
Jam pelajaran terakhir yang membuat semua orang selalu mengantuk dan ingin segera pulang ke rumah dan melupakan pelajaran hari ini.
Kali ini... ada yang berbeda dengan jam pelajaran di kelas 12 IPA 1 dan IPA 2. Mereka memiliki dua guru baru bersamaan.
12 IPA 1 mendapat guru Biologi nama nya Bu Tiyya sedangkan di IPA 2 mendapat guru Geografi Pak Ayus. Sebenarnya mereka berdua ini suami istri.
***
Di IPA 1
Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum bel.
"Karena kelas kita hening kayak kuburan gimana kalau sekarang kita tanya jawab... yang bisa jawab boleh pulang... " kata Bu Tiyya.
Seketika anak-anak murid yang mengantuk, ketiduran, santai-santai ae, main game online di belakang, pojok segera berkemas dan mendengarkan dengan seksama.
Mereka pun mulai sesi tanya jawab bersama Bu Tiyya.
Sementara di kelas sebelah.
Masih ada 10 menit lagi sebelum bel. "Gimana kalau sekarang kita tanya jawab saja?" tanya Pak Ayus.
"Yang benar ngejawab nya boleh pulang pak?" tanya salah satu siswa.
"Enggak... kata siapa pulang? tunggu bel, yang bisa jawab mendapat nilai tambah, " kata Pak Ayus dengan bangga.
Tapi tidak dengan murid nya mereka malah semakin malas dan banyak yang lebih memilih untuk tidur, main HP, main penggaris, pulpen, pokonya segala alat tulis di jadiin mainan.
Walau anak murid IPA 2 malas mendengar kan, Pak Ayus tetap bertanya dan hanya ada satu atau dua orang yang menjawab walau selalu salah.
***
Sore hari ini sekitar jam 5 sore, Nadia dkk dan Rafael dkk janjian untuk makan malam bersama di luar.
Sebelum mereka semua pergi untuk mencari makan, mereka semua berkumpul di rumah Diana untuk numpang wifi.
"Eh, kalian percaya gak sih barusan.. gue dapet pertanyaan random dari guru.. " kata Fauzan.
"Mmm.. Samaa.. gue juga sama, mana pertanyaan nya pada gak masuk akal lagi, " kata Arvin.
"Bukan maen, " kata Diana.
"Capek mental gue ngedenger nya, " kata Syaila.
"Mental batin, " kata Rafael.
"Di kelas lu dapet pertanyaan apaan?" tanya Fauzi.
"Percaya gak sih ya, kalian.... Pak Ayus guru Geo nanya beginian... "
Flashback on IPA 2
"Siapaa.... nama kerupuk kulit di serial televisi IPA IPS?"
Anak-anak murid yang mendengar itu kaget dan melihat Pak Ayus dengan ekspresi capek.
"Revaa.. Pak!"
"Salah.. "
"Mircell.. "
"Eeee hampir benar.. tapi penyebutan kamu salah... "
Flashback off
"Hah? Kerupuk kulit? Masa lu gak tau sih... " tanya Diana kaget.
"Tau niiihh, perasaan kita udah nonton film nya sekitar empatratus episode kok lu lupa... " kata Fauzan menepuk dahi nya.
"Bisa-bisa nya lu lupaaa... " kata Fauzi.
"Sia-sia dong gue bayar semua kalo ujung-ujungnya lu lupa... " sambung Fauzan.
"Lah kenapa ini semua? Emang kalian udah tamat?" tanya Naila penasaran.
"Tamat dong... " kata Fauzan bangga.
"Eh, tapi gak mungkin sampe 400 episode, gak mungkin, " kata Syaila.
"Nah iya gak mungkin, " kata Naila.
"Eh... gak percayaan.. Ya udah, " kata Fauzan.
"Kalo di kelas kalian gimana?" tanya Arvin.
"Kalo di kelas gue... Bu Tiyya ngegambar sesuatu seperti kecoa tapi bukan, kayak kodok kejepet truk tapi bukan juga... gak tau gambar apalah guru nya bingungin.. " kata Syaila.
"Emang gambar apaan?" tanya Rafael.
