
Karena merasa perut mereka sudah terisi penuh. Nadia dkk segera pergi dari kantin bukannya langsung ke kelas tapi merasa lebih memilih nongki di halaman depan. Dan itu di lihat oleh para guru yang lewat di depan mereka yang hendak pergi ke ruang Tata Usaha (TU).
"Eh, ini kita gak ada tempat lain apa buat nongki? Perasaan di sini mulu dah, " ucap Fauzan.
"Eh, masih mending di sini dari pada ke halaman belakang bisa berabe kita di hukum, " jawab Naila.
Kenapa Naila yang jawab? Karena dia yang punya ide sesat ini.
"Udah ini kita kemana?" tanya Fauzan.
"Ya ke kelas lah masa iya lu mau jagain gerbang sampe pulang.. Kan gak mungkin, " sahut Naila.
"Kenapa gak mungkin?" tanya Diana.
"Iya lah gak mungkin, orang dia pemalas, " jawab Naila sambil tersenyum.
"Cieee tau aja kalo Fauzan itu pemalas.. Ehemm, " ucap Cindy membuat semua orang di sana senyum-senyum gak jelas.
"Udah diem lu cin!!" sahut Naila kesal.
"Ya santai dong, gak usah di teken juga nama gue, " sahut Cindy.
"Bodo ahh, " gumam Naila malas jawab.
Ding.. Dong.. Ding.. Dong...
(Suara bel masuk)
Nadia dkk langsung bubar dari duduk mereka dan berjalan ke kelas masing-masing.
***
Di kelas Nadia.
"Hey nad, lu penasaran gak sih.. " ucap Syaila menghampiri Nadia yang hendak duduk di bangku nya.
"Soal apa?" tanya Nadia nge-lag.
"Soal si murid baru ituu lho masa lu lupa, " sahut Syaila.
"Gak tau.. Kayak nya iya gue lupa, " jawab Nadia beneran lupa.
"Kok lu bisa lupa sih.. " sahut Syaila kesal.
"Iya kan karna gak ada dia gue jadi lupa gimana caranya bernapas di bumi.. " jawab Nadia membuat orang di kelas baper.
"Aduuhh.. "
"Ahaayy dedehh.. "
"Uuhh, "
"Gini nih ye kalo ngontrak di bumi.. Baru tau saya.. "
"Rasanya gimana rasanya?"
"Mm.. Pahit, "
Teman-teman Nadia yang di kelas tertawa. Mendengar perkataan temen yang lain.
***
Keesokan harinya. Berita tentang kedatangan murid pindahan atau murid baru sudah tersebar di seantero sekolah SMAN Margasatwa. Anak-anak perempatan yang mendengar nya hari ini berdandan cantik untuk menarik perhatian seseorang yang akan datang itu.
Nadia dkk yang sedang duduk di motor orang hanya melihat aja (Sebenarnya mereka juga kepo, tapi kemarin mereka ngancam author katanya jangan terlalu jelas kepo nya gitu T-T). Sedangkan murid yang lain sudah seperti OSIS yang berkumpul di gerbang karena saking kepo nya.
Nadia melihat Rafael yang diam saja melihat para gadis yang mendorong-dorong anggota OSIS karena ingin melihat lebih dekat.
Bisa-bisanya gue punya ketos yang begitu, saking bodoamat nya sama orang-orang di sekitar.. - batin Nadia.
Tak berselang lama. Datanglah mobil hitam avanza yang mengerem tepat di depan gerbang sekolah SMA Margasatwa itu. Seseorang keluar dari mobil dan berlari kecil menuju pintu belakang. Dan keluarlah seorang lelaki tamvan (Sebenarnya gue sendiri merasa jijik ngetiknya gitu kan-_-)
"AAAAAAAAAA!!!"
"ASTAGFIRULLAHALAZIM.. GUE SEMALEM MIMPI APAAN? YAWLOH!!!"
"Aaahh.. "
Siswi-siswi itu berteriak histeris, sebenarnya di sebelah pintu masuk ada guru yang melihat tapi mereka malas bergerak jadi hanya diam dan melihat aja.
Syaila yang di saat itu kepo dia berjalan sebentar untuk melihat wajah lelaki itu dan tiba-tiba saja dia abruk di tengah jalan.
"Laahh kenapa tuh anak tiba-tiba jatoh?" tanya Naila.
"Mana gue tau, "
"Gue juga gak tau, " jawab Nadia.
Tak lama setelah mereka mengobrol, Syaila datang sambil ngesot bagaimana suster ngesot yang habis meninggoy di jalan raya.
"Eh kenapa lu?" tanya Diana.
"Gila cok, dia ganteng banget!! Sumpah gue gak bercanda.. " ucap Syaila menarik tangan Naila.
Mereka berempat saling melihat satu sama lain. Setelah itu siswa-siswi itu berjalan meminggir mengikuti langkah seorang lelaki itu.
Mereka belum tau nama, tapi mereka sudah heboh. Tujuan pertama lelaki itu adalah ruang kepala sekolah. Setelah keributan itu pindah dari tempat parkir Nadia menarik dasi Rafael yang lewat di sebelah nya.
"Heh.. nama siapa?" tanya Nadia.
"Siapa?" tanya balik Rafael.
"Yang tadi.. cowok tadi, "
"Ooh, gak tau gue, baru juga ketemu.. nanti kalo udah sampe kelas nanti gue kasih tau, " sahut Rafael sambil membenarkan dasi nya.
cup.
Rafael mencium pipi Nadia secepat kilat dah setelah itu berjalan pergi. Wajah Nadia berubah merah, karena saking malu nya dia berusaha untuk menyembunyikan wajah nya itu tapi mata teman-teman nya lebih cepat melihat.
"Ciee di cium, "
"Aayy, "
Naila mencolek dagu Nadia dan itu membuat nya semakin malu. Ingin bunuh orang nya tapi nanti jadi janda.
"Udah ayo ah ke kelas, " sahut Nadia turun dari motor orang dan berjalan pergi masih dengan tangan yang bersilang di dada.
Saat menaiki tangga ke lantai dua. Tak sengaja Syaila menabrak seseorang yang juga sedang berjalan menaiki tangga.
Brukk..
"Aduduh.. Iihh lu mata di taro di mana sih.. " ucap Syaila kesal.
Nadia dan yang lain memegang tubuh Syaila agar tak terjatuh.
"......... "
Lelaki itu hanya diam saja, karena dia tau kalau gadis itu lah yang salah.
"Lo gak papa kan sya?" tanya Cindy.
"Iya gue gak papa, " jawab Syaila membenarkan baju nya.
Nadia dan lelaki itu saling melihat. "Lo anak baru ya?" tanya Nadia.
"Iya, " jawab nya singkat.
"Lo masuk kelas mana?"
"Kelas 12 IPA 2, "
"Oh, jadi lu sekelas sama si anak bau kencur tapi kaya raya itu ya.. " gumam Nadia.
"Siapa?"
"Engga, lu lurus aja nanti ada pintu ke tiga dari kelas IPA 1 itu kelas IPA 2.. " sahut Nadia.
"Oh iya thanks, " jawab lelaki itu dan langsung pergi begitu saja.
"Emm, nanti kalo Rafael tapi bisa berabe ini mah urusannya, " ucap Naila.
"Apa?"
"Bukan apa-apa.. tapi lu harus inget nad, udah ada Rafael, " sahut Naila.
"Ya terus?" tanya Nadia.
"Lah malah nanya, " gumam Naila.
"Lu jangan terlalu deket sama tuh cowok baru.. nanti malem lu gak di kasih jatah lho, " jawab Diana.
"Bodo ah, " sahut Nadia berjalan pergi.
"Diihh, bukannya takut malah b aja tuh anak, emang aneh ya, " ucap Syaila.
"Dari dulu juga tuh anak udah gitu, " sahut Cindy.
Naila dkk menyusul Nadia masuk ke kelas dan tiba saat nya bel pelajaran di mulai. Entah apa yang terjadi di kelas IPA 2 itu tiba-tiba ada teriakan dari sana. Kelas lain langsung menghampiri kelas itu dan mengintip dari jendela. Sebenarnya IPA 1 juga ingin ikutan tapi mereka hari ini, jam saat ini, menit dan detik ini ada ulangan.