My Cool Ketos My Husband 2

My Cool Ketos My Husband 2
Kamu cantik



"Ahahaha.. tenang aja lah fel, gue gak akan rebut dia kok dari lu, gue cuma mau temenan doang sama dia sama yang lain nya juga, "


"Mm, nanti istirahat ke dua lu ikut gue ke kantin, '


"Mau ngapain?"


"Katanya mau kenalan sama yang lain.. ya udah ikut aja, "


"Oke, "


Jam pelajaran selanjutnya. Rafael dan Arvin masuk ke kelas mereka, karena meja Rafael dah Arvin berbeda Arvin berpisah dengan Rafael.


Arvin sangat kesal kenapa dia harus di meja ke dua barisan ke empat sedangkan Rafael di meja paling depan barisan ke satu dekat jendela. Sementara anak gak ada akhlak yang satu ini malah senang karena tak perlu mengawasi anak baru itu.


"Assalamu'alaikum, "


"Waalaikumsalam, "


"Oke anak-anak sekarang buka buku paket kalian kita mulai pelajaran nya... "


***


Bel istirahat ke dua.


Arvin segera menghampiri Rafael karena sudah tak sabar untuk bertemu dengan teman-teman yang lain.


"Fel, kita jadi kan ke kantin nya?" tanya Arvin semangat.


"Iya jadi, " jawab Rafael tanpa melihat ke Arvin dia malah fokus ke ponselnya.


"Lu lagi ngapain?" tanya Arvin langsung mengambil ponsel Rafael dari tangannya.


"Eh lu apa-apaan tuh.. gak sopan lu, " sahut Rafael langsung berdiri untuk merebut kembali ponsel nya tapi sial, Arvin membaca semua chatan nya dengan seseorang.


Nadia🍓


—————


Nadia🍓 : Fell aku benci sama kamu, aku gak suka sama kamu, aku gak suka semua yang kamu lakuin🥰


Rafael : Eh awas ya nanti kalo di rumah, ku gigit kau


Nadia🍓 : Emang berani? 😜


Rafael : Yah berani lah orang aku sama kamu kan udaaaaahhh


Nadia🍓 : HEH JANGAN DI WA LAH BAMBANG!! NANTI GIMANA KALO ADA YANG TAU SOAL KITA BERDUA!!! LU BENER-BENER UDAH BOSEN HIDUP YAAA😠🤬


Rafael : Kenapa? Arvin juga udah tau


Nadia🍓 : Yang bener aja lu!! awas lu jam istirahat ke dua gak ada ampun buat lo!!


Rafael : Iihh atuutt🤣🤣


Nadia🍓 : Fell gue punya sesuatu buat lu


Rafael : Apa?


Nadia🍓 : (Poto)



Rafael : 😳 kok kamu cantik bett😍


Nadia🍓 : Kirim poto kamu juga dooonggg


Rafael : Boleh (Poto)



Nadia🍓 : AAAAAA😍😍


"Cieeee... uwu uwu mulu lu sama Nadia di WA.. " ucap Arvin setelah membaca WA milik Rafael bersama Nadia.


"Diem lu.. " sahut Rafael merebut kembali ponsel dari tangan Arvin.


"AAaahh.. " Arvin terus menggoda Rafael dan sesekali mencolek dagu Rafael sampai Rafael sendiri merasa risih.


"Ciee.. " ucap Arvin menyipitkan matanya.


"Udah berisik lu! ayoo ke kantin, "


"Lu gak takut di hajar sama Nadia?"


"Nggak!"


"Aaahh masaaa nanti minta gue buat ngelindungi lu lagi, "


"Gak mungkin, "


Arvin dan Rafael menuju kantin setelah mengintip kelas Nadia dari jendela.


Di kantin


Rafael dan Arvin akhirnya sampai di kantin, dan kini Rafael sedang mencari tempat duduk yang di duduki oleh Nadia dkk.


Saat akan berkala ke pojokan, dia melihat punggung seseorang yang sangat dia kenal. Tanpa basa basi lagi, Rafael menyuruh Arvin untuk terus mengikuti nya dari belakang.


"Hey, sorry gue lama, " ucap Rafael langsung main duduk di samping Fauzi yang berada di samping Diana.


"Eyoo.. " sapa Fauzan yang sedang bermain gitar.


"Emang kemana mereka?" tanya Arvin.


"Ooh, mereka disuruh sama guru buat bantuin bawa semua buku ke ruang guru, " jawab Naila.


"Kalo boleh tau, sifat aslinya Nadia itu kayak gimana sih?" tanya Arvin.


"Yaaa.. gimana ya ceritanya Nadia itu sifat beda-beda, " jawab Cindy.


"Oh gitu, contohnya?"


"Ya misalkan.. bentar dulu deh, lu siapa? tiba-tiba nanyain soal Nadia ke gue? lu naksir ya sama Nadia?" tanya Cindy dengan tatapan aneh nya.


"Ehh engga kok, gue cuma kepo aja, soalnya dia itu cewek pertama yang kenalan sama gue tanpa rasa ragu, "


"Ooh, "


"Tapi dari tatapan sama sikapnya ke gue itu dingin banget sedangkan ke Rafael berasa kek hangat gitu, "


"Ya itu salah satu nya, dia kalo sama orang baru suka dingin, tapi kalo lu udah tau sifat aslinya beuuhh gue yakinin lu gak mau lagi temenan sama dia, "


"Tapi kan lu sendiri masih temenan sama dia, " sahut Arvin.


"Ya kan gue sama yang lain beda lagi, gue manfaatin dia buat nyontek pr Biologi, " jelas Cindy sambil terkekeh pelan.


"Ahaha emang udah gak waras temen gue yang satu ini.. jadi maklumi lah, " sahut Naila.


"Bentar dulu deh, kita belum kenalan sama lu, " sahut Diana.


"Lu di bawa sama siapa?" tanya Cindy.


"Kok lu di anggurin kek gak ada guna nya gituu... " ucap Naila benar.


"Gue ke sini di ajak sama Rafael sang ketua OSIS yang paling teladan di seantero sekolah ini.. " jawab Arvin dengan senyuman.


"Owalah si ketos rupanya.. " kata Cindy tak heran lagi.


"Heh fell.. kenalin napa temen lu itu, lu tega bener dak ke temen sendiri, " sahut Naila.


"Hem? oh iya gue lupa.. kenalin dia namanya Arvin dia si murid baru itu, " jawab Rafael sambil memperkenalkan Arvin ke yang lain.


"Oohh jadi nama lu itu Arvin, " kata Diana.


"Hehe iya, salam kenal, " ucap Arvin.


"Kek nya kalo Syaila tau dia bakal langsung naksir deh, " sahut Naila.


"Kayak yang gak tau aja Syaila sifat bagemane, dia kalo liat cogan lewat langsung di ngepet, " sahut Diana.


"Pepettt.. " kata Cindy.


"Pepet sayang, maksudnya gak di kasih celah sama sekali, " kata Naila.


"Ya kali ngepet, emang dia mau ngepet sama siapa?" tanya Fauzan ngompor.


"Iya itu maksudnya.. " sahut Diana.


"Oh iya kenalin nama gue Fauzan.. gue anak paling ganteng dan gue termasuk cowok paling cool di sini, " ucap Fauzan.


"Gue Arvin, "


"Gue kembaran nya, nama gue Fauzi.. gue pemenang juara Olimpiade Matematika musim 20xx, "


"Iya, "


"Gue Naila, temen kecil Nadia.. kita semua di sini udah temenan sama Nadia dari kecil, "


"Gue Diana, "


"Kalo gue Cindy kakak dari Fauzi dan adik Fauzan, kita kembar, " ucap Cindy dengan rinci agar Arvin tak dapat bertanya.


"Kalo gue Rafael, pacar nya Nadia, lu kalo berani rebut tangan kaki lu udah gak ada dalam hitungan detik, " ucap Rafael sambil tersenyum tipis.


"Iya iya, gue udah tau kalo lu itu pacarnya dia, gak usah di ingetin napa.. gue tadi itu cuma bercanda doang, " sahut Arvin menghela napas.


Setelah mengenal anak murid baru Arvin, mereka semua mengobrol sambil menunggu Nadia dah Syaila datang ke kantin.


Tak lama kemudian.


"Minggir minggir minggir minggir minggir.. " ucap seseorang dari belakang Arvin dan Rafael.


Gadis itu langsung mendorong Arvin untuk menyingkir dari samping Rafael dan dia duduk di samping Rafael sambil menyenderkan kepalanya ke pundak. Rafael yang melihat itu tak merasa terbebani atau merasa risih.


"Aduuhh capekk.. sumpah ya itu guru gak ada ampun bett, " kata gadis itu sambil mengipas-ngipasi dirinya dengan tangan nya.


"Nah datang juga nih anak, oke kalian mau pesen apa?" tanya Naila.


"Gue nasi goreng sama minum nya es teh manis aja, " jawab Fauzan dan Fauzi barengan.


"Oke, kalo yang lain?"


"Samain, " jawab mereka semua termasuk Arvin.


"Agak cepetan ya nai, bentar lagi bel, " sahut Cindy.


"Masii lama neng.. ada setengah jam lagi masuk nya, " sahut Syaila yang menyenderkan tubuhnya ke pelukan Cindy.


"Hehehe iya juga ya, " sahut Cindy cengengesan.


Melihat keseruan teman-teman Rafael sedikit demi sedikit Arvin merasa nyaman.