"Nih bentar ya, gue gambar dulu di hp aja biar gak ribet, " kata Naila
Rafael dan Arvin tertawa ngakak sampai keluar air mata. Nadia yang melihat itu pun ngakak sendiri dan ikut tertawa ngakak bersama yang lain nya juga.
"Dan yang paling bikin gue kesellll... Kok bisa Fido bener jawab nya... " kata Diana.
"Emang dia jawab apaan?" tanya Rafael.
"Cikcak kegeleng truk... anj*rrr banget gak sih!" teriak Diana kesal.
"Bener banget... " kata Syaila ikut kesal.
"Terkadang gue bingung... " kata Diana dengan suara pelan.
"Ada yang lebih parah, " kata Naila.
"Apa lagi tuh?" tanya Arvin baru berhenti ngakak.
Flashback on IPA 1
"Drupadii... "
"Salah... "
"Kekasih nya woy kekasih nya... itu mah istri nya 5 pandawa.. "
"Ohiyaa... "
"Sumitra.. "
"Sumatra bu... "
"Salah!"
"Oohh narayan... "
"Itu mah Krishna nya beg0 bukan kekasih nya... "
"Ooohh salah dong, "
"Emang salah... "
"Tapasya... "
"Salah, itu cucu nya Sumatra.. Eh Sumatra.. Sumitraaa.. " kata Bu Tiyya
"Aaahh salah... "
"Iya hangus pertanyaan nya.. lanjut... " kata Bu Tiyya
"Siapa nama nenek nya Tapasya?" tanya Bu Tiyya
"Sumatra.. "
"Salah, itu mah nama pulau... " kata Bu Tiyya
"Eh bener kan Sumatra... "
"Salah, gue lupa siapa, "
"Oohh aku tau... Kartini.. "
"Itu mah pahlawan Indonesia, " Kata Bu Tiyya sedikit menaikan suara nya.
"Oh, santai dong bu! Gak usah ngegas!"
"Iya santai ini santai, " kata Bu Tiyya masih dengan kesabaran.
"Oohhh aku tahuu... Sumitra... "
"Benarr, iya Diana boleh pulang.. " kata Bu Tiyya menyuruh Diana untuk pulang.
"Yeee... Bye bye para jomblo, " kata Diana keluar dari kelas dengan perasaan senang.
"Eeuuhh awas aja lu!"
Flashback off
"AHAHAHA... "
"Pertanyaan apaan tuh india semua... Hahahah, " kata Arvin tertawa terbahak-bahak
"Gue juga gak tau... " kata Syaila.
"Tau nih, " ucap Naila.
"Kek nya ibu nya penggemar film India makanya semua pertanyaan random india semua, " kata Fauzan.
"Iya sih india.. tapi kan tolong di buka matanya kalau kita itu tuh bukan penggemar india sama seperti diaa... " kata Naila.
"Sabar sabar.. " kata Fauzan menepuk punggung Naila.
"Ada pertanyaan lain gak selain soal Sumatra, narayan, lima pendewa... " tanya Rafael setelah berhenti tertawa.
"Ada sih, matematika.. " kata Nadia.
"Gua pinter soal matematika, " kata Fauzan.
"Iya pinter.. kalo soal nya di kasih sama Bu Tiyya, " kata Nadia
"Ahaha.. " Rafael dkk tertawa.
Flashback on IPA 1
"Lanjuut... 135 di tambah 355 sama dengan?" tanya Bu Tiyya dengan soal matematika.
"15.825 ribu Bu!" jawab Fauzan.
"Iya betul.. Fauzan boleh pulang... " kata Bu Tiyya
Flashback off
"Hah? Apaan harusnya 490 kok jadi 15 ribu jauh amat perbedaan nya... " kata Rafael.
"Aahh gue juga gak tau, " kata Diana.
"Pinter kan gue pinter, " ucap Fauzan masih bangga.
"Iya pinter, kalo soal ngaco pinter, " kata Cindy yang baru berhenti tertawa.
"Merasa di bodohkan gue sama soal random begituan, " kata Nadia mengusap dada nya.
"Parah sih jujur, " kata Syaila.
"Kalo boleh ngaku ya... Albert Einstein aja kalah.. " kata Nadia.
"Setuju... " kata Diana.
"Setuju guaa.. " kata Naila.