My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Lupa



"Agak cepetan ya nai, bentar lagi bel, " sahut Cindy.


"Masii lama neng.. ada setengah jam lagi masuk nya, " sahut Syaila yang menyenderkan tubuhnya ke pelukan Cindy.


"Hehehe iya juga ya, " sahut Cindy cengengesan.


Melihat keseruan teman-teman Rafael sedikit demi sedikit Arvin merasa nyaman.


Saat Nadia sedang enak-enak nya bersandar di bahu milik Rafael, matanya melirik seseorang yang di samping nya itu.


"Lu siapa?" tanya Nadia.


"Mm? gue Arvin, kita pernah ketemu, "


"Dimana?" tanya Nadia mengambil tisu di atas meja dan mengelap keringat di keningnya.


"Di perpus, 4 jam yang lalu, "


krikk.. krikk.. krikk.. krikk...


Nadia tak merespon sama sekali, dia hanya diam saja sambil memainkan tisu di tangan nya. "


"Kamu inget gak?" tanya Arvin memecah keheningan.


"Gak tau, kayaknya gue lupa, " jawab Nadia.


"Heh! jangan pake aku kamu.. gue aja gak pake aku kamu, " ucap Rafael kesal.


"Udah bro, lu mundur ada pawangnya, " sahut Fauzan.


Arvin hanya tersenyum tipis melihat Nadia di sampingnya itu tapi... pemandangan yang sangat cantik di depan mata seketika hancur, saat Rafael berpindah posisi dengan Nadia. Nadia duduk di samping Fauzi dan Diana sedangkan Rafael duduk di samping Arvin.


Demi menjaga tatapan mata syaiton yang mengincar istrinya, Rafael siap memasang badan.


"Niih makanan kalian, jangan lupa ye ongkir nya belum kalian bayar, " sahut Naila datang dan menyerahkan sepiring nasi goreng kepada semua orang di meja itu.


"Yee, makan!" teriak Nadia membuang tidur ke sembarangan tempat.


Tanpa basa basi lagi, mereka langsung menyantap makanan di atas meja dengan lahap karena sudah lama kelaparan.


Tak hanya itu mereka juga berbincang-bincang soal rencana libur mereka di akhir semester genap nanti. Ada yang menawarkan untuk liburan bareng di villa keluarga nya ada juga yang ngajak muncak ke gunung Semeru dan sebagai nya.


"Eh, sebentar lagi kan kita libur nih 3 minggu, gimana kalo kita liburan bareng?" tanya Diana.


"Wah boleh tuh, udah lama juga kita gak liburan bareng, " sahut Nadia setuju.


"Iyalah, terakhir kita liburan bareng kapan ya? gue lupa, " sahut Naila.


"Kalo gak salah.. waktu kita kelas 11 kan waktu itu kita belum kerepotan sama ujian nasional, " sahut Diana.


"Nah iyaaa,, " seru mereka semua.


"Biar tambah seru sekarang ada Fauzan, Fauzi, Rafael sama Arvin juga, kalian mau ikut kan?" tanya Diana.


"Gas gas aja gue, " jawab Fauzan.


"Sama, " jawab Fauzi juga ikut.


"Kalo Rafael?" tanya Syaila.


"Jangan tanya kalo Rafael mah, ke mana Nadia pergi pasti di situ ada Rafael untuk siap menjaga, " sahut Diana.


"Aseekk, "


Nadia dan Rafael hanya terkekeh. "Oh iya, kalo Arvin gimana? lo ikut kan?" tanya Syaila.


"Kayaknya gue gak bisa, gue sibuk, " jawab Arvin dingin.


"Aneh, " gumam Nadia.


"Kenapa?" tanya Arvin langsung bersemangat.


"Lu aneh, orang kalo libur refresing, nyantai.. lah ini elu malah sibuk, " jawab Nadia memutar bola matanya.


"Sibuk apaan sih lu?" tanya Fauzi.


"Gue setiap kali libur selalu di ajak sama bokap gue ke Amerika buat belajar bisnis, " jelas Arvin.


"Oh, " jawab singkat semuanya.


"Lu masih kecil udah belajar bisnis, kayak gue lah masih bebas.. " sahut Fauzan sambil melebarkan tangan nya sampai terkena muka Naila yang di samping nya.


"Aahh masa sih.. " kata Fauzan tak percaya dia pun mencium tangan nya sendiri.


"Oh ini, gue habis mulung sampah lupa gak cuci tangan hehehe.. " lanjut Fauzan cengengesan.


"Iiiuuhh.. jijik banget sih lo!!" teriak Naila sambil mengusap-usap mulutnya dengan tangan dan tisu.


"Ahahaha kagak lah bercanda gue, " kata Fauzan tertawa.


"Ini pertama kali nya ada yang bilang tangan ku bau melati, " sahut Fauzi.


"Emang nya suka bau apa?" tanya Syaila terkekeh.


"Mau terasi, " jawab Fauzi.


"Ahahaha, oh iya setiap bangun tidur kan dia tuh suka meluk mommy.. mommy sampe bilang kalo mau peluk mandi dulu badan kamu bau terasi.. " jelas Cindy tertawa.


Mendengar itu semua nya langsung tertawa sampai bengek.


"Aduhhh.. aduhhh.. udah woi udah, sakit perut guaa, " sahut Syaila memegang perutnya tapi dia masih tertawa


"Gue sampai nangis anj*r, " kata Nadia.


Rafael yang melihat nya, tak tahan ingin terus tertawa. Sementara Arvin hanya diam saja.


"Eh, gue bau terasi tapi bangun pagi-pagi ya, dari pada kalian berdua sebelum jam 9 gak akan bangun, " sahut Fauzan tak mau kalah di tambah dia masih tertawa.


"Tapi gue kalo bangun tidur wangi yaa.. " sahut Fauzi.


"Gue juga wangi, " sahut Cindy tak mau kalah juga.


***


Pulang sekolah.


"Assalamu'alaikum, Mama Ayaaahh.. adek.. " teriak Nadia saat memasuki rumah nya.


"Bisa gak sih lu gak usah teriak-teriak? sakit telinga gue denger nya, " ucap Rafael dari belakang Nadia.


"Ya maaf, lagian orang di rumah kagak bakalan denger kalo lo gak teriak, " jawab Nadia.


Saat memasuki rumah, mereka di sambut oleh kedatangan papi Bagas dan mami Mila yang sedang mengobrol dengan Mama Nanda di salah satu ruang makan.


"Mah.. eh, mami? mami ngapain di sini?" tanya Nadia kaget.


"Ehh, menantu mami udah datang, " ucap mami Nila beranjak dari duduknya dan memeluk Nadia.


"Mami ke sini, cuma mau ngasih tau ke Rafael kalo kamar nya udah di hias ulang, kalian pulang ya, sepi lho rumah kalo gak ada anak itu, " jelas mami Mila.


"Makanya punya anak lagi, " sambung mama Nanda.


"Gue sih siap-siap aja, tapi tuh Bagas nya.. dia sibuk kerja bulak-balik ke Australia mulu, mana ada waktu gue, ada Rafael juga masih untung, " sahut mami Mila.


"Kayak gue dong, udah bisa punya anak 2, Nadia sama Maikel juga gak beda jauh umur nya, "


"Iya enak elo, lah gue kalo punya anak lagi, udah terlanjur tua, "


"Ya udah nanti suruh Nadia sama Rafael aja yang bikin anak buat elu, "


"Iya juga ya, "


"Mm.. "


Mami Mila dan Mama Nanda tak sadar kalo Rafael kini ada belakang kursi mama Nanda. Nadia melirik singkat ke arah Rafael.


Saat mami Mila berbalik dia melihat ada putra nya yang sedang diam sambil menyimak pembicaraan mereka dari tadi.


"Kamu udah pulang ternyata, " ucap mami Mila membuat mama Nanda harus berbalik karena penasaran dia bicara dengan siapa.


"Eeehh, ya ampun, kenapa gak bilang kalo kamu ada di belakang mama?" tanya mama Nanda hendak memukul Rafael. Untungnya Rafael segera menjaga jarak dengan mertua nya itu.


"Ada apa mih ke sini?" tanya Rafael.


"Gak ada apa-apa kok, kalian sekarang pindah ya, tunggal di rumah, "


"Gak mau, orang kamar aja banyak kelopak bunga, "


"Eeehh, nih anak mirip banget sama bapaknya, udah di beresin tenang aja, sekarang kalian ambil tas sama baju terus pulang ke rumah, mami nanti nyusul, " jelas mami Mila.


"Oke, " jawab Rafael pergi dadi dapur dan di ikuti oleh Nadia dari belakang.