My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Pindah



Sesampainya mereka berdua di rumah kediaman Rafael. Mami Mila dan Papi Bagas berdiri tepat di depan pintu dengan melipat kedua tangan nya.


Sudah jelas, mereka berdua akan di marahi karna tiba-tiba saja pergi tanpa izin terlebih dahulu. Saat Nadia turun dari motor dia menunggu Rafael turun juga.


"Assalamu'alaikum, " ucap Rafael berjalan menghampiri kedua orang tua nya di ikuti Nadia dari belakang.


"Waalaikumsalam, " jawab mereka berdua.


"Habis dari mana kalian?" tanya Papi Bagas.


"Kemarin habis mompa ban motor, " jawab Rafael.


Tak ada respon dari Mami dan Papi ekspresi mereka berdua datar. Bukan ini yang ingin di dengar oleh mereka. Rafael menghembus napas panjang. "Aku sama Nadia nginep di penginapan, soal nya udah sore, kan gak baik buat anak cewek keluyuran malem-malem, "


"Udah tau gak baik! kenapa gak langsung pulang?" tanya Mami menaikan suara nya.


"Waktu mau pulang, Nadia minta nginep dulu, capek, "


Lah kok jadi gue? - batin Nadia.


"Hem, ya udah gapapa kalo gitu, sana kalian masuk! besok-besok kalau kalian berdua berani izin lagi! Mami gak akan ngasih tau walkes kalian!" kata Mami.


"Iyah mih, maaf, " kata Nadia dan Rafael barengan.


"Yaudah sana gih ke kamar istirahat, " kata Papi Bagas.


"Iya pih, " kata Rafael.


Rafael dan Nadia pun masuk ke dalam rumah segera manaiki tangga dan masuk ke kamar mereka.


Di dalam kamar.


"Fell, lu udah bicarain soal kita mau pindah?" tanya Nadia setelah selesai mandi.


"Belum, nanti malem gue bicarain sama mereka, " kata Rafael sedang memakai baju di depan Nadia.


"Mm.. lu bicara sama mereka gue tidur, " kata Nadia memeluk guling.


Rafael melihat kebelakang, melihat Nadia tentunya. "Iyaa, lu mending tidur sekarang, takut nya besok kesiangan lagi, " kata Rafael.


"Pasang alarm, " kata Nadia.


"Iya siap cantik, kalo gue aku ke bawah dulu ya, "


Nadia mengangguk pelan. Melihat itu Rafael segera keluar dari kamar menuju ruang keluarga untuk bertemu dengan Mami dan Papi nya membicarakan soal kepindahan mereka ke rumah lain.


Nadia di kamar sama sekali tak peduli, dia pun membereskan kasur untuk tidur. Setelah nya dia mematikan lampu dan tidur.


***


Sementara Rafael kini ada di sofa ruang keluarga sedang bicara dengan kedua orang tua nya.


"Mih, pih, aku sama Nadia punya rencana buat pindah, "


"Pindah kemana?"


"Yah paling kalo sekarang ke Apartemen dulu sih, "


"Nggak jangan! nanti Papi cariin kalian rumah, jangan di apartemen, " kata Papi.


"Nggak pih, ini kemauan kita berdua.. lagian aku juga punya uang, aku mau berusaha membiayai hidup istri ku sendiri pih, tanpa bantuan kalian, "


Papi Bagas tersenyum. "Iya boleh, tapi kalian kalo harus kasih tau ke kita di mana apartemen kalian terus lantai berapa sama kamar nomor berapa yaa.. " kata Mami.


"Iya mih, "


"Rencana nya sih pulang sekolah, tapi kalau nanti sore masih ada jadwal paling nanti sabtu, " kata Rafael.


"Udah nemu apartemen nya?" tanya Papi.


"Udah pih, di jalan xxxx deket sama sekolah sama kampus impian nya Nadia juga, "


"Hemm, oke, nanti Mami bicara sama mertua kamu ya, "


"Iya mih, pih makasih, "


"Tapi inget boy... kalau kalian udah pindah, balik ke rumah ini gak gratis, "


"Maksud Papi?"


"Balik ke sini harus udah ada cucu... " kata Papi Bagas menai-turunkan alisnya.


Rafael dan Mami Bagas tertawa. "InsyaAllah pih, kalau Nadia nya udah siap, "


"Nggak cuma itu, kalau kamu ada masalah atau butuh bantuan, gak usah sungkan karna ini juga masih rumah kamu.. " lanjut Papi.


"Iya pih, makasih, kalo gitu aku balik ke kamar ya, mau ngasih tau Nadia... " kata Rafael.


Papi dan Mami mengangguk. Rafael izin untuk balik ke kamar nya dan memberitahukan kabar gembira ini ke Nadia.


****


Pagi hari.


Nadia bangun lebih awal karna suara alarm yang di tempelkan di telinga nya. Ulah Rafael. Sambil menunggu giliran Nadia mandi, dia mengecek ponsel terlebih dahulu, tapi kali ini ponsel suami nya. Tak ada chat istimewa sama sekali, hanya dia tersenyum saat melihat nama kontak dirinya di ponsel Rafael.


*My Wife ❤*


cklekk.


"Hayooo ngapain?! pagi-pagi udah cek hp suami aja, " kata Rafael membuat Nadia tersentak kaget dan hampir melempar ponsel Rafael.


"Ya Allah! kalau keluar itu salam dulu kek"" kata Nadia menyimpan ponsel suami nya dan berjalan ke masuk ke kamar mandi.


Rafael hanya tersenyum simpul melihat Nadia yang melewati nya masuk ke kamar mandi.


Blam.


"Ya lagian kepo amat dah sama hp suami, " kata Rafael melihat chatan WA.


Yaahh, walau tidak ada yang terlalu istimewa apa salah nya di cek, siapa tau dapet SMS duit 5M dari bank yekan😏


Menunggu Nadia mandi sangat lah lama dan itu sudah seperti hobi bagi Rafael menunggu nya. Rafael kini sudah siap dengan baju seragam nya dan tinggal turun ke bawah sarapan dan pergi.


Awal pagi dari seorang Rafael adalah membaca buku, tapi entah kenapa... semenjak ada hp Nadia yang tergeletak di meja belajar nya, dia mulai tak ada niatan untuk membaca buku lagi.


Dari pada nanya langsung orang nya untuk minta izin mending lagi kepoin hp istri.


*Sugar Daddy*


Melihat nama itu, Rafael jadi penasaran siapa sih 'sugar daddy' ini? apa Nadia berniat mencari sugar daddy karna kekurangan dana untuk perawatan nya? atau iseng-iseng saja?


Rafael kepo dengan pemilik nomor ini, dia sengaja melihat nomor WA nya dan ternyata itu adalah nomor nya sendiri.


"Astagfirullah, di kita gue ini sugar daddy apa? mentang-mentang sering di kasih duit 500rebu sehari, " kata Rafael menggeleng pelan.


Tangan dan pikiran nya muka jail, dia mengganti nama kontak nya dengan sesuatu... xixixi