My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Tim Basket



Di sekolah.


Nadia tampak tidak bersemangat sejak datang ke kelas. Teman-teman yang lain bertanya 'ada apa' tapi Nadia malah menjawab 'gapapa' salah satu kata kramat yang sering di ucapkan ketika seorang lelaki bertanya.


"Nad, lu ngapa sih? dari tadi mingkem muluuu... muka di tekuk muluu, " tanya Naila.


"Gue gapapa, " jawab Nadia sambil menyenderkan badan nya ke kursi.


"Lagi ada masalah sama suami lu?" tanya Syaila.


"Enggak ada tuh, " jawab Nadia.


"Terus? lu kenapaa?" tanya Syaila.


"Gue gapapa, "


Lagi-lagi jawaban itu terdengar lagi, untungnya yang bertanya sesama perempuan jadi mereka sabar, tapi gak tau kalo cowok. Mungkin udah saling baku hantam kali ya.


"Nanti istirahat mau langsung ke kantin atau ke perpus?" tanya Naila.


"Oh iya kebetulan gue juga ada buku yang harus gue pinjem, " kata Diana.


"Ya udah bareng aja, " kata Naila.


"Nah boleh tuh, " kata Diana setuju.


"Lu mau ikut gak nad?" tanya Syaila.


"Enggak, gue mau diem aja di kelas, " jawab Nadia menundukkan kepala nya dalam-dalam ke meja.


Naila dkk jadi semakin bingung harus bagaimana lagi. Mereka pun kembali ke meja masing-masing.


Tak lama kemudian, datang lah Cindy yang habis pacaran di kelas IPA 3.


"Assalamu'alaikum, "


"Waalaikumsalam... "


"Tumben salam lu, biasanya juga datang nendang pintu, datang mukul meja.. " kata Diana sibuk membaca buku.


"Ya gapapa, gue cuma lagi pengen salam aja, " jawab Cindy.


"Mm.. " gumam Diana.


"Eh iyaa... Naddd.. Nanti kan ada pertandingan or basket lu mau nonton gak? nanti istirahat kok, antara kelas 11 IPA 4 sama 12 IPS 4, "


Nadia melihat Cindy dengan wajah malas nya. "Gak mood gue, lu aja sama yang lain, gue pengen nya tidur, " kata Nadia.


Cindy yang mendapat penolakan, segera menghampiri Naila dkk.


"Cuy, kenapa tuh?" tanya Cindy saat berada di antara Naila, Diana dan Syaila.


"Gak tau, " jawab Diana.


"Gue juga gak tau, " jawab Syaila.


"Lagi berantem kalii sama Rafael, " kata Naila.


"Masa? KDRT?" tanya Cindy sambil melihat Naila.


"Iya kali, " jawab Naila.


"Nad, kdrt lu sama Rafael?" tanya Cindy sambil mencolek tangan Nadia.


"Enggak kok, "


"Terus lu kenapa?"


"Oohh jadi cerita nya lu jadi kalem nih?" kata Syaila tiba-tiba.


"Ahh masa sih Nadia jadi kalem, " kata Diana melirik singkat Naila.


"Ga ga ga mungkin... " kata Naila tersenyum kecil dan menaruh ponselnya di atas meja.


"Keajaiban dunia itu, " kata Cindy.


"Udah lah serah kalian, capek gue.. " kata Nadia.


Mendengar kata 'capek' pikiran Naila dkk mulai kemana-mana. Mereka terus menanyakan malam hari, malam pertama dan sebagai nya yang berhubungan dengan 'dewasa'


Setelah teman-teman nya berhenti berbicara, baru lah Nadia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan teman-temannya hanya bilang ooh saja.


***


Jam istirahat pertama.


Naila dan Diana pergi izin ke perpus untuk meminjam buku yang mereka inginkan, Cindy, Nadia dan Syaila memilih untuk diam di kelas saja. Sampai akhir nya datang Nathan yang mengajak Cindy untuk makan bareng di kantin, awalnya dia juga mengajak Syaila dan Nadia biar sekalian tapi mereka berdua menolak.


Di kelas hanya ada Syaila dan Nadia saja berdua, anak-anak lain sedang menonton pertandingan basket di lapangan begitupun dengan Fauzan, Fauzi dan Arvin.


Nadia sudah bilang ke guru wali kelas Rafael kalau hari ini dan besok Rafael izin karena ada urusan keluarga.


10 menit lagi bel akan berbunyi menandakan istirahat berakhir. Syaila dan Nadia sudah berada di dalam kelas hampir sejam lebih. Tak hanya saling diam, mereka juga sibuk dengan dunia masing-masing.


Fauzan dan Fauzi datang bersamaan dengan anak-anak lain. Mereka masuk ke kelas sambil mengobrol soal pertandingan tadi. Nadia dan Cindy yang termasuk anak ekskul basket merasa senang, karena kelas 12 IPS 4 menang, dan itu sangat membanggakan, biar hanya pertandingan biasa tapi ada kemajuan buat anak kelas 12 untuk menang walau tanding dengan adik kelas nya.


"Kata Kak Edwin kumpul sepulang sekolah, " kata Cindy ke Nadia yang masih sibuk main HP.


"Mau ngapain?" tanya Nadia melirik Cindy singkat.


"Gak tau, di suruh kumpul aja, " jawab Cindy.


Cindy dan Nadia masuk ke ekskul basket, Syaila, Diana masuk ke ekskul renang sedangkan Naila masuk ke ekskul Taekwondo sama seperti Rafael dan Arvin. Sedangkan untuk si kembar tiga, mereka masuk ke ekskul yang sama yaitu paskib.


Walau sama-sama masuk ekskul yang sama, tapi setiap ada upacara bendera atau acara lain-lain nya yang berhubungan dengan paskib mereka selalu beda kelompok.


***


Sepulang sekolah nya mereka semua, Nadia dan Cindy pergi terlebih dahulu pergi ke lapangan karena di panggil Kak Edwin ketua tim basket yang sudah menjabat selama 2 tahun lebih.


"Terimakasih kepada kalian semua tim basket yang sudah berkumpul, walau saya tahu kalian semua sedang dalam masa sibuk, tanpa basa basi lagi saya akan jelaskan apa tujuan sebenarnya memanggil kalian semua berkumpul saat ini... "


Kak Edwin pun menjelaskan secara rinci kepada seluruh tim ekskul basket yang hadir saat ini di lapangan.


Mungkin pengumuman barusan sangat singkat tapi sangat jelas. Singkat tapi jelas paham kan?


Nadia yang sudah di tunggu supir pribadi nya segera masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah. Supir yang di pekerjakan oleh Papi Bagas untuk mengantar jemput Nadia selama Rafael tidak ada.


"Non, kita mau langsung pulang saja?" tanya supir.


"Hmm, gak pak, kita mampir sebentar ke cafe di dekat sini, saya mau menenangkan diri dulu, " kata Nadia.


"Baik non, " kata supir.


Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan rata-rata. Dan berhenti di depan cafe yang lumayan sepi pengunjung, ini bagus, karena tak usah mendengar keributan yang tak jelas.


Supir Nadia menunggu di mobil sambil makan cemilan dan minum minuman yang dia bawa sendiri. Nadia pun masuk ke dalam cafe dan memesan minuman untuk dirinya sendiri. Tak hanya itu, dia terkadang menunggu balasan chat Line dari Rafael.


Entah hilang kemana lelaki itu sudah, chat yang dia kirim dari 3 jam yang lalu, masih belum di balas sampai sekarang. Nadia masih berpikir positif, "mungkin lagi di jalan. Jadi gak ada waktu buat balas chat" atau "lagi makan kali ya, jadi" terkadang "lagi sibuk"


Kata-kata itu yang hampir membuat Nadia malas membuka hp setengah mati.