu—"


"Eehh, mau kemana lu?" sahut Fauzan memegang pundak Rafael.


"Jangan kabur dulu rel.. lu udah rebut sahabat gue lu harus di hukum, " sambung Fauzi datang menghampiri.


5 menit kemudian.


"EEHH.. EEHH APA-APAAN NIH?!! EHH JANGAN LEMPAR GUE KE KOLAM NJ*RRR!!" teriak Rafael.


"Lempar! Lempar!" teriak Fauzan.


"EMAAKKK!!"


byurrr...


"Ahahaha.. mampus lo!"


"Ahaha.. "


Tim cewek hanya tertawa terbahak-bahak melihat Rafael yang di lempar ke kolam. Mana masih pake seragam sekolah